Saya setuju. Tapi kekhawatiran saya kok lebih mendalam ya, karena ini sudah 
menggerogoti lintas generasi. Yg usia 50 ke atas, 40, 30, bahkan yg baru masuk 
pun sudah melakukan praktek gitu. Jadi sudah dianggap hal lumrah, biasa. Justru 
yg gak gitu aneh. Lebih ngeri lagi itu 'diajarkan' ke anak2 SD yg masih polos, 
dg cara suruh berbohong. Ini khan kacau. 
Mulai dari mana, susah. Kalaupun toh ada pemimpin yg berani berlakukan hukum 
pancung, pastinya 'mereka dkk' akan bersiasat dg berbagai cara agar pro bersih 
ini lenyap ! Makanya dukun santet dan pengacara laku keras disini, krn 
masyarakatnya sakit akut.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Tue, 12 Jul 2011 10:13:04 
To: Indonesia Nextbetter<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [indonesia] Re: Bls: Re: Daftar Harta Ketua BPK, Hadi Purnomo.

Yap betul....tks. 

Ga tahu mesti mulai dari mana ya memberantasnya? Tapi seperti sering dikutip 
MAR, ikan itu busuknya mulai dari kepala.... Lantas orang mandi mesti mulai 
dari kepala, bukan kaki (walaupun mungkin juga ada budaya lain yg mulai dari 
kaki hehe.....). 

Wassalam. DZA
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]: Tue, 12 Jul 2011 10:07:52 
To: [email protected]<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [indonesia] Re: Bls: Re: Daftar Harta Ketua BPK, Hadi Purnomo.

Di buku Amin Rais: "Save our nation", Mas...
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Tue, 12 Jul 2011 10:03:26 
To: Indonesia Nextbetter<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [indonesia] Re: Bls: Re: Daftar Harta Ketua BPK, Hadi Purnomo.

Ya....itulah fenomena "negeri sejuta dusta". Dulu ada tulisan menarik, saya 
lupa siapa yang buat, judulnya "Kleptokrasi"....

Wassalam. DZA
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]: Tue, 12 Jul 2011 09:52:42 
To: [email protected]<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [indonesia] Re: Bls: Re: Daftar Harta Ketua BPK, Hadi Purnomo.

Yg lucu, sekarang di kantor2 pelayanan terpampang besar2 tulisan: TIDAK ADA 
GRATIFIKASI, BEBAS PUNGLI, BEBAS CALO, JANGAN COBA-COBA MENYUAP KAMI. Tapi 
prakteknya jalan terus tuh. Bahkan ada target setoran yg harus disampaikan agar 
staf ybs tidak di'buang' atau dikucilkan. 
Jadi semua lips service, bohong belaka. Wajar saja, SBY saja bbrp kali kena 
tuduhan membohongi publik, apalagi cuman staf rendahan apalagi di daerah...jauh 
dari jangkauan kpk....
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Tue, 12 Jul 2011 09:43:20 
To: Indonesia Nextbetter<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [indonesia] Re: Bls: Re: Daftar Harta Ketua BPK, Hadi Purnomo.

Kalau bukan demikian, mudah saja bagi petugas PPATK utk menyelusuri dari mana 
hartanya. Pakai pertanyaan siapa yang menghibahkan? Saya jamin akan 
gelagapan.... Kalau bukan KKN, mestinya masuk gratifikasi. 

Saya ini PNS, tahu lah berapa pendapat resmi seorang dirjen, gak akan 
sepermilnya yg dilaporkan HP. 

Wass. DZA
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]: Tue, 12 Jul 2011 09:36:48 
To: [email protected]<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [indonesia] Re: Bls: Re: Daftar Harta Ketua BPK, Hadi Purnomo.

Ngarang kok kebablasan Mas....
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Tue, 12 Jul 2011 09:34:00 
To: Indonesia Nextbetter<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [indonesia] Re: Bls: Re: Daftar Harta Ketua BPK, Hadi Purnomo.

