Membingnungkan,..

mana yang betul sih, veteran yang tidak mau keluar dari rumah dinas atau negara 
yang meminta rumah negara dikembalikan,.

memang bangsa ini membutuhkan  orang-orang yang memiliki perasaan malu,..malu 
jadi pemimpin yang tidak adil dan juga malu jadi rakyat yang tidak adil..

salam,.





________________________________
Dari: Mohammad Andri Budiman <[email protected]>
Kepada: "[email protected]" <[email protected]>
Terkirim: Ming, 27 Maret, 2011 13:28:56
Judul: [indonesia] Rumahnya Digusur, Purnawirawan TNI Mengadu ke 'Jenderal 
Sudirman'

Habis manis, purnawirawan dibuang. Mengadu pada Jenderal Sudirman pun jadi 
alternatif satire keputusasaan.

Excerpt:
"Pejabat sekarang sudah kepala batu. Mereka lebih mementingkan kekuasaan. 
Walaupun Jenderal Sudirman sudah tidak ada, tapi roh-nya masih bisa melihat 
keadaan kami."

Salam,
CA

Source: 
Source: 
http://m.detik.com/read/2011/03/27/104956/1602081/10/rumahnya-digusur,-purnawirawan-tni-mengadu-ke-'jenderal-sudirman'


--begins--
Rumahnya Digusur, Purnawirawan TNI Mengadu ke 'Jenderal Sudirman'

Didi Syafirdi : detikNews

detikcom - Jakarta, Sekitar seratus orang purnawiran TNI dan pensiunan PNS 
menggelar aksi demo di depan Patung Jenderal Sudirman. Mereka hendak mengadu ke 
'Jenderal Sudirman' karena rumah mereka digusur pemerintah. Karena Jenderal 
Sudirman sudah tidak ada, maka patungnya pun dijadikan pengganti.

"Rumah saya mau digusur lalu dibangun apartemen. Kita ingin melapor ke Jenderal 
Sudirman agar menegur para pejabat jangan main gusur seenaknya kita dianggap 
binatang," ujar salah seorang peserta demo, Letkol Purnawirawan Ilyas Karim 
kepada wartawan di lokasi demo, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu 
(27/3/2011).

Aksi yang mengatasnamakan Aliansi Penghuni Rumah Negara ini dimulai sekitar 
pukul 09.30 WIB. Mereka berkerumun mengelilingi patung, sambil tak henti 
melakukan orasi.

"Pejabat sekarang sudah kepala batu. Mereka lebih mementingkan kekuasaan. 
Walaupun Jenderal Sudirman sudah tidak ada, tapi roh-nya masih bisa melihat 
keadaan kami," imbuh Ilyas.

Di sekitar patung, juga ditempeli sejumlah spanduk. Misalnya, salah satu 
spanduk 
berukuran 2x5 meter dipasang di bagian bawah patung dengan tulisan "Jenderal, 
penerusmu telah mengkhianati rakyat". Di belakang tulisan itu terpasang foto 
SBY 
yang sedang berpakaian TNI.

Selain itu, ada juga spanduk ukuran 1x2 meter bertuliskan: "Turunkan tanganmu 
Jenderal, perjuangannmu telah dikhianati penerusmu". Para pengunjuk rasa juga 
membawa keranda. Di keranda itu tertulis "Tandu Gerilya Keadilan".

Sementara itu, Ketua Gerakan Moral Penghuni Rumah Negara, Doni Sunaryo, 
menjelaskan aksi ini diikuti oleh warga yang rumahnya menjadi bagian 
penggusuran 
TNI maupun sipil. "Di sini ada juga PNS, ada yang rumahnya di Otista, Serpong, 
Mampang dan Bogor," ucap Doni.

Aksi ini tidak menyebabkan kemacetan. Jalur cepat di Jalan Jenderal Sudirman 
hari ini bebas kendaraan bermotor lantaran ada car free day.
--ends--
Sent from my 
BlackBerryêå¢fÚ•¨]jV¦‘ªòi·«²)Þ®­z¶©‘©äj'Z†)f»û^’z%¢¬z»Z‘«"†Æ²jxjyš�öš¶éíºKŠÈš•©�zh¤y¶¡jšjwnž&�jv¤†*Ú´‰ß¢—§�éh•¦§š)b°‰Ý¢w¬‰©ÞÆÖ޶׫†Ûiÿúnnw±µ·­µêçzßߊW¬þh¥ŠËb�Ú'zÈšŠwè·


Kirim email ke