Kenapa kok manajemen sosial pake versi tebak-tebakan begini Pak Mitro?

Bukankah sudah sangat jelas bahwa fitrah manusia itu bebas asal TIDAK
MENGGANGGU dan MERUSAK ORANG LAIN (juga dirinya sendiri)?

Bukankah kalau mengambil harta orang lain namanya MALING atau RAMPOK?
Apa mengambil harta orang banyak dengan segala macam alasan yang
dilegitimasi jadi bukan MALING atau RAMPOK?

Bukankah memperkuda orang lain, namanya memperBUDAK atau menjajah?
Apakah dengan segala macam aturan main yang dilegitimasi oleh sekelompok
kecil orang saja menjadikan pembagian keuntungan atau gaji bagi yang sangat
kecil bagi yang bekerja menjadi bukan memperBUDAK?

Dari mana asalnya kekayaan seseorang?
Apa dia sendiri yang mencetak uangnya tanpa bantuan orang lain?

Kapan manusia bisa lebih waras dan lebih civilized ?

Salam Z


2010/11/8 S Roestam <[email protected]>

> Kawan2 Anggota Milis Yth,
>
> Menarik sekali tulisan Christanto Wibisono di Harian Kompas 8 Nov 2010
> tentang sejarah perkembangan Kapitalisme, mulai dari Kapitalisme 1.0 sampai
> saat ini Kapitalisme 4.0.
>
> Kapitalisme 1.0 didasarkan atas teori Adam Smith tentang pasar bebas murni
> (laisez faire) yang berlangsung dari tahun 1800-an sampai berakhir dengan
> kegagalannya, yaitu ambruknya pasar saham Wall Street pada Oktober 1929,
> dan menimbulkan resesi dunia yang berkepanjangan.
>
> Ideologi Kapitalisme ditentang keras oleh Partai Komunis Uni Sovyet dan
> RRC yang muncul pada tahun 1917 dengan ideologi Komunisme.
>
> Belajar dari pengalaman sebelumnya, maka dimunculkan Kapitalisme 2.0sebagai 
> hasil dari kombinasi teori Keynesian
> (John Maynard Keynes) dan New Deal (Presiden AS Franklin D. Roosevelt).
> Kapitalisme 2.0 ini bersaing ketat dengan ideologi Komunisme hingga tahun
> 1970-an, setelah RRC dan Uni Sovyet mau mengadopsi ideologi Kapitalisme 2.0
> pada tahun 1979, dan meninggalkan secara bertahap ideologi Komunisme
> mereka.
>
> Kapitalisme 2.0 dilanjutkan dengan Kapitalisme 3.0 setelah Presiden AS
> Ronald Reagan dan Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher menerapkan 
> swastanisasi
> dan liberalisasi sektor finansial. Hasilnya setelah 29-tahun berjalan
> adalah jatuhnya kembali pasar saham Wallstreet beserta Lehman Brotherspada 
> tahun
> 2008, setelah 10-tahun sebelumnya meruntuhkan perekonomian Asia Timur
> termasuk Indonesia. Ini adalah dampak dari Fundamentalisme pasar 
> denganekonomi gelembung (Bubble Economy)
> .
>
> Manusia kembali harus belajar dari pengalaman masa lalu, dimana liberalisasi
> pasar tidak boleh terlalu liberal, dan regulasi tidak boleh terlalu ketat.
> Ini adalah hasil dari kekalahan Presiden Barack Obama pada tanggal 3
> November 2010 yang lalu. Kebijakan Obama yang terlalu pro Ekonomi Kerakyatan
> harus dirubah untuk juga memberikan ruang bagi liberalisasi pasar yang tidak
> terlalu liberal. Jadi antara kedua kubu itu harus di-regulasi secara
> berimbang. Ini akan menjadi ideologi Kapitalisme 4.0 atau Ekonomi Jalan
> Tengah yang pernah dimunculkan saat Pemilu Presiden R.I. 2009 yang lalu.
>
> Pengalaman Perekonomian Global yang sekarang harus mengadopsi Kapitalisme
> 4.0 atau Perekonian Jalan Tengah ini juga harus diterapkan dalam regulasi
> Telematika Indonesia, dimana regulasinya tidak boleh terlalu ketat, tetapi
> hendaknya agar berimbang, antara peran swasta dan masyarakat dengan peran
> Pemerintah.
>
> Silahkan ditanggapi dan semoga bermanfaat.
> Wassalam,
> S Roestam
> http://wartaduniamaya.blogspot.com
>
>

Kirim email ke