Supaya “Pintar” Anjing pun Rajin ke Sekolah
Oleh Cardiyan HIS
“Takut Masuk Neraka Orang Hutan pun Terpaksa Berpuasa dan Kelelawar 
Menjerit-jerit Kesakitan”.  Itu judul artikel “Ole-ole Kalimantan” dari penulis 
2 tahun lalu. Ole-ole Kalimantan kali ini soal nasib binatang juga. Tapi yang 
ini soal Anjing bernama Blacky, yang rajin pergi ke sekolah, ke ruang kelas 3, 
Sekolah Dasar Negeri 8 Tewah, kecamatan Tewah, kabupaten Gunung Mas, provinsi 
Kalimantan Tengah. Apakah si Blacky ingin  belajar Matematika agar “pintar” 
seperti kepintaran si Blacky berburu Kijang dan Babi Hutan? Entahlah.
Pada mulanya si Blacky sebagai bukti kesetiaan terhadap bos tersayang, ingin 
mengantar bosnya, Yudisia, yang masih siswa kelas 2 ke sekolah. Waktu masih 
kelas 1 Yudisia masih diantar  ibunya dan Si Blacky juga masih kecil “belum 
percaya diri” untuk antar bosnya. Dan setelah merasa “besar dan PD” si Blacky 
berinisiatip mengantar bosnya, setelah mandi pagi disabunin bosnya dan sarapan 
pagi.   
Tetapi ternyata  si Blacky keblablasan ingin sekaligus masuk ke ruang kelas 2. 
Meskipun dipaksa-paksa diusir dari ruang kelas, si Blacky tetap bersikukuh 
ingin masuk kelas; ingin ikut “belajar” bersama-sama bosnya; Yudisia, murid 
kelas 2 di sekolah itu. Meski sudah dirayu oleh bos Yudisia agar menunggu di 
luar kelas saja, Si Blacky terus memaksa masuk dengan perangai “bersahabat”. 
Dan hebatnya setelah gagal diusir, si Blacky malah langsung minta tempat “meja 
belajar” di atas meja baris belakang; persis di belakang bos, Yudisia.     
Sang ibu guru Ny. Suryaningsih SPd,  (isteri Dodi Jamal, manajer perusahaan 
batubara SWI Group)  pada mulanya ketakutan juga dan merasa tak pantas anjing 
ikut-ikutan belajar bersama murid-muridnya. Namun akhirnya bu guru “mengalah” 
setelah Yudisia muridnya “menjamin” si Blacky tak akan mengganggu suasana 
belajar siswa. Dan memang betul