Sebenarnya bukan darurat meski juga ditambah dengan:

- Sebahagian besar lahan-lahan di luar pulau Jawa dikuasai oleh asing dan
swasta-2 besar...
  Sebahagian besar hutan-hutan dengan beragam vegetasinya sudah berubah jadi
1-2 jenis tanaman, jadi lebuh mudah memanajenya...
  Meski tanaman-tanaman tersebut merusak tanah dan bahkan penghasil zat
berbahaya untuk pernafasan, otak dan penyakit kulit, yang jelas ada
perubahan...
  Meski sebahagian besar penduduk asli yang tadinya bisa hidup dari hutan,
sekarang cukup senang-senang menonton dan melongo di pinggir kebun-kebun
besar tersebut tanpa perlu masuk-keluar hutan lagi meski tidak kebagian
tanah yang "ditingkatkan" daya gunanya tersebut... Yang jelas ada
perubahan...
  Kalau penduduk ingin terlbat menanam dan memelihara sebagai plasma,
hasilnya sudah dijamin sang pengusaha besar kestabilan harganya yang
rendah...

- Nyaris sangat sedikit putra Indonesia asli yang mampu bergelut dalam
industri dengan peralatan yang berteknologi agak tinggi... apalagi
memproduksi alat-alat teknologinya...

- Meski dijual seluruh tanah Indonesia, mungkin masih belum mampu untuk
membayar hutang negara...

MASIH TERDAPAT LAUT YANG SANGAT LUAS untuk HIJRAH bersama-sama...
Laut yang sekaligus sudah dibikin dari sononya sebagai INFRASTRUKTUR
ekonomi...
Jadi,
Don't worry... Be happy...!
Barangkali yang mendesak adalah membuat perahu atau getek jika sewaktu-waktu
harus nyebur ke laut bersama-sama...
Don't worry... Be happy...!

