bagaimana dengan dosen2 di singapore?......apa kelanjutan dari kasus terbunuhnya mahasiswa indonesia disana sudah di perhatikan makalah yang dibuatnya ?.
2011/4/16 Harlizon MBAu <[email protected]> > Banyak orang yang menjalankan PROFESI dan PROFESIONAL di dalam kehidupan > nyata... > Mereka memiliki SKILL yang mampu melakukan PROFESInya dengan baik dan > PROFESIONAL secara nyata... > Jadi bukan hanya sekedar jadi AHLI-KITAB yang nulis-nulis paper, makalah > atau sebagai pembicara/presenter yang mengajarkan / men"sharing" SKILLnya... > > Pertanyaannya: Kenapa mereka tidak disebut PROFESOR ? > Salam Z > > 2011/4/16 Mohammad Andri Budiman <[email protected]> > >> FYI >> >> Salam, >> CA >> >> ---------- Forwarded message ---------- >> From: Johan Romadhon <[email protected]> >> Date: 2011/4/15 >> Subject: [Alumni STAN] FW: Dosen-dosen busuk >> To: [email protected], [email protected] >> >> >> >> Saya gak tahu sumbernya dari milis mana, tapi saya nemuin tulisan ini >> di milis CFBE (LSM pendidikan) yang nyalin dari milis para alumni ITB. >> Di milis alumni ITB dan CFBE, tulisan ini jadi diskusi rame bangets. >> Pesan saya satu: meskipun “kreatif”, tapi jangan sekali-kali dipraktekin >> ya…..:) >> Sugeng midangetaken…. (Tanya Mahdum or Dedhi artinya…;)) >> >> JR STA 87 >> >> Ada berita memprihatinkan di milis sebelah berikut ini.. >> >> Salam, >> >> INOEL >> >> >> >> Dosen-dosen “Busuk” >> >> Kemarin saya mengikuti rapat di Dikti dengan Ditnaga, Pak Supriyadi. >> Informasi yang disampaikan Pak Supriyadi tentang kelakukan para dosen >> di Indonesia, khususnya yang sedang mengajukan kenaikan pangkat, >> sungguh memalukan. Institusi pendidikan yang diharapkan menjadi >> benteng terakhir penjaga norma dan kejujuran sudah rusak, bukan oleh >> segelintir dosen, tetapi oleh sangat banyak dosen berperilaku “busuk” >> dengan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan pribadi. >> Beberapa kelakuan dosen tersebut yang disampaikan Pak Supriyadi >> adalah: >> >> - Memalsukan karya ilmiah. Makalah ilmiah orang, khususnya yang >> diterbitkan di jurnal ilmiah internasional diganti nama penulis >> aslinya menjadi nama yang bersangkutan. Dengan membawa ke tempat >> percetakan, maka tidak kentara bahwa makalah tersebut adalah makalah >> orang lain yang dipalsukan. >> >> - Membuat jurnal palsu. Satu nomor jurnal internasional dimodifikasi. >> Caranya adalah mencabutkan satu makalah yang ada dalam jurnal tersebut >> dan diganti dengan makalah dia. Seolah-olah makalah dia sudah >> diterbitkan dalam jurnal tersebut. Dosen tersebut kemudian menjilid >> ulang jurnal tersebut sehingga tampak sebagai jurnal yang asli. >> >> - Membuat jurnal nasional palsu. Ada kejadian dua dosen dari >> universitas yang sama dan jurusan yang sama. Mereka sama-sama >> mengajukan kenaikan pangkat. Ketika diteliti dokumennya, mereka >> melampirkan jurnal dengan volum yang sama dan nomor yang sama. >> Seharusnya jurnal tersebut memuat paper-paper yang sama. Tetapi >> ternyata tidak. - Jurnal dengan volum dan nomor yang sama tersebut >> memuat paper-paper yang berbeda. Jurnal yang dilampirkan si A memuat >> peper si A, sedangkan jurnal yang dilampirkan si B memuat paper si B. >> Ini berarti salah satu atau kedua dosen tersebut telah membuat sendiri >> jurnal tersebut dan mamasukkan makalahnya masing-masing ke dalamnya. >> >> - Mengubah nama di ijasah luar negeri. Ijasah luar negeri orang lain >> diganti namanya dengan nama dia. Lalu dia datang ke percetakan untuk >> membuatkan ijasah yang persis sama dengan aslinya. >> >> - Menulis paper dengan hanya mencantumkan nama sedndiri pada karya >> mahasiswa bimbingan, agar yang bersangkutan dapat menikmati sendiri >> nilai kum paper tersebut. >> >> - Membuat makalah palsu dari hasil copy paste di internet. Makalah >> tersebut diterbitkan di jurnal yang dikelola sendiri. >> >> >> Hancurlah pendidikan bangsaku. Untuk menertibkan para dosen “busuk” >> tersebut mungkin beberapa langkah perlu dilakukan: >> >> - Membentuk lembaga yang bernama Professor Watch. Lambaga ini >> menyelidiki kesahihan dokumen yang telah digunakan para professor >> untuk naik pangkat. Jika ditemukan kecurangan, professor tersebut >> diadukan ke polisi karena sudah melakukan tindakan penipuan. Kalau >> perlu dipidana, karena dari pekerjaan tersebut dia telah memakan uang >> Negara dari tunjangan kehormatannya yang seharusnya bukan hak dia. >> >> - Jabatan professor tidak diberikan secara permanen. Tiap 5 tahun >> performance profesor tersebut dinilai. Jika tidak perform dengan baik, >> jabatan profesor dicabut. Beberapat poin yang dinilai adalah: adanya >> mahasiswa bimbingan (khususnya mahasiswa doctor), penelitian yang >> dilakukan, karya ilmiah yang dihasilkan, pengajaran, dan lain-lain, >> yang dia lakukan setelah menjabat sebagai profesor. Kalau semua hal >> itu tidak dilakukan, buat apa kita memiliki profesor seperti itu. >> >> Terlalu keenakan para profesor di Indonesia ini. >> >> >> >> >> ------------------------------------ >> >> Media komunikasi kuyasipil >> ============================================================ >> http://kuyasipil.net/web/ < web kuyasipil >> http://kuyasipil.net/web/wp-login.php?action=register < daftar >> >> email command: [email protected], >> [email protected], [email protected], >> [email protected], >> [email protected], >> admin: [email protected] >> ============================================================Yahoo! Groups >> Links >> >> <*> To visit your group on the web, go to: >> http://groups.yahoo.com/group/kuyasipil/ >> >> <*> Your email settings: >> Individual Email | Traditional >> >> <*> To change settings online go to: >> http://groups.yahoo.com/group/kuyasipil/join >> (Yahoo! ID required) >> >> <*> To change settings via email: >> [email protected] >> [email protected] >> >> <*> To unsubscribe from this group, send an email to: >> [email protected] >> >> <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: >> http://docs.yahoo.com/info/terms/ >> >> -- >> Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta >> kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan >> akhirat. >> >> Info pengelolaan milis Indonesia next better : >> http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt >> > >
