Kawan2 Anggota Milis Yth, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang jumlahnya lebih dari 2-juta orang di Malaysia, Timur Tengah, Hongkong, Singapura, Korea, dll, adalah para Pahlawan-pahlawan Devisa Indonesia yang telah bertahun-tahun menopang Perekonomian Indonesia melalui kiriman-kirian uang mereka ke Tanah Air yang jumlahnya sudah mencapai ratusan Milyar Dollar.
Mereka seringkali diperlakukan secara tidak manusiawi, diremehkan, dihina, dicemooh, disiksa, disetrika, malah sampai dibunuh, hanya karena karean kesalahan kecil, yang umumnya tidak secara sngaja sewaktu bekerja. Sebagai pembantu rumahtangga, mereka sering kali tidak kenal waktu kerja, bekerja dalam jam yang panjang, dengan gaji yang sama, tidak ada uang lembur. Ibu Dian TKI di Malaysia Yang mengagetkan kita, ada pula TKI yang tidak diberi gaji selama lebih dari 6-tahun, dan sampai detik ini masih juga gajinya belum dibayarkan. Contohnya adalah Ibu Dian yang sudah berada di Malaysia selama 9-tahun dan tidak bisa pulang ke kampung halamannya di Indonesia karena tidak punya uang untuk kembali. Apakah tidak ada bantuan dari Kedutaan Besar R.I. di Malaysia untuk membantu menyelesaikan permasalahan Ibu Dian itu? Kami ketahui masalah Ibu Dian yang tidak terima Gaji selama 6-tahun itu dari Siaran Langsung TV-One dari Kuala Lumpur ke Jakarta tepat pada hari Lebaran, Jumat, 1 Syawal 1431 Hijriyah, atau tanggal 10 September 2010. Ibu Dian dan anak-anaknya yang masih remaja menangis tersedu-sedu saat pembicaraan videoconference, sampai tak kuat bicara karena kesedihan mereka, seolah-olah ada kekuatan besar yang membelenggu Ibu Dian di Malaysia. Mereka semua sudah saling merindukan masing-masing, karena sudah lama sekali tidak dapat bertemu. Inilah nasib para TKI di luar negeri, penuh penderitaan dan kesengsaraan, padahal mereka itu adalah para pekerja yang rajin, tekun dan keras. Banyak monumen-besar karya mereka, seperti Menara Kembar Kuala Lumpur, Gedung-gedung bertingkat di Dubai dan kota-kota lain, jalan raya, jembatan, perkebunan dan pertanian, dan lain-lainnya. Semoga Pemerintah dan para pihak swasta maupun individu ada yang tergerak hatinya untuk membantu menyelesaikan permasalahan kontrak kerja mereka, agar diberikan imbalan gaji yang sesuai, dan diberikan bantuan hukum dan perlindungan. Dalam menyelesaikan Konflik Perbatasan Indonesia-Malaysia yang masih hangat saat ini, barangkali seperti pernah kami sarankan, mengalihkan para TKI itu ke lokasi-lokasi perbatasan Indonesia-Malaysia yang strategis untuk membangun wilayah-wilayah itu, dengan imbalan gaji dan fasilitas hidup yang tidak kalah besarnya dari pada kalau mereka menjadi TKI. Keuntungan psikologis lainnya adalah mereka menjadi Warga Negara Indonesia Kelas Satu, yang dihormati dan dihargai oleh seluruh bangsa Indonesia. Jauh berbeda status mereka saat di Malaysia atau negara-negara lain, yang sama sekali tidak dihargai, dihina dan dicemohkan. Semoga informasi ini dapat menggerakkan hati kita untuk bertindak memanfaatkan situasi yang tepat saat ini, menyelesaiakan permasalahan TKI yang menderita dan sekaligus untuk menyelesaikan Konflik Perbatasan Indonesia-Malaysia dengan cara penguasaan wilayah-wilayah perbatasan ini secara defakto, dengan mengirim para TKI itu ke lokasi-lokasi pembangunan yang strategis. Mereka adalah tenaga-tenaga kerja yang trampil, rajin dan berpengalaman. Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1431H, mohon maaf lahir dan bathin. Semoga dengan hati dan jiwa yang Fitri, bangsa Indonesia dapat membuat keputusan yang tepat untuk menyelesaikan berbagai permasalahan bangsa yang sedang dihadapinya. Semoga bemanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara. Wassalam, S Roestam http://presidenku.com