2011/5/28 ulfha <[email protected]>

>
>
> Ekonomi Nasional Sudah Darurat?
> Sabtu, 28 Mei 2011 | Editorial
>
> Dalam beberapa hari terakhir, Harian KOMPAS banyak mengangkat soal
> dominasi asing dalam perekonomian nasional. Lalu, saat presidential
> lecture di Universitas Gajah Mada (UGM), Prof BJ Habibie kembali
> mengulang keprihatinan itu dengan mengatakan bahwa "industri
> nasional sudah lama lumpuh."
>
> Menurut mantan Presiden RI ini, enam belas tahun sudah industri
> transportasi Indonesia sebagai salah satu industri strategis lumpuh.
> Sebanyak 48.000 ahli teknologi Indonesia dibubarkan begitu saja,"
> ungkapnya.
>
> Padahal, menurut Habibie, Indonesia sebenarnya sudah memiliki
> industri-industri strategis seperti PT Dirgantara dan PT PAL, yang mampu
> memproduksi pesawat terbang dan kapal berkelas internasional. Akan
> tetapi, industri-industri strategis tersebut dimatikan secara
> pelan-pelan sebelum berkembang pesat.
>
> Habibie membeberkan sejumlah penyebab kehancuran industri tersebut,
> diantaranya: pintu ekspor dibuka lebar-lebar, pasar dalam negeri
> dikuasai produk asing, dan masyarakat dididik hanya untuk konsumtif.
>
> Apa yang disampaikan oleh Habibie ada benarnya. Kenyataan mengenai
> de-industrialisasi sudah banyak dikemukakan oleh para ekonom, peneliti,
> maupun kalangan politisi. Kali ini, karena disampaikan oleh seorang
> mantan Presiden dan sekaligus intelektual terkemuka, maka persoalan
> de-industrialisasi tidak bisa lagi dipandang sebelah mata.
>
> Menko Perekonomian Hatta Radjasa berusaha membantah. Katanya, dominasi
> asing tidak bisa dilihat pada hanyak sektor minyak dan gas, atau
> pertambangan secara umum, tetapi harus dilihat secara umum. "Kalau
> secara menyeluruh, sebenarnya tidak ada," kata Menteri yang juga
> politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini.
>
> Secara sekilas, bantahan Hatta Radjasa nampak benar, tetapi sebetulnya
> sangat keliru. Kalau sektor pertambangan, khususnya energy, telah
> dikuasai oleh pihak asing, maka sektor manapun akan dengan mudah
> dikuasai oleh pihak asing. Bukankah ada orang yang pernah berkata:
> "Siapa yang mengontrol keran minyak dunia, maka dia sudah mengontrol
> ekonomi global."
>
> Tentu saja, tanpa cadangan energi yang memadai, sebuah bangsa akan
> kesulitan untuk membangun perekonomiannya. Bukankah untuk menjalankan
> industri, elektrifikasi, pertanian, rumah tangga, transportasi, dan
> segala macamnya, itu semuanya membutuhkan energy.
>
> Dominasi asing di sektor energi telah menjadi penyebab utama hancurnya
> sebagian besar industri di dalam negeri. Bahkan, ketika PLN harus
> melakukan pemadaman listrik bergilir, salah satu persoalannya adalah
> karena berkurangnya pasokan energi.
>
> Persoalan lain yang juga cukup berkontribusi pada kehancuran industri
> nasional adalah pembukaan pasar yang seluas-luasnya. Proses
> de-industrialisasi sudah berlangsung parah sejak satu dekade terakhir,
> tetapi mencapai tingkat paling parah di era pemerintahan SBY sekarang
> ini. Hal itu terjadi karena SBY-lah presiden paling liberal dan paling
> agressif dalam membuka pasar dalam negeri untuk impor dari negeri-negeri
> imperialis. Hampir semua barang kebutuhan hidup, yang sesungguhnya ada
> dan bisa diproduksi di dalam negeri, justru diperoleh melalui impor dari
> negeri-negeri imperialis.
>
> Pembukaan pasar di dalam negeri, sebagaimana diakui pula oleh Habibie,
> nampak begitu jelas dengan menjamurnya mal-mal yang memasarkan produk
> dari luar negeri, sedangkan produk sejenis di dalam negeri dibiarkan
> menjadi rongsokan dan dianggap sebagai hal wajar dari konsekuensi
> persaingan ekonomi.
>
> Contoh terbaru dari kebijakan pasar bebas ini adalah pemberlakuan
> ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA). Baru setahun lebih
> pemberlakuan ACFTA, kehancuran yang ditimbulkannya sudah sangat luar
> biasa: PHK massal, de-industrialisasi, pasar domestik dikuasai
> barang-barang produk Tiongkok, dan lain-lain.
>
> Apa yang kami sampaikan di atas tentu sudah seringkali tersampaikan,
