Banyak diantara para ahli ekonomi barat sendiri menyimpulkan bahwa model
ekonomi sekarang adalah model PENJAJAHAN TERSELUBUNG, Para ahli sosialnya
bahkan juga menyimpulkan bahwa inilah sistem PERBUDAKAN TERSELUBUNG.
Barangkali keduanya berpijak pada dampak makronya dimana resource (dan aset)
masyarakat banyak berpindah kepada sekelompok kecil manusia saja, pelan tapi
PASTI. Bagaimana ujungnya? Sudah terlalu banyak contoh "chaotic" bahkan
sampai "perang", baik disini maupun diluar sana,

Yang agak membingungkan adalah, "apakan para "orang besar" sudah lupa bahwa
sebelumnya mereka dan orang tuanya adalah orang-orang kecil juga, yang
terkena dampak kesulitan hidup dimasanya. Bahkan, anak-anak dan cucu-cucunya
juga orang kecil yang bakal terkena dampak perbudakan yang sama di kemudian
hari. Atau, mereka mengira bahwa mereka akan jadi orang besar sampai kiamat
dan lalu mewariskan "kebesarannya" kepada anak cucunya?"

Kalau ditanya kepada Hayam Wuruk, TSAR Rusia, Ferdinand Marcos, Husni
Mubarak, Saddam Hussein serta pada banyak kepala negara yang digulingkan di
masa lalu, Jika jujur, tentu mereka akan cenderung menjawab, "menyelamatkan
nyawa aku saja sudah susah, boro-boro mewariskan "kebesarannya",

An Nisaa’ (Wanita) 4:5
Dan *janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya*,
*harta* yang dijadikan Allah sebagai *pokok kehidupan*. Berilah mereka
belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka
kata-kata yang baik.


2011/5/20 <[email protected]>

> Menurut saya model ekonomi SBY-Budiono jelas sekali Liberal, sangat
> berpihak kepada mekanisme pasar liberal yg hanya menguntungkan yang kuat
> tanpa keberpihakan kepada yg kecil. Alasannya slalu diplintir RI perlu
> investor , lalu siapa yang bisa masuk kan perlu agency nya(baca :calo) yang
> mampu menggiring ke level eksekutif penyelenggara negara.
> Selanjutnya terserah anda apa yg akan terjadi.
> Jika berpihak kepada yg kecil hal ini akan lama, jumlahnya terlalu banyak,
> sulit dikendalikan, sangat rentan thd tuntutan adil, serta lebih banyak
> ramenya daripada tenangnya.
> Terpulang kembali "political will" penyelenggara negara ini.
>
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
>
> -----Original Message-----
> From: "syahganda nainggolan" <[email protected]>
> Sender: [email protected]
> Date: Fri, 20 May 2011 09:42:17
> To: <[email protected]>; <
> [email protected]>
> Reply-To: [email protected]
> Subject: [Wartawan-Indonesia] Fw: Bambang Soesatyo Korban Isu SARA karena
> Vokal
>
>
> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
> Teruuusss...!
>
> -----Original Message-----
> From: [email protected]
> Date: Fri, 20 May 2011 09:39:37
> To: Hasan Kurniawan<[email protected]>; <[email protected]>; LSM
> Hatta Taliwang<[email protected]>; <[email protected]>; Bambang
> Soesatyo<[email protected]>; Ardi Januar<[email protected]>;
> Ishak Pardosi<[email protected]>; Ramlan Elshinta<
> [email protected]>; Teguh Santosa RMOnline<[email protected]>
> Reply-To: [email protected]
> Subject: Bambang Soesatyo Korban Isu SARA karena Vokal
>
> Liem Siok Lan alias Justiani mengatakan bahwa tuduhan SARA kepada Bambang
> Soesatyo pertama beredar di milis tionghoa-net yg membernya mayoritas
> masyarakat Tionghoa, sehingga amat jelas mempunyai motif membela Mendag Mari
> Pangestu dgn mempelintir kalimat Bambang Soesatyo dari kacamata analisis yg
> berbau SARA. Tujuannya untuk memprovokasi anggota milis T-NET untuk mengecam
> Bambang Soesatyo dengan cap SARA. Jadi yg sesungguhnya SARA adalah oknum yg
> melemparkan tuduhan SARA kepada Bambang Soesatyo tsb.
>
> Karena semua orang tahu bahwa Bambang Soesatyo paling berani blak-blakan,
> data akurat, dan sudah menjadi trend setter di Parlemen. DPR tanpa Bambang
> ibarat rumah rakyat yg sepi, tidak berkualitas, dan stigmatik tanpa
> keberpihakan kepada rakyat. Tapi disisi lain, voklanya Bambang Soesatyo
> membuat risih para pejabat dan kroninya, dalam hal ini Mari Pangestu dan
> para kroni yg mendapat manfaat dari perminanan menggunakan kebijakan yg
> penuh siasat Ibu Mendag yg kebetulan Tionghoa tsb.
>
> Saya sendiri seorang Tionghoa, pengusaha kecil, yang merasakan bagaimana
> kebijakan Mari Pangestu membuat pengusah2 kecil seperti saya kembang kempis,
> dan hampir bangkrut, sementara para mafia menguasai dengan seenaknya, bahkan
> tidak jarang (hampir selalu) bisa menentukan siapa2 yang duduk sebagai
> pejabat maupun direksi BUMN.
>
> Yang jadi soal, teman2 pengusaha kecil menengah Tionghoa tidak berani
> bersuara seperti saya. Karena mereka biasanya dan karena sejarahnya buta
> politik. Jaman Orde Baru tidak ada ruang politik buat mereka. Ketika Orde
> Reformasi, dimana politik uang yg marak berperan, maka kembali para
> pengusaha besar saja yg bisa bermain politik dengan uang. Dan masyarakat
> tionghoa kebanyakan sebagaimana masyarakat pengusaha kecil menengah lainnya
> sama sama menderita.
>
> Puncaknya ya posisi Mari Pangestu sebagai barter ucapan terima kasih dari
> pihak yg membantu kemenangan SBY sbg presiden.
>
> Saya bukan fitnah, kalau ada yg tertarik mau melihat peta permainan Mari
> Pangestu, bisa saya tunjukkan dan buktikan sendiri di lapangan kebenarannya.
> Tapi ya percuma juga menggunjingkan Mari Pangestu karena ujung-ujungnya ya
> Bu Ani dan SBY yg tidak jelas pola kepemimpinannya serta tidak punya model
> ekonomi, alias amburadul.
>
>
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
> ------------------------------------
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
> ------------------------------------
>
> Yahoo! Groups Links
>
> <*> To visit your group on the web, go to:
>    http://groups.yahoo.com/group/Wartawan-Indonesia/
>
> <*> Your email settings:
>    Individual Email | Traditional
>
> <*> To change settings online go to:
>    http://groups.yahoo.com/group/Wartawan-Indonesia/join
>    (Yahoo! ID required)
>
> <*> To change settings via email:
>    [email protected]
>    [email protected]
>
> <*> To unsubscribe from this group, send an email to:
>    [email protected]
>
> <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
>    http://docs.yahoo.com/info/terms/
>
>

Kirim email ke