Ini kok nama obligasinya menghina sekali:)

bandingkan dengan negara tetangga. Sebut saja misalnya, INDON-20, sekarang 
yieldnya sudah di level 3,943%, sedangkan obligasi Philipina 2020 yang juga 
jatuh tempo 2020, yieldnya 3,842%. Credit default 

VIVAnews - Dalam beberapa pekan terakhir, perkembangan sejumlah indikator 
perekonomian menunjukkan tanda-tanda positif. Kepercayaan investor asing 
meningkat sehingga berbondong-bondong menginvestasikan dananya di Indonesia.

Itu terekam jelas dari indeks harga saham gabungan terus meningkat, yield 
obligasi pemerintah menurun, nilai tukar rupiah menguat tajam, cadangan devisa 
bertambah, peringkat utang semakin membaik dan lainnya. Tekanan laju inflasi 
sedikit mengancam, namun pertumbuhan ekonomi menunjukkan tanda-tanda positif.

Banyak kalangan, baik ekonom dan tim ekonomi pemerintah optimistis dengan 
perkembangan perekonomian Indonesia ke depan. Bahkan, tak sedikit yang percaya 
Indonesia bakal segera meraih peringkat investment grade.

Namun, bagi Managing Director Head of Global Banking Citibank di Indonesia, 
Kunardy Lie, jika dilihat dari yield obligasinya, Indonesia seolah sudah masuk 
investment grade.

"Namun, untuk benar-benar masuk investment grade, ada syarat yang harus 
dipenuhi oleh Indonesia," ujar Kunardy dalam wawancara khusus dengan wartawan 
VIVAnews, Mohamad Teguh dan Heri Susanto di Jakarta sembari buka puasa bersama 
baru-baru ini.

Dia optimistis dengan beberapa perbaikan, bankir jebolan University of Texas 
ini berkeyakinan ekonomi Indonesia bakal jauh lebih baik.

Bagaimana anda melihat tren indeks bursa Indonesia yang terus menguat, apakah 
sudah mengarah ke bubble?
Kalau saya melihatnya bukan ke sana. Ini lebih terkait dengan masuknya hedge 
fund. Sekarang, kondisi Amerika sedang sempoyongan. Eropa juga demikian. Jadi, 
pilihannya adalah Asia. Kawasan emerging market yang dipilih tentu China, 
India, setelah itu mereka melihat Indonesia. Jadi, wajar jika hedge fund 
menatap Indonesia. Dampaknya terasa pada kenaikan indeks saham gabungan dan 
nilai tukar rupiah.

Bukankah serbuan hedge fund ada sisi bahayanya?
Ini perlu diwaspadai karena sifat hedge fund jangka pendek. Gampang masuk dan 
gampang keluar. Karena itu, yang perlu dilakukan adalah mendorong dana asing 
diinvestasikan di sektor riil. Itu yang dilakukan China dengan memaksa dan 
menahan dana asing diinvestasikan di sektor riil.

Apa yang bisa dilakukan untuk mendorong dana asing masuk ke sektor riil?
Indonesia sesungguhnya memiliki keunggulan dari sisi market yang besar dan 
sumber daya alam. Namun, investasi asing untuk sektor riil perlu digalakkan 
dengan memperbaiki berbagai kelemahan. Misalnya, soal pembenahan infrastruktur, 
memperluas pelabuhan, memperbaiki iklim investasi.

Lebih konkretnya, langkah untuk memikat investor asing?
Ambil saja contohnya Jakarta. Saat ini, Jakarta memang menarik bagi investor 
finansial. Tetapi, Jakarta kalah bersaing dengan kota-kota di Asia lainnya, 
seperti Singapura. Jakarta lebih dikenal sebagai kota macet dan tidak efisien, 
pelabuhan menumpuk sehingga ongkosnya mahal. Jika Jakarta dibenahi, maka 
investor akan semakin banyak yang datang.

Anda sepakat dengan ide ibukota Indonesia dipindah dari Jakarta?
Jakarta memang lebih cocok sebagai pusat jasa dan finansial service. Pindahkan, 
pusat pemerintahan, industri manufaktur dan pabrik-pabrik keluar wilayah 
Jakarta. Kemudian, perbesar pelabuhan Tanjung Priok, sekaligus mempermudah 
akses kawasan-kawasan industri ke pelabuhan.

Artinya, kegiatan ekonomi tidak hanya terpusat di Jakarta?
Kita perlu mengembangkan daerah-daerah lain sebagai pemerataan dan pusat 
kegiatan ekonomi. Itu bisa dilakukan dengan cara pemerintah memberikan insentif 
bagi wilayah-wilayah lain untuk dikembangkan. Hal seperti ini sudah dilakukan 
di China dengan membuat zona-zona khusus kawasan pengembangan ekonomi dengan 
fungsi yang berbeda-beda. Dengan begitu, pusat pemerintah, bisnis, jasa, 
perdagangan dan industri tidak hanya terfokus pada satu wilayah saja.

Bagaimana perkembangan obligasi pemerintah?
Sekarang, yield obligasi pemerintah Indonesia sudah semakin bagus. Pada Januari 
2009, imbas dari krisis finansial 2008, Indonesia menjual obligasi dengan yield 
11,75 persen. Pada Januari 2010, Indonesia menerbitkan obligasi dengan yield 6 
persen. Itu sudah jauh lebih murah, meski tetap menghitung harga premium karena 
ini penerbitan obligasi baru.

Kalau dibandingkan dengan negara selevel, yield Indonesia bukankah masih mahal?
Kalau kita bandingkan dengan Philipina misalnya, memang lebih mahal. Kenapa 
Philipina bisa lebih murah, itu karena pasar lokalnya cukup besar. Pemain lokal 
banyak yang ikut membeli obligasi yang diterbitkan pemerintah Philipina 
sehingga ikut menurunkan yield obligasi. Sedangkan, pembeli obligasi di 
Indonesia lebih sedikit.

Tapi, jangan lupa, perkembangan sekarang, obligasi Indonesia sudah jauh lebih 
bagus. Bahkan, jika kita melihat yield obligasi RI negara ini sekarang sudah 
seperti masuk peringkat investment grade BBB-. Itu satu level di atas peringkat 
sekarang BB+.

Kenapa begitu?
Lihat saja yield obligasi Indonesia di pasar dan bandingkan dengan negara 
tetangga. Sebut saja misalnya, INDON-20, sekarang yieldnya sudah di level 
3,943%, sedangkan obligasi Philipina 2020 yang juga jatuh tempo 2020, yieldnya 
3,842%. Credit default swap (CDS) atau premi asuransi yang dibeli investor 
obligasi sudah turun menjadi 140-145 basis poin. Itu setara dengan CDS 
Philipina. Kalau saya sarankan, sekarang adalah saat yang tepat bagi pemerintah 
untuk menerbitkan obligasi global lagi.

Apa yang perlu dilakukan agar Indonesia benar-benar segera masuk peringkat 
investment grade?
Faktor yang paling penting agar kita bisa segera mencapai investment grade 
adalah cadangan devisa minimal sebesar US$100 miliar. Itu adalah level 
psikologis yang akan membuat para investor merasa nyaman berinvestasi di 
Indonesia.

Soal nilai tukar rupiah, pemerintah dan bank Indonesia mulai cemas dengan 
penguatan kurs rupiah?
Sebenarnya, penguatan rupiah tidak perlu dikhawatirkan. Meski Rupiah menguat 
sampai 8.500 per dolar AS tidak apa-apa bagi eksportir. Toh, dulu waktu rupiah 
2.000 per dolar, eksportir juga tidak protes.

Ini terkait dengan peran Citibank di Indonesia. Apa betul sebagai bank asing, 
Citibank kurang peduli terhadap pembangunan ekonomi, khususnya sektor 
infrastruktur?
Kami memang sangat hati-hati dalam memberikan kredit untuk infrastruktur. 
Apalagi, saat krisis finansial 2008, kami sangat hati-hati dalam memberikan 
pinjaman. Namun, setelah krisis meredah, kami mulai memberikan kredit. Pada 
Agustus 2009, Citibank memberikan pinjaman ke Pertamina US$400 juta untuk 
jangka waktu tiga tahun. Di sektor infrastruktur, kami terjun ke 
telekomunikasi. Sedangkan, di sektor korporasi, kami memberikan pinjaman untuk 
sektor pertambangan, konsumer good, perkebunan dan telekomunikasi.

Kenapa kurang tertarik untuk sektor infrastruktur lainnya?
Sebenarnya di sektor korporasi, kami juga sudah membantu mendorong pertumbuhan 
ekonomi. Dengan memberikan pinjaman di sektor pertambangan, perkebunan, 
konsumer goods, itu kan ada kegiatan ekonomi, kebutuhan mesin dan penyerapan 
tenaga kerja. Itu juga kan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Kalau untuk kredit jalan tol?
Kalau jalan tol, jangka waktu kreditnya panjang sekali. Kami hanya bisa 
memberikan kredit untuk jangka waktu lima tahun. Ini berbeda dengan bank BUMN 
yang bisa memberikan pinjaman dengan tenor hingga sepuluh tahun. Di sisi lain, 
kami juga harus melihat cash flow debitor.

The true sign of intelligence is not knowledge, but imagination.
#Albert Einstein

-----Original Message-----
From: Kuroda Takumi <[email protected]>
Sender: [email protected]: Sun, 22 Aug 2010 21:47:11 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [indonesia] Re: RI vs Malaysia ?

2010/8/22 Anis Hariri <[email protected]>:
>
> Saya kasihan sebenarnya lihat prabowo ini. Orang pinter, purnawirawan bintang 
> tiga, kok mudah sekali diprovokasi, dikibulin anak buahnya.
>
> Situs indoncelaka.com itu kan sudah gak ada isinya. Sudah lama gak 
> dimaintain. Ketahuan kalau gak ngecek dulu sama sekali alias percaya 
> mentah-mentah informannya. Kalaupun seandainya beneran ada, apa jaminannya 
> itu bener-bener dibuat orang malaysia?

Tahu sejarahnya bagaimana situs tsb ada sampai bagaimana situs tsb
ditutup? Tepatnya bukan sekedar .com, tapi blogspot.com. Setelah
indoncelaka, lalu berganti jadi indogsial.blogspot.com, terakhir
diupdate tahun lalu tp blognya sendiri masih ada sampai sekarang. Dan,
ya pemiliknya memang orang malaysia.

> Juga tentang joke pesawat jatuh sendiri. Itu kan joke jaman habibie dulu, kok 
> sekarang jadi jokenya orang malaysia. Ngarang atau kebetulan tuh :)

Kalau org Indonesia sendiri yg ngejoke demikian sih gpp, kita berhak
mengkritik org kita sendiri, tp kalau org luar yg mengeluarkannya itu
penghinaannya kena ke seluruh bangsa ini, bukan sekedar Habibie saja.


--
Ezda
=> S2D4 the World

"Train yourself in good behaviour with regards to what you dislike in
others." ~ Imam Ali (a)

-- 
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt

Kirim email ke