Kawan2 Milis Yth, Dengan makin banyaknya korban-korban tentara NATO yang tewas tiap hari di Afghanistan, serta makin mendekatnya jadwal penarikan tentara AS dari Afghanistan, yaitu Juli 2011 sebagaimana dijanjikan oleh Presiden AS Barack Obama, maka makin besar pula tekanan kepada Pemerintah AS dan Afghanistan untuk menghentikan Perang di Afghanistan yang sudah berjalan 9-tahun melalui perundingan dengan pimpinan Taliban.
Untuk mengurangi korban tewas dari pihak tentara NATO dan untuk membunuh para Pimpinan menegah Taliban, AS menggunakan banyak sekali serangan pesawat-pesawat terbang tanpa awak "Predator drones". Antara bulan Juni- September 2010 saja, pewawat2 Predator drones itu telah menjatuhkan sebanyak 2.100 bom atau missile ke arah konsentrasi- konsentrasi tentara Taliban. Serangan-serangan itu tentu saja tidak hanya membunuh tentara Taliban, tetapi juga penduduk sipil, anak-anak dan wanita yang tidak berdosa. Jendral Petraeus, Pemimpin tentara NATO di Afghanistan yang menggantikan Jendral McCrystal, sebelumnya memang menggunakan takitik yang serupa di medan perang Iraq, sehingga dapat dibentuk Pemeritahan di Iraq yang didukung oleh semua pihak, walaupun sampai saat ini belum juga terbentuk Pemerintahan Iraq yang benar-benar kuat. Jendral McCrystal sebelumnya pernah meng-kritik kebijakan AS ini, bahwa taktik penghancuran konsentrasi-konsentrasi tentara Taliban tidak akan pernah berhasil untuk membawa mereka ke meja perundingan. Kritik ini telah membuat marah Pemerintahan Presiden Obama, sehingga akhirnya McCrystal dicopot dari jabatannya. Sebaliknya taktik ini malah akan membuat marah dan kebencian kepada tentara NATO, dan membalas mereka dengan serangan-serangan bom bunuh diri. Kesalahan utama sebenarnya ada di pihak-pihak yang mengobarkan Perang Iraq dan Perang Afghanistan, dua negara berdaulat yang diserang dengan alasan-alasan yang tidak jelas serta dibuat-buat, seperti telah terbukti. Sekarang para penyerang itu terkena getahnya, mereka akan sulit meninggalkan medan perang dengan kemenangan total seperti yang mereka harapkan. Apakah sejarah Perang Vietnam akan terulang kembali, dengan penarikan tentara AS secara tergesa-gesa dan dipermalukan oleh tentara Ho Chi Minh sehingga terpaksa AS mengakui kedaulatan Vietnam seperti sekarang? Kejadian tersebut diatas juga merupakan kegagalam PBB yang membiarkan negara-negara Adikuasa untuk menyerang negara-negara kecil, dan bukannya membiarkan mereka menyelesaikan perselisihan domestik mereka. Si;ahkan ditanggapi. Wassalam, S Roestam http://presidenkita.wordpress.com -- Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat. Info pengelolaan milis Indonesia next better : http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt
