Sekedar segelas air putih
Perspektif sufi ttg kondisi mesir.
Semoga bermanfaat.

Salam,
Nurcholid


Assalamu alaykum wr wb, Bismillahir Rahmaanir Rahim,

Kita telah melihat di berbagai tayangan TV tentang kondisi Mesir saat ini, 
begitu banyak korban jatuh, berikut ini ceramah dari Mawlana Syaikh Nazim qs, 
seorang pemimpin sufi dunia saat ini berusia 90 tahun telah memberikan berbagai 
ulasan tentang bagaimana memperbaiki pemimpin bangsa, tentang demonstrasi 
khususnya yg terjadi Mesir saat ini, dan bagaimanakah bimbingan Nabi saw 
terhadap berbagai masalah di akhir zaman ini dan bagaimana jalan pemecahannya.

Ulasan beliau dan prediksi mendatang tentang jatuhnya negara-negara islam dalam 
masalah ini termuat di www.sufilive.com, artikel ini berasal dari

http://www.sufilive.com/Purify_Yourselves_and_Allah_Will_Give_You_Good_Rulers_-3114.html

Wahai Bangsa Mesir Bersihkan Dirimu Terlebih Dahulu, Maka Allah Akan 
Memberikanmu Pemimpin yang Baik!

Sultan al-Awliya Mawlana Syaikh Nazim al-Haqqani qs

31 Januari 2011 Lefke, Siprus

Allahu Akbar, Allahu Akbar, laa ilaaha illa-lLâh, Allahu Akbar, Allahu 
Akbar,wa lillahi wa l '-Hamd! Alfu shalat, salam Alfu. (Du `a) A`udzu billahi 
min asy-Shaytaani '-rajim. Bismillahi 'r-Rahmani' r-Rahiim.

Wahai Manusia! Jadilah hamba Allah, Kami datang kepadamu, untuk mengatakan 
jadilah hamba Allah, jadilah pelayan Allah. Kami ingin mengajak manusia untuk 
datang melalui bimbingan Nabi Muhammad saw, dia adalah Penutup para Nabi

Wahai hamba Allah! Beribadahlah dan patuhi Tuhanmu. Kita hidup pada zaman yang 
penuh dengan berbagai fitnah. Kami berada di akhir zaman, dan kita ini adalah 
umat yang terakhir. Tidak ada Nabi lagi setelah Nabi Penutup (saw). Dialah Yang 
Awal dan Yang Akhir. Dia berkata, "Aku diberkan pengetahuan "Ulum 'l-Awwalin wa 
'l-Akhirin", Pengetahuan Awal dan Akhir. Nabi saw mengetahui seluruhnya dari 
awal penciptaan sampai akhir Penciptaan.

Sejak lima belas abad yang lalu (1.500 tahun yang lalu) dia adalah seorang 
Nabi, pujian tertinggi dan keberkahan untuknya. Dia telah diberi pengetahuan 
bangsa-bangsa (umat) masa lalu serta pengetahuan tentang umat (bangsa-bangsa) 
yang akan datang.

Ya Allah! Tinggikanlah kehormatannya dan kemuliaannya, cahaya dan 
kebahagiaannya. Ia datang sebagai Rahmatn lil Alamin," Rahmat bagi semua umat 
manusia, bagi semesta alam ". Nabi saw datang bukan untuk memberikan 
penderitaan bagi manusia. Misinya adalah untuk membebaskan umatnya dari 
penderitaan, dan untuk menyelamatkan umat manusia dan seluruh mahluk 
ciptaanNya! Ini adalah kewajiban setiap manusia dan khususnya setiap Muslim 
untuk belajar dan mengambil tindakan sesuai dengan ajaran dan bimbingan Nabi 
Muhammad saw, dan perintah Allah (swt), Sang Maha Pencipta.

Nabi (saw) telah memberitahukan kepada kita tentang peristiwa diwaktu-waktu 
yang akan datang, karena waktunya beliau saw adalah sampai akhir zaman. Allah 
(swt) telah memberikan bukti yang nyata dengan cahayaNya. Orang-orang yang 
mengikutinya akan aman sedangkan mereka yang melawannya, maka mereka akan 
menderita pada Akhir Zaman ini. Mereka akan terjatuh dari jalan yang lurus 
kedalam api neraka.

