Dear all,
Bulan Ramadhan sebentar lagi berlalu, akankah dia lewat tanpa menggoreskan sesuatu yang berarti bagi kita? Hanya rasa lapar dan dahaga saja yang kita peroleh?

Pada 10 hari terakhir kita sibuk "mencari" Lailatul Qadr (LQ), utamanya pada malam-malam ganjil amalan ibadah kita luar biasa meningkat, sementara pada 20 hari pertama kemarin biasa-biasa saja- kalau pun tidak disebut acuh tak acuh. Hal ini memang bersumber pada Hadith yang menyebutkan LQ datang di antara 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Namun apakah itu karakter hamba Allah yang sejati apabila ybs hanya meningkatkan peribadatan di 10 hari terakhir bulan Ramadhan itu, lalu merosot lagi selama setahun setelahnya? Padahal Allah ta ala menyatakan bahwa manusia semata-mata hanya diciptakan untuk beribadah kepadaNya. Jadi inilah rupanya yang harus jadi /concern/ kita semua.

Dalam AQ kita dapati "/inna anzalnaahu fii lailatil qadr..." sesungguhnya Kami menurunkan-nya pada malam lailatul qadr. / Di sini jelas yang dimaksud dengan "nya" (hu) menunjuk kepada Al Quran. Sebab menelusuri riwayat kronologis turunnya AQ, Surah Al Qadr turun setelah Surah Al Alaq (surah/ayat pertama wahyu AQ yang diturunkan kepada Rasulullah saw). Dalam Al Baqarah pun dinyatakan bahwa AQ diturunkan pada bulan Ramadhan: "/Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia /....." (AQ 2:185). Demikian pula kita temukan dalam: "/Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi /..." (AQ Al Dukhan:3).

Jadi pada hakekatnya LQ itu adalah petunjuk bagi manusia agar dapat mencapai tingkat kerohanian sedemikian dekat dengan Allah ta ala, sehingga Allah ta ala ridha. Bila Dia sudah ridha, maka Diapun akan memberikan karuniaNya yang khas, yang menuntun hambaNya kepada suatu kondisi yang memungkinkannya untuk mendapatkan suatu pengalaman rohani yang luar biasa. Pengalaman rohani yang sangat luar biasa kenyataannya sudah dialami oleh Rasulullah saw, yang merupakan imbalan bagi pengamalan peribadatan yang sangat luar biasa pula yang telah ditunjukkan oleh Rasulullah saw. Hal mana merupakan janji Allah sendiri "./.maka katakanlah, bahwasanya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi segala perintah-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran"/ (AQ 2:186).

Adapun bulan Ramadahan, utamanya 10 hari terakhir, adalah merupakan fasilitas yang diberikan Allah ta ala kepada kita, agar kita dapat memanfaatkannya sedemikian dalam rangka memenuhi tujuan utama diciptakannya oleh Allah, ialah untuk menyembahNya.

Demikian, setelah kembali kepada fitri- bukan memulai mengisi dengan lembaran "dosa" baru- kita jalani kehidupan dengan kualitas kerohanian yang lebih baik lagi sampai kita ketemu lagi dengan bulan Ramadhan yang akan datang, dan pada masa itu kita benar-benar mendapatkan anugrah: Lailatul Qadr. Insya Allah..............

[Selamat merayakan Hari Idul Fitri Tahun 1431 H "/Taqabbalallahu minna wa minkum Allaahumma taqabbal yaa Kariim/" -Yadi supriadi wendy]

Kirim email ke