> sehingga mungkin terkesan mengulang-ulang. Akan tetapi, apa yang penting
> kami sampaikan di sini, adalah bahwa persoalan de-industrialisasi bukan
> lagi diskusi pinggiran, tetapi kini sudah masuk dalam kekhawatiran umum.
> Dengan KOMPAS mengangkat tema penguasaan asing ini, juga penjelasan dari
> BJ Habibie, ada sebuah pesan yang sangat jelas di sini: ekonomi nasional
> sudah sangat darurat!
>
> Anda dapat menanggapi Editorial kami di: [email protected]
>
> http://berdikarionline.com/editorial/20110528/ekonomi-nasional-sudah-dar\
> urat.html<http://berdikarionline.com/editorial/20110528/ekonomi-nasional-sudah-darurat.html>
> <http://berdikarionline.com/editorial/20110528/ekonomi-nasional-sudah-da\
> rurat.html<http://berdikarionline.com/editorial/20110528/ekonomi-nasional-sudah-darurat.html>
> >
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>  __._,_.___
>   Reply to 
> sender<[email protected]?subject=Re%3A%20%5BEditorial%5D%20Ekonomi%20Nasional%20Sudah%20Darurat%3F>|
>  Reply
> to 
> group<[email protected]?subject=Re%3A%20%5BEditorial%5D%20Ekonomi%20Nasional%20Sudah%20Darurat%3F>|
>  Reply
> via web 
> post<http://groups.yahoo.com/group/ekonomi-nasional/post;_ylc=X3oDMTJyaHA1NXNvBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEwMDM4MTM2BGdycHNwSWQDMTcwNTA0MzY5NQRtc2dJZAMxNjI5MQRzZWMDZnRyBHNsawNycGx5BHN0aW1lAzEzMDY1ODE4OTE-?act=reply&messageNum=16291>|
>  Start
> a New 
> Topic<http://groups.yahoo.com/group/ekonomi-nasional/post;_ylc=X3oDMTJmOThqcjk2BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEwMDM4MTM2BGdycHNwSWQDMTcwNTA0MzY5NQRzZWMDZnRyBHNsawNudHBjBHN0aW1lAzEzMDY1ODE4OTE->
> Messages in this 
> topic<http://groups.yahoo.com/group/ekonomi-nasional/message/16291;_ylc=X3oDMTM3M2MzZmQ5BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEwMDM4MTM2BGdycHNwSWQDMTcwNTA0MzY5NQRtc2dJZAMxNjI5MQRzZWMDZnRyBHNsawN2dHBjBHN0aW1lAzEzMDY1ODE4OTEEdHBjSWQDMTYyOTE->(
> 1)
>  Recent Activity:
>
>    - New 
> Members<http://groups.yahoo.com/group/ekonomi-nasional/members;_ylc=X3oDMTJnc3BocDNnBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEwMDM4MTM2BGdycHNwSWQDMTcwNTA0MzY5NQRzZWMDdnRsBHNsawN2bWJycwRzdGltZQMxMzA2NTgxODkw?o=6>
>    3
>
>  Visit Your 
> Group<http://groups.yahoo.com/group/ekonomi-nasional;_ylc=X3oDMTJmajhwMWUxBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEwMDM4MTM2BGdycHNwSWQDMTcwNTA0MzY5NQRzZWMDdnRsBHNsawN2Z2hwBHN0aW1lAzEzMDY1ODE4OTA->
>  Ingin bergabung ke milis ekonomi-nasional?
> Kirim email ke [email protected]
> http://capresindonesia.wordpress.com
> http://infoindonesia.wordpress.com
> FB: http://www.facebook.com/pages/Ekonomi-Merdeka/142825502416243
>  MARKETPLACE
>
> Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get
> the Yahoo! Toolbar 
> now.<http://global.ard.yahoo.com/SIG=15okr5vq9/M=493064.14543979.14365478.13298430/D=groups/S=1705043695:MKP1/Y=YAHOO/EXP=1306589091/L=1acf8dd2-891d-11e0-a8c7-abaa16b86b96/B=fssKAGKImkE-/J=1306581891847516/K=oxnJRWi13duNJvJE1fJpJg/A=6060255/R=0/SIG=1194m4keh/*http://us.toolbar.yahoo.com/?.cpdl=grpj>
>   ------------------------------
>
> Find useful articles and helpful tips on living with Fibromyalgia. Visit
> the Fibromyalgia Zone 
> today!<http://global.ard.yahoo.com/SIG=15okfd267/M=493064.14543977.14365476.10835568/D=groups/S=1705043695:MKP1/Y=YAHOO/EXP=1306589091/L=1acf8dd2-891d-11e0-a8c7-abaa16b86b96/B=f8sKAGKImkE-/J=1306581891847516/K=oxnJRWi13duNJvJE1fJpJg/A=6260316/R=0/SIG=11bc8n8gt/*http://custom.yahoo.com/fibromyalgiazone/>
>   [image: Yahoo! 
> Groups]<http://groups.yahoo.com/;_ylc=X3oDMTJlMTR1aGoxBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEwMDM4MTM2BGdycHNwSWQDMTcwNTA0MzY5NQRzZWMDZnRyBHNsawNnZnAEc3RpbWUDMTMwNjU4MTg5MQ-->
> Switch to: 
> Text-Only<[email protected]?subject=Change+Delivery+Format:+Traditional>,
> Daily 
> Digest<[email protected]?subject=Email+Delivery:+Digest>•
> Unsubscribe<[email protected]?subject=Unsubscribe>•
>  Terms
> of Use <http://docs.yahoo.com/info/terms/>
>    .
>
> __,_._,___
>

Kirim email ke