Kawan2 Anggota Milis Yth, Kita baru saja mendapat kunjungan orang nomor satu Amerika Serikat, Presiden Barack Hussein Obama yang banyak memberikan inspirasi bagi kita dan dunia agar menerapkan prinsip-prinsip pluralisme, demokrasi, dan kebersamaan, dan kesamaan derajat diantara bangsa-bangsa didunia, bukan dominasi kekuasaan. Beliau banyak mengutip ideologi yang dianut bangsa Indonesia, seperti Pancasila, Bhinneka Tunngal Ika, dan keberhasilan bangsa Indonesia dalam menyelesaikan berbagai konflik di dalam negeri. Indonesia sebagai sebuah contoh demokrasi yang behasil membuat masyarakat yang berbeda keyakinan agama dapat hidup berdampingan secara damai. Beliau lebih mengedepankan penyelesaian konflik secara damai, atau Soft Power, melalui perundingan dari pada melalui peretempuran fisik. Ini merupakan kampanye Obama saat berpidato dalam kampanye Pemilihan Presiden AS tahun 2008.
Cita-cita Obama untuk merubah kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat pada kenyataannya memang tidak selalu berjalan mulus, seperti penyelesaian konflik Israel-Palestina, Perang Iraq, dan Perang Afghanistan, sebab perang yang dikobarkan oleh pendahulunya, Presiden George W. Bush, penuh dengan asumsi-asumsi yang tidak benar, seperti adanya senjata pemusnah massal di Iraq, dll. Untuk perang Iraq, memang Obama telah membuat keputusan yang tepat, yaitu menarik seluruh pasukann AS pada bulan Juni 2011. Sedangkan untuk perang Afghanistan, keputusannya masih keliru dengan terus melanjutkan serangan-serangan pesawat tempur tak-berawak yang menimbulkan banyak korban-korban berjatuhan dari rakyatr yang tak berdosa. Obama harus membuat keputusan yang berani dan tepat, sebab sudah diperkirakan bahwa Perang Afghanistan akan berjalan lama dan tak mungkin dimenangkan oleh tentara pendudukan AS dan NATO. Jangan sampai AS menelan kekalahan pahit dan memalukan seperti Perang Vietnam. Obama harus segera menghentikan perang Afghanistan, menghentikan pertempuran fisik yang telah menewaskan puluhan ribu korban rakyat Afghanistan yang tak berdosa, dan menggantikannya dengan Soft Power, melalui perundingan perdamaian antara fihak-fihak yang bertikai. Ini akan dapat menghemat anggaran perang AS sampai ratusan milyar Dollar yang saat ini memang sangat dibutuhkan oleh Pemerintah AS untuk memulihkan perekonomiannya yang sedang terpuruk. Terkait dengan judul berita diatas, itu adalah sebuah kekeliruan atau kebodohan sebuah operasi intelijen CIA yang mereka lakukan di Italia disiang hari bolong tahun 2003, dimana operasi-operasi CIA itu dengan mudah dapat dilacak, untuk menangkap seorang tersangka teroris, Osama Mustafa Hassan Nasr, atau Abu Omar. Abu Omar akhirnya dikirim ke Mesir, disiksa sampai berbulan-bulan di penjara Mesir, dan akhirnya dibebaskan karena tuduhan-tuduhan terhadapnya tidak terbukti. Saat ini di Pengadilan Italia sedang diproses pengadilan terhadap 23 orang warga negara AS sebagai anggota CIA yang melakukan penangkapan Abu Omar secara illegal, dan menjadi berita hangat di The New York Times saat ini. Apakah operasi itu merupakan perintah langsung orang nomor satu di AS saat itu, Presiden Bush? Apakah ada peran Perdana Menteri Italia saat itu, Silvio Berlusconi? Jawabannya akan sangat menarik untuk diketahui oleh kita semua, bahwa pelanggaran HAM tidak dapat lagi ditolerir oleh masyarakat dunia. Silahkan ditanggapi. Semoga bermanfaat. Wassalam, S Roestam http://presidenkita.wordpress.com
