Kawan2 Milis Yth,

Pemerintah India menginginkan untuk dapat memonitor email Korporasi dan teks 
(messages) yg dikirim via BlackBerry Messenger (BBM) untuk chatting antar 
pengguna yang di-enkripsi. India, United Arab Emirate, Saudi Arabia khawatir 
kalau berita2 yang dilewatkan via perangkat BlackBerry ini akan dipakai untuk 
merancang serangan terorist.

Menurut Rajan Mattews, Sekjen Asosiasi Operator Seluler India, RIM - perusahaan 
pemilik BlackBerry - akan mampu melaksanakan permintaan pemerintah India itu 
sebelum deadline tanggal 31 Agustus 2010.

India tidak mempermasalahkan email biasa, seperti Gmail, Yahoo mail, Hotmail, 
dan lain-lain, karena walaupun dilewatkan BlackBerry Internet Server (BIS), 
email-email itu tidak di-enkripsi.

Berita sebelumnya, Pemerintah Saudi Arabia telah mencapai kesepakatan dengan 
RIM tentang cara pemantauan berita2 via perangkat BB, sehingga layanan 
BlackBerry kembali boleh beroperasi di Saudi Arabia.

Layanan BlackBerry ini telah begitu populer dan memberikan banyak kemudahan 
untuk pengguna dalam menyatukan berbagai email, BBM chatting dan SMS dalam satu 
folder yang mudah dibaca dan dijawab secara cepat. Layanan ini berbeda dengan 
layanan email via Ponsel lainnya, yang ribet untuk membacanya, karena tidak 
menggunakan sistem "push mail" seperti BlackBerry. Tiap kali akan membaca 
rincian email itu, maka konten-nya harus di-download terlebih dahulu. Ini 
sering jadi lelet dan menjengkelkan pengguna, bilamana saluran telekomunikasi 
sedang lelet. Umumnya mereka menggunakan sistem "pull mail". Ketika kita mau 
menjawab, maka layanan "pull mail" ini sering kali tidak bisa dipakai untuk 
mengirim (send), sebab port pengiriman diblokir oleh mail server Internet. 
Sedangkan kalau pakai BlackBerry, maka jawaban email akan segera terkirim, 
sebab dilaksankan oleh BlackBerry Enterprise Server (BES) untuk email korporasi 
atau BlackBerry Internet Server (BES) untuk email-email biasa dari Internet.

Dengan demikian, maka ketika seseorang sudah punya BlackBerry, maka tidak perlu 
lagi dia membuka-buka laptopnya untuk berkomunikasi di dunia maya, semuanya 
cukup dilayani oleh BlackBerry. Bagi eksekutif yang sibuk, maka perangkat BB 
ini sangat menolongnya dan meningkatkan efisiensi dan produktivitasnya.

Dengan kondisi Dunia Seluler Indonesia yang layanannya sudah makin jenuh karena 
makin banyaknya pelanggan (sekitar 180 juta pelanggan), maka kita sering sekali 
mengalami "drop calls", dialling yang gagal, suara yang kecil, cempreng dan 
terputus-putus, yang memperlambat komunikasi, terutama di saat-saat yang sangat 
kita butuhkan, maka ternyata layanan BlackBerry menjadi "Dewa Penolongnya". 
Sebab layanan Messaging BB ini tetap stabil dalam kondisi saluran komunikasi 
yang kurang optimal. Kuncinya, selain menggunakan enkripsi, BB juga menerapkan 
kompresi data, sehingga saluran data yang sempit-pun dapat dengan cepat 
dilaluinya.

Jadi bila benar-benar BB akan diblokir, maka akan sangat banyak anggota 
masyarakat yang akan dirugikan.

Namun Pemerintah Indonesia sudah tidak lagi mengancam akan memblokir BB, 
melainkan hanya minta agar Pusat Data (Data Center) BB diletakkan di Indonesia 
untuk melayani pelanggan-pelanggan BB Indonesia. Mudah-mudahan permintaan 
pemindahan Data Center ini hanyalah didasarkan atas pertimbangan teknis untuk 
memperlancar komunikasi melalui BB, dan bukan untuk mencari revenue tambahan.

Sebab bila RIM dikenakan biaya-biaya tambahan, seperti pajak, dll, maka akan 
direfleksikan ke tarif ke pelanggan yang akan meningkat. Adalah sangat 
menyejukkan pernyataan Dirjen APTEL pak Ashwin Sasongko, bahwa RIM tidak akan 
dikenakan Biaya Hak Penyelenggaraan (BHP) Frekwensi, sebab memang RIM hanya 
penyedia perangkat terminal HP BB dan layanan jasa konten email. Sam seperti 
Google dan Yahoo yang tidak bisa dikenai BHP Frekwensi. Yang memakai frekwensi 
itu adalah paar operator telekomunikasi yang sudah membayar BHP.

Kita mendukung rencana pembuatan peraturan Pemerintah agar para penyelenggara 
layanan konten-konten tersebut untuk membangun Data Center di Indonesia, sebab 
sudah banyak lokasi-lokasi yang tersedia di Indonesia yang menkhususkan senagai 
Data Center, sepert Gedung Cyber-II di Jl, Kuningan Barat, Jakarta yang 
pembangunannya mendekati penyelesaian.

Silahkan ditanggapi dan semoga bermanfaat.
Wassalam,
S Roestam
http://wartaduniamaya.blogspot.com

Kirim email ke