Kawan2 Anggota Milis Yth,

Saya ingin sharing info tentang kemajuan yg cukup significant dalam 
penyelesaian masalah BWA WiMAX Indonesia.

Marilah kita berfikir yg lebih jernih agar Industri Manufaktur ICT di 
Indonesia bisa melaju dengan pesat, setelah tertunda lebih dari 2-
tahun.

Silahkan ditanggapi secara positif dan konstruktif, demi kemajuan 
bangsa dan negara.
Wassalam,
S Roestam
http://wirelesstekno.blogspot.com
http://wartaduniamaya.blogspot.com
------------------------------------------------------- diskusi dari 
milis tetangga yg menarik --------------------

----Original Message----
From: [email protected]
Date: 01/12/2010 8:13 
To: <[email protected]>
Subj: Re: [Qbmember] It&#39;s Stupid to be Afraid

Pak Suhanda, p Nandar, p Nano, ibu Betti DKK,

Sepertinya sudah mulai ada titik terang dalam perdebatan standar WiMAX 
d dan e ini, sebagaimana di beritakan di Koran JKT sbb:

http://m.koran-jakarta.com/index.php?
id=69010&&mode_beritakategori&&mode_beritadetail

Dan
http://m.koran-jakarta.com/index.php?
id=69009&&mode_beritakategori&&mode_beritadetail

Pemerintah sebagai Regulator telah sadar untuk kembali ke jalan yg 
benar, menetapkan kebijakan Teknologi Netral, agar Industri bisa pilih 
mana yg paling fisibel secara bisnis, teknologi dan operasional.

Sekarang tinggal pilih, menetapkan 2,3 GHz untuk WiMAX e/d, atau LTE. 
Kalau pilih 2,3 GHz untuk LTE, maka kesalahan yg sama seperti WiMAX d 
akan terulang kembali. Perangkat LTE Indonesia tidak bisa dipakai untuk 
jalan2 ke LN, sebab negara lain tidak menaruh LTE di pita frekwensi 
itu.

Jadi paling tepat pita 2,3GHz adalah untuk WiMAX e/d saja, sehingga 
industri DN perangkat WiMAX 16e bisa langsung tancap gas untuk melaju 
dengan pesat, Broadband Economy yg sudah lama di gembar-gemborkan bisa 
segera ter-realisasikan. Harga modem 16e sudah mendekati modem 3G, 
sehingga Rakyat Indonesia tidak dibebani biaya mahal.

Kelemahan lain dari LTE adalah barangnya masih sangat langka dan 
sangat mahal, sebab trial-nya baru dimulai akhir 2010, sehingga harga 
modem yg terjangkau masyarakat baru akan terjadi 2-tahun lagi.

Selain itu, teknologi LTE adalah teknologi Proprietary, tidak banyak 
yg bisa diperoleh oleh Industri DN, karena harus bayar lisensi yg 
mahal.

Keunggulam WiMAX 16e adalah bukan proprietary dan teknologi ini sudah 
dikuasai anak2 bangsa.
Memilih 2,3GHz untuk LTE adalah sebuah kekeliruan yg tidak bisa 
dimaafkan oleh anak-cucu kita, sebab kesempatan emas untuk membangun 
Industri DN ICT kembali digagalkan.

Silahkan ditanggapi lagi agar kita lebih yakin akan kebenaran 
keputusan yg akan kita ambil.
Semoga bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara yg kita semua 
cintai.

Wassalam,
S Roestam
http://wirelesstekno.blogspot.com

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung 
Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: Malifax ID - Suhanda <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Wed, 1 Dec 2010 07:51:30 
To: '[email protected]'<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [Qbmember] It's Stupid to be Afraid

_______________________________________________
Qbmember mailing list
[email protected]
http://leadershipqb.com/mailman/listinfo/qbmember_leadershipqb.com

_______________________________________________
Qbmember mailing list
[email protected]
http://leadershipqb.com/mailman/listinfo/qbmember_leadershipqb.com




--
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt

Kirim email ke