Kami mengatakan hal ini untuk setiap manusia yang ingin mengetahui dan berpikir 
tentang Nabi Muhammad (saw)! Bagaimanakah karakternya? Apakah pesannya? Allah 
(swt) telah mengirim Nabi (saw) sebagai utusan untuk seluruh Ciptaan-Nya. 
Mereka yang tidak mengetahui hal ini, maka mereka adalah pengikut setan, dan 
mereka yang mengikuti Nabi saw maka mereka akan menang dan diselamatkan. Mereka 
yang tidak mengikutinya akan jatuh ke dalam berbagai masalah dalam kehidupan 
didunia ini dan akan lebih banyak masalah yang jauh lebih berat dalam Kehidupan 
Akhirat nanti.

Sekarang bangsa Mesir telah terjatuh ke dalam berbagai masalah antara mereka 
dan pemimpin mereka. Pemimpin mereka adalah setan, karena mereka telah 
mengikuti langkah-langkah setan yang telah membawa mereka kejurang kesulitan 
yang tak berujung dan kematian yang tak terhitung jumlahnya. Orang-orang Mesir 
sekarang telah turun memenuhi kejalan-jalan tersebar dimana-mana seperti tawon, 
mereka ingin mengganti pemerintahan mereka.

Inna Allaha laa yughayyiru ma bi qawmin hatta yughayyiru maa bi anfusihim.

Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka 
merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. (Ar-Ra `ad, 13:11)

Mereka keluar ke jalan-jalan, mengajak orang yang berada di kiri kanannya. Itu 
bukanlah ajaran dari Nabi Penutup (Muhammad saw), dan Anda telah meninggalkan 
ajaran Nabi saw, bahkan bertentangan dengan ajaran Nabi (saw). Anda ingin 
menjadikan pemimpin Anda benar, tapi apakah kalian telah memeriksa keadaan diri 
kalian sendiri? Apakah Anda menemukan diri kalian telah berada di Jalur yang 
Benar?

Jika mereka berada di Jalur yang benar, maka pemimpin kalian pun akan berada di 
jalan yang benar juga. Jika Anda tidak mengubah diri Anda, bahkan jika Anda 
mengganti pemimpin Anda sampai tujuh puluh kalipun, Anda akan mendapatkan yang 
jauh lebih buruk. Wahai bangsa Mesir dengarkan ini! Tetapi sebagian besar dari 
kalian mendengarkan setan dan tidak mendengarkan yang Haqq, tidak mendengarkan 
perintah Allah (swt)! Maka inilah akibatnya bagi kalian.

Ikuti jalan yang benar maka Allah akan memperbaiki penguasa Anda. Tetapi kalian 
malah turun ke jalan-jalan seperti binatang. Demonstrasi bukanlah dari ajaran 
Islam. Jika kalian mengganti penguasa Anda dengan cara seperti ini, mengganti 
Mubarak, maka kalian akan mendapatkan pengganti lainnya yang jauh lebih buruk 
dan kemudian kalian ganti lagi, maka yang ketiga bahkan akan jauh lebih buruk 
lagi dan seterusnya. Astaghfirullah, wa yaa fawzan lil '-mustaghfirrin.

Dengarkan Allah dan kalian akan selamat dalam kehidupan didunia ini dan di 
akhirat kelak. Jika kalian tidak mendengarkan perintah Allah, maka murka-Nya 
tidak akan diangkat dari kepala kalian. Siapa yang telah menempatkan seorang 
penguasa untuk kalian? Agama adalah adab, dan adab membawa orang dekat dengan 
Allah swt.

Sayyidina Adam (as) berkata:

Qaala rabbana zhalamna anfusana wa in lam taghfir lana wa tarhamna lanakunanna 
min al-khasirin.

Dua dari mereka [Adam dan Hawa] Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah 
menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi 
rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi. 
'(Al-A `raf, 7:23)!

Wahai Tuhan kami! Engkau mengetahui keadaan kita. Perbaikilah diri kami dan 
peringatkan dan koreksi kami, keluarkan diri kami dari ego dan perangkap Setan. 
Fatihah.

Wa min Allah at Tawfiq



"..Hasbunallah wa ni'mal wakiil."
(QS.Ali Imran 173)                                           اَللَّهُمَّ صَلِّ 
عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ

Kirim email ke