Kemungkinan orang tua pak HP ini adalah dirjen pajak era Soeharto, lantas 
kakeknya adalah dirjen pajak era Soekarno, lalu buyutnya adalah dirjen pajak 
era Jepang, kakek buyutnya adalah dirjen pajak era Belanda...dan seterusnya 
sampai era Gajah Mada......

Wass. DZA
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "Dicky Gumilang" <[email protected]>
Sender: [email protected]: Tue, 12 Jul 2011 09:20:04 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [indonesia] Re: Bls: Re: Daftar Harta Ketua BPK, Hadi Purnomo.

Mungkin aja hibah dari orang tua yang sangat kaya raya. 
Tinggal ditelusuri orang tua atau saudaranya. 
Mestinya mudah kalo semua mau jujur. 
Dicky
IT Division
Dharma Polimetal

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]: Tue, 12 Jul 2011 07:46:00 
To: Indonesia Nextbetter<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [indonesia] Re: Bls: Re: Daftar Harta Ketua BPK, Hadi Purnomo.

Pantes saja Nabi saw pernah menegur salah seorang sahabat utk mengembalikan 
harta yg dihibahkan kepada petugas baitul mal. Alasan ybs adalah bahwa hartanya 
tsb adalah hadiah. Lalu oleh Rasulullah ditanya, "kalau engkau bukan pegawai 
baitul mal, apakah org tsb akan memberi hadiah kepadamu?". Si sahabat menjawab 
"tidak". 
"Maka harta tsb tdk pantas menjadi milikmu dan seharusnya dimasukkan ke baitu 
mal". 

Pertanyaan mas Dudi sangat relevan, kalau hibah itu karena ada hubungan dg 
jabatan, maka mestinya dikembalikan kepada negara. 

Kalau mengacu kepada standar moral Islam, rasanya mayoritas pejabat publik kita 
tidak islami walaupun ybs sudah haji 10 kali dan umroh tiap tahun.....cmiiw. 

Wassalam. DZA
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: dudi mulyadi <[email protected]>
Sender: [email protected]: Mon, 11 Jul 2011 21:41:01 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [indonesia] Bls: Re: Daftar Harta Ketua BPK, Hadi Purnomo.

Kok ke saya tidak ada seorangpun yang menghibahkan tanahnya?.

Asbabul nuzul  hibah  tsb  seharusnya ditelusuri. Siapa sj yang memberi hibah 
tsb, hubungannya apa  dengan ybs , kapan  , kenapa ,dalam rangka apa  semua 
tanah tsb  kok dihibahkan. 
Tanah sekian banyak kalau dijadikan kuburan  cukup buat berapa orang ya?. 
Tolong dihitung. Hitungannya jangan lupa setelah dipotong buat ybs seluas 2x 
1,5 meter persegi ya.

Salam

--- Pada Sel, 12/7/11, [email protected] <[email protected]> menulis:

Dari: [email protected] <[email protected]>
Judul: [indonesia] Re: Daftar Harta Ketua BPK, Hadi Purnomo
Kepada: "[email protected]" <[email protected]>
Tanggal: Selasa, 12 Juli, 2011, 12:28 AM

Nggak mungkik ada orang menghibahkan tanah/rumah kalau tidak ada apa-apanya ! 
Budaya korup itu dimulai dari Depkeu, karena mereka yg paling tahu dari dan 
kemana uang negara berasal/dibelanjakan....
Salam,
HW
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: Mohammad Andri Budiman <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 12 Jul 2011 11:15:25 
To: <[email protected]>; <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Cc: <[email protected]>
Subject: [indonesia] Daftar Harta Ketua BPK, Hadi Purnomo

Daftar Harta Ketua BPK, Hadi Purnomo



http://korupsi.vivanews.com/news/read/130493-hadi_poernomo_punya_rumah_di_la




Mantan Dirjen Pajak itu memiliki harta dengan total Rp 26.061.814.000
dan US$ 50 ribu.



Kamis, 18 Februari 2010, 11:41 WIB Arry Anggadha



Ketua BPK, Hadi Purnomo Menyerahkan Audit Bank Century ke Presiden SBY
(Antara/Widodo S Jusuf)



BERITA TERKAIT KPK Telusuri Asal Usul Harta Hibah Ketua BPKKPK Teliti
Sumber Harta Ketua BPKPramono Anung dan Trimedya Datangi KPKHarta
Freddy Numberi Berkurang Rp 100 JutaKepala Bappenas Miliki Harta Rp
6,6 Miliar VIVAnews - Harta Ketua Badan Pemeriksa Keuangan diketahui
sebagian besar berasal dari hibah. Diketahui sebanyak 26 tanah dan
bangunan milik Hadi berasal dari hibah.



Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi,
diketahui Hadi pernah melaporkan kekayaan pada 6 Juli 2001. Kemudian,
dia memperbaharui kekayaannya pada 14 Juni 2006.



Dari data LHKPN itu terungkap, pria kelahiran Pamekasan 21 April 1947
itu memiliki tanah dan bangunan tidak hanya di dalam negeri tapi juga
di luar negeri.



Berikut adalah harta berupa tanah dan bangunan yang dimiliki mantan
Dirjen Pajak itu per 14 Juni 2006:

1. Tanah dan bangunan seluas 60 m2 dan 160 m2 di Los Angeles, Amerika
Serikat, yang diperoleh tahun 1986 senilai US$ 50 ribu. (Hibah)



2. Tanah seluas 429 m2, diperoleh tahun 2004 senilai Rp 664.174.000.
(Hasil sendiri dan hibah)



3. Tanah seluas 2.900 m2 di Kodya Jakarta Barat senilai Rp
4.993.800.000. (Hibah)



4. Tanah seluas 1000 m2 di Kodya Jakarta Barat, perolehan tahun 1990,
senilai Rp 1.722.000.000. (Hibah)



5. Tanah dan bangunan seluas 135 m2 dan 160 m2 di Kodya Jakarta Barat,
senilai Rp 798.855.000. (Hibah)



6. Tanah dan bangunan seluas 233 m2 dan 100 m2 di Kodya Jakarta Barat,
perolehan tahun 1985 dengan nilai Rp 643.864.000. (Hibah)



7. Tanah dan bangunan seluas 200 m2 dan 150 m2, di Kodya Jakarta
Barat, perolehan tahun 1973, dengan nilai Rp 491.850.000. (Hibah)



8. Bangunan seluas 123 m2 di Kodya Jakarta Selatan, perolehan tahun
1999, dengan nilai Rp 2.628.164.000. (Hibah)



9. Bangunan seluas 150 m2 di Kodya Jakarta Selatan, perolehan tahun
1999, dengan nilai Rp 3.169.400.000. (Hibah)



10. Bangunan seluas 90 m2 di Kodya Jakarta Selatan, perolehan tahun
1993, dengan nilai Rp 279 juta. (Hibah)



11. Bangunan seluas 91 m2 di Kodya Jakarta Selatan, perolehan tahun
1993, dengan nilai Rp 282,1 juta. (Hibah)



12. Bangunan seluas 90 m2 di Kodya Jakarta Selatan, perolehan tahun
1993, dengan nilai 279 juta. (Hibah)



13. Bangunan seluas 91 m2 di Kodya Jakarta Selatan, perolehan tahun
1993, dengan nilai Rp 282,1 juta. (Hibah)



14. Tanah seluas 119 m2 di Kodya Jakarta Selatan, perolehan tahun
1980. Namun tanah senilai Rp 109.004.000 ini telah dijual. (Hibah)



15. Tanah seluas 240 m2 di Kodya Jakarta Selatan, perolehan tahun
1975. Tanah dengan nilai Rp 601.920.000 ini juga telah dijual. (Hibah)



16. Tanah dan bangunan seluas 668 m2 dan 668 m2 di Kodya jakarta
Selatan, diperoleh tahun 1985, nilainya Rp 3.051.424.000. (Hibah)



17. Tanah seluas 3.405 m2 di Kabupaten Tanggamus, Lampung, diperoleh
tahun 2004, nilainya Rp 47.061.000. (Hasil sendiri dan Hibah)



18. Tanah seluas 1.220 m2 di Tanggamus, Lampung. Diperoleh tahun 2004
dengan nilai Rp 32,4 juta. (Hasil sendiri dan Hibah)



19. Tanah seluas 547 m2, di Tanggapus Lampung. Tanah perolehan tahun
2004 ini memiliki nilai Rp 9,8 juta. (Hasil sendiri dan Hibah)



20. Tanah seluas 1.107 m2 di Tanggamus, Lampung. Tanah perolehan tahun
2004 ini memiliki nilai Rp 12,726 juta. (Hasil sendiri dan Hibah)



21. Tanah seluas 3.034 m2 di Tanggamus, Lampung, perolehan tahun 2004,
dengan nilai Rp 13.055.000. (Hasil sendiri dan Hibah)



22. Tanah seluas 2.285 m2 di Tanggamus, Lampung, perolehan tahun 2004,
dengan nilai Rp 61.101.000. (Hasil sendiri dan Hibah)



23. Tanah seluas 244 m2 di Bekasi, Jawa Barat, perolehan tahun 2003
dengan nilai 78.854.000. (Hasil sendiri dan Hibah)



24. Tanah seluas 750 m2 di Bekasi, perolehan 2004 dengan nilai Rp 61,5
juta. (Hasil sendiri dan Hibah)



25. Tanah seluas 347 m2 di Bekasi, Jawa Barat, perolehan 2004, dengan
nilai Rp 79.986.000. (Hasil sendiri dan Hibah)



26. Tanah dan bangunan seluas 11.150 m2 dan 300 m2 di Bogor, Jawa
Barat, perolehan tahun 1988, dengan nilai Rp 4.571.600.000. (Hibah)



Berdasarkan data LHKPN Hadi Poernomo tertanggal 14 Juni 2006,
terungkap mantan Dirjen Pajak itu memiliki harta dengan total Rp
26.061.814.000 dan US$ 50 ribu. Jumlah ini meningkat sekitar 100
persen dibanding harta Hadi pada 6 Juli 2001. Pada tanggal itu, Hadi
memiliki harta Rp 13.855.379.000 dan US$ 50 ribu.



Dari rincian harta yang dimiliki, Hadi diketahui memiliki sejumlah
tanah dan bangunan yang berasal dari hibah. Bahkan dalam kurun lima
tahun itu, Hadi memperoleh sembilan tanah dan bangunan yang berasal
dari hibah.



Tak hanya tanah dan bangunan yang berasal dari hibah. Hadi juga
memiliki harta berupa barang seni senilai Rp 1 miliar. Barang seni
yang berasal dari hibah itu diperoleh pada 1979. Selain itu, dia juga
memperoleh hiba berupa logam mulia pada 1972 senilai Rp 100 juta.•
VIVAnews

--
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt

êå¢fÚ•¨]jV¦‘ªòi·«²)Þ®­z¶©‘©äj'Z†)f»û^’z%¢¬z»Z‘«"†Æ²jxjyš�öš¶éíºKŠÈš•©�zh¤y¶¡jšjwnž&�jv¤†*Ú´‰ß¢—§�éh•¦§š)b°‰Ý¢w¬‰©ÞÆÖ޶׫†Ûiÿúnnw±µ·­µêçzßߊW¬þh¥ŠËb�Ú'zÈšŠwè·

Kirim email ke