Menurut pendapat saya, nasionalisme pejabat/ petugas/ penduduk Malaysia lebih 
tinggi daripada nasionalisme pejabat/ petugas/ penduduk Indonesia. Sehingga 
mereka berfikir dan berjuang keras untuk kreatif demi kebaikan negaranya 
(karena 
sempit?), dibandingkan kita yang lebih santai berfikir dan menganggap 
lumrah-lumrah saja/ tidak merugikan apa yang dilakukan mereka terhadap negara 
kita (karena luas?). Begitukah?

 ===============================
HATI-HATI adalah sahabat sejati: 
(1) teliti, 
(2) tertib urutan, dan 
(3) pahami masalah sebelum melangkah
===============================




________________________________
From: Sumitro Roestam <[email protected]>
To: [email protected]; [email protected]; [email protected]
Sent: Thu, August 26, 2010 7:46:48 AM
Subject: [indonesia] Malaysia tolak gugatan pelanggaran wilayah dan balik 
menggugat kalau indonesia yg melanggar

Kawan2 yth,
Malaysia memang cerdik, menolak gugatan pelanggaran wilayah Indonesia, dan ia 
sekarang menuduh balik kalau Indonesia yg malah yg melakukan pelanggaran 
wilayah 
Malaysia.

Di hutan2 Kalimantan, para pekerja Indonesia yg melakukan penebangan kayu pada 
perusahaan2 Malaysia diduga ada yg dipaksa menggeser patok2 perbatasan agar 
makin menjorok ke wilayah Indonesia. Kalau tidak mau, maka mereka tidak digaji.

Namun bisa juga ada petugas pemasang patok2 perbatasan yg karena sulitnya 
medan, 
memilih pasang patok2 lebih dekat dgn permukiman penduduk, sehingga wilayah 
Indonesia makin menyempit.

Mengapa Malaysia selalu menunda-nunda pembicaraan perbatasan 
Indonesia-Malaysia? 
Sekarang kita lebih paham, agar wilayah perbatasan Indonesia makin sempit, 
wilayah Malaysia makin luas!

Hayoo, jangan mau kita dibodohin Malaysia. Buat strategi dan taktik yg 
jitu.....!
Semoga bermanfaat bagi bangsa dan negara.
Wassalam,
S Roestam
http://presidenku.com 
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung 
Teruuusss...!êå¢fÚ•¨]jV¦‘ªòi·«²)Þ®­z¶©‘©äj'Z†)f»û^’z%¢¬z»Z‘«"†Æ²jxjyš�öš¶éíºKŠÈš•©�zh¤y¶¡jšjwnž&�jv¤†*Ú´‰ß¢—§�éh•¦§š)b°‰Ý¢w¬‰©ÞÆÖ޶׫†Ûiÿúnnw±µ·­µêçzßߊW¬þh¥ŠËb�Ú'zÈšŠwè·



      

Kirim email ke