semakin kecil sahaja negara indonesia nih,... sudah tak ada nyali,.. tak ada dignity,. tak ada kekayaan,.. tak ada moral (koruptor banyak, maling banyak),.. para politikus hanya memikirkan nasib untuk 5 tahun sahaja,....
Wuahhhh,.. cape deh. penyakit jantung bakalan muncul bagi orang yang mencintai negeri ini,. ________________________________ Dari: s.Rahardjo <[email protected]> Kepada: [email protected] Terkirim: Kam, 26 Agustus, 2010 20:31:08 Judul: [indonesia] jurnalisme] Kedaulatan RI di Ranah Cyber Porak Poranda Indonesia tanah airku,tanahku sewa airku beli.. ------Original Message------ From: Satrio Arismunandar Sender: [email protected] To: news Trans TV To: kampus tiga To: [email protected] To: technomedia To: jurnalisme To: ex menwa UI 2 To: HMI Kahmi Pro Network To: ppiindia To: nasional list To: Forum Kompas ReplyTo: [email protected] Subject: [jurnalisme] Kedaulatan RI di Ranah Cyber Porak Poranda Sent: Aug 24, 2010 01:14 Fraksi Partai Golkar: Kedaulatan RI di Ranah Cyber Porak Poranda Jakarta, 23 Agustus 2010 09:42 Anggota Fraksi Partai Golkar di Komisi I DPR RI, Fayakhun Andriadi, mengatakan penjajahan pihak Singapura atas teknologi informasi (TI) Indonesia benar-benar sangat menyakitkan. "Jelas sekali, kedaulatan kita pada ranah cyber atau TI secara keseluruhan benar-benar porak-poranda, dan ini butuh atensi serius sejumlah kementerian serta perguruan tinggi," katanya kepada ANTARA, di Jakarta, Minggu (22/8) malam. Situasi ini, menurut dia, semakin diperparah oleh penguasaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) atas satelit yang sekrang berada di bawah perusahaan Indosat. "Dan, kita tahu bersama, siapa pemilih mayoritas (sahamnya) Indosat itu kan? Bukan lagi negara kita toh? Saham mayoritasnya kini milik negara lain," ungkapnya. Padahal, demikian Fayakhun Andriadi, hak orbit satelit merupakan milik suatu negara, bukan `corporate`. "Ini bahaya dan sangat serius dampaknya bagi kita, masa depan bangsa. Celaka kita jika semua urusan TI dikendalikan dari luar (Singapura) karena mereka yang menguasai saham perusahaan yang mengoperasikan satelit yang dibikin atas nama negara kita itu," katanya menandaskan. Buat Internet Sendiri Untuk mengatasi begitu lemahnya RI dalam penguasaan TI, dan malah terkesan didikte pihak asing, Fayakhun Andriadi bersama fraksinya menawarkan pembuatan internet exchange sendiri. "Internet exchange yang tidak melewati negera persemakmuran, yakni di Utara dengan Singapura, dan Selatan dengan Australia, lalu ke timur Laut ke Taiwan, dan ke Barat Laut dengan India," katanya. Dengan begitu, menurut dia, satu informasi rahasia yang utuh, dapat dipecah ke empat jurusan. "Dalam hal ini, pemerintah RI mestinya menegakkan kedaulatan `cyber` di wilayah republik," tegas Fayakhun Andriadi lagi. Sebab, kenyataannya sekarang, dia menilai Republik Indonesia sebagai Negara Berdaulat, ternyata harus tunduk kepada pihak lain dalam kedaulatan di bidang cyber atau teknologi informasi (TI). "Saya sependepat, bahwa saat ini RI sebagai Negara Berdaulat, ternyata tidak berdaulat di ranah `cyber` yang digunakan oleh anak bangsa sendiri," katanya. Ia mengatkan itu merespons pernyataan seorang pakar IT alumni sebuah perguruan tinggi ternama di Indonesia pada sebuah diskusi terbatas di Jakarta, akhir pekan lalu, yang mengungkapkan, RI benar-benar semakin didikte Singapura dan Malaysia dalam hal telekomunikasi di samping perbankan. Sebagaimana berkembang dalam diskusi terbatas itu, khusus dalam soal IT, Indonesia hanya jadi ladang empuk mengais dolar dan ringgit oleh dua negeri jiran tersebut. Ini karena semua operator seluler dan internet berbasis di dua negeri jiran ini. Akibatnya, tiap voucher pulsa apa saja, juga setiap kali satu WNI buka internet (browse), langsung kena "charge" yang terhisap otomatis ke sana. "Artinya, mereka gemuk oleh kebodohan kita. Satu hal lagi, dengan keadaan seperti sekarang, maka informasi apa pun termasuk Rahasia Negara (RHN) jadi telanjang di mata negeri `peanut` Singapura," ujar Benni TBN, pakar IT yang menjadi salah satu pembicara dalam diskusi tersebut. Golkar Desak Menkominfo Dalam kaitan itulah, demikian Fayakhun Andriadi, Fraksi Partai Golkar (FPG) mendesak Menteri Negara Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) agar mampu berdaya upaya menegakkan kedaulatan bangsa Indonesia di ranah "cyber" milik bangsa sendiri. "Ranah `cyber` yang dimaksud, tidak hanya meliputi `voice`, namun juga data dan data khusus. Jika tidak, tidak ada Rahasia Negara (RHN) yang tidak `telanjang` keluar," ujarnya. Sebelumnya, rekannya sesama anggota FPG, Paskalis Kossay, secara terpisah mengkhawatirkan adanya dugaan RHN itu bocor ke luar via Singapura. "Kita memang sudah ketinggalan dalam hal kemajuan dan penguasaan teknologi untuk berbagai aspek, utamanya di sektor teknologi informasi (TI)," kata anggota Komisi I DPR RI(Bidang Luar Negeri, Pertahanan Keamanan, Intelijen, Komunikasi, dan Informatika) ini. Kekhawatiran itu, lanjut dia, terus memuncak, apalagi banyak operator seluler dan internet di Tanah Air memang dikendalikan dari dua negara itu. Berbicara melalui hubungan telepon dari Jayapura (sedang menjalankan masa reses dengan mengunjungi konstituen di daerah pemilihan), mantan Wakil Ketua DPRD Papua ini juga mengakui banyak pihak yang sepertinya belum menyadari urgennya menguasai TI, terutama terkait dengan urusan RHN maupun bisnis bernilai miliaran dolar. "Saya kaget juga dengan info dari sebuah diskusi di Jakarta, bahwa seorang pakar IT yang alumni sebuah perguruan tinggi ternama di Indonesia mengungkapkan, bahwa RI benar-benar semakin didikte Singapura dan Malaysia dalam hal telekomunikasi di samping perbankan," ungkapnya. Singapura Kendalikan Jaringan Sementara itu, dalam diskusi terbatas akhir pekan lalu, Benny TBN juga mengungkapkan, saat ini nyatanya lalu lintas jaring optik kita dikendalikan oleh traffic administrator di Singapura. "Karenanya semua jaringan internet dan seluler harus ditarik atau `dipaksa` melewati `persimpulan utama` di kota itu. Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT ------------------------------------ Silahkan lihat file r-i di: http://yahoogroups.com/group/rimbawan-interaktif klik messages terimakasih Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/rimbawan-interaktif/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/rimbawan-interaktif/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
