Ngeri untuk membayangkan jika siswa yang sudah membayar mahal sekolahnya...
lalu cuma disuguhi ilmu-ilmu dongengan yang destruktif untuk kehidupan
mereka...

Al Baqarah 2:16

Mereka itulah *orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk*, maka tidaklah
beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk.



Al Baqarah 2:175

Mereka itulah *orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk* dan siksa
dengan ampunan. Maka alangkah beraninya mereka menentang api neraka!


http://www.suaramedia.com/berita-nasional/43046-saling-tuding-ekonom-anggap-akademisi-bohongi-publik.html



*Saling Tuding, Ekonom Anggap Akademisi Bohongi Publik
<http://www.suaramedia.com/berita-nasional/43046-saling-tuding-ekonom-anggap-akademisi-bohongi-publik.html>
*

Kamis, 21 April 2011 08:46

    
*Close*<http://www.suaramedia.com/berita-nasional/43046-saling-tuding-ekonom-anggap-akademisi-bohongi-publik.html##>

<http://www.suaramedia.com/images/stories/1ndonesia/2sri_edi_swasono.jpg>

<http://www.suaramedia.com/images/stories/1ndonesia/2sri_edi_swasono.jpg>Ekonom
UI, Prof DR Sri-Edi Swasono mengatakan, kaum akademisi di kampus juga
melakukan
<http://www.suaramedia.com/images/stories/1ndonesia/2sri_edi_swasono.jpg>



PADANG (Berita SuaraMedia) - Ekonom UI, Prof DR Sri-Edi Swasono mengatakan,
kaum akademisi di kampus juga melakukan "kebohongan publik" seperti
dituduhkan kepada pemerintah Indonesia oleh tokoh lintas agama beberapa
waktu lalu.
"Statuta perguruan tinggi bahkan sumpah sarjana yang menyebutkan kesetiaan
kepada Pancasila, kenyataannya telah mengabaikan Pancasila dalam menyusun
kurukulum dan silabus di kampus," katanya di Padang.

Hal itu disampaikannya dalam orasi ilmiah pada acara puncak Dies Natalies ke
30 dan Lustrum VI Universitas Bung Hatta 2011. Orasi disampaikan dengan tema
"Neoliberalisme adalah penjajahan baru dan Pasal 33 UUD 45, solusi kemelut
ekonomi global".

Ia menambahkan, bahkan acapkali akademisi mengingkari Pancasila dengn
mengajarkan terutama pada tatanan ilmu-ilmu sosial dan budaya, paham
individualisme dan liberalisme.

Sri-Edi Swasono mengatakan, perlunya digariskan strategi budaya dalam
konteks reformasi cara berfikir pembangunan, bahwa pembangunan adalah dari
rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. "Tegasnya, tahta adalah untuk rakyat",
tambahnya.

Pada bagian lain, ia menyoroti strategi pembangunan yang meliputi
perencanaan tahapan, preferensi, prioritas berikut kebijakan operasionalnya
yang harus segera digariskan.

Hambatan pembangunan saat ini, menurut dia, karena "pemasungan" Bappenas
(Badan Perencanaan Pembangunan Nasional), oleh berbagai UU yang lahir di era
reformasi.

Menurut dia, erat kaitannya dengan paham neoliberalisme yang sedang
dihidupkan di Indonesia dan berakibat perencanaan pembangunan struktural
diserahkan kepada mekanisme pasar.

Hal itu, merupakan suatu kemustahilan dan bertentangan dengan Pasal 33 UUD
1945, tambah Sri-Edi.

Selain itu, berbagai UU yang dibuat juga meremehkan pentingnya mendesain
masa depan melalui GBHN (Garis-Garis Besar Haluan Negara).

Perencanaan nasional yang mengemban tugas ideologi, politik, sosial, budaya,
ekonomi dan hamkamnas harus diletakan pada pundak kaum perencanaan
profesional, tegasnya. (Antaranews.com)


*Al Baqarah 2:8-16*



Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan Hari
kemudian", padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.



Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, pada hal *mereka
hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.*



Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi
mereka siksa yang pedih, disebabkan *mereka berdusta.*



Dan bila dikatakan kepada mereka: *Janganlah kamu membuat kerusakan di muka
bumi*, mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan
perbaikan."



Ingatlah, sesungguhnya *mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan,
tetapi mereka tidak sadar.*



Apabila dikatakan kepada mereka: "Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang
lain telah beriman", mereka menjawab: "Akan berimankah kami sebagaimana
orang-orang yang bodoh itu telah beriman?" Ingatlah, *sesungguhnya merekalah
orang-orang yang bodoh, tetapi mereka tidak tahu.*



Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan:
"Kami telah beriman." Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka,
mereka mengatakan: "Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah
berolok-olok."



*Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka
terombang-ambing dalam kesesatan mereka.*



Mereka itulah *orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk*, maka tidaklah
beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk.





Al Baqarah 2:174-176



Sesungguhnya *orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan
Allah*, yaitu Al Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah),
mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya
melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat
dan tidak akan mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih.



Mereka itulah *orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk* dan siksa
dengan ampunan. Maka alangkah beraninya mereka menentang api neraka!



Yang demikian itu adalah karena Allah telah menurunkan Al Kitab dengan
membawa kebenaran; dan sesungguhnya orang-orang yang berselisih tentang
(kebenaran) Al Kitab itu, benar-benar dalam penyimpangan yang jauh.

Kirim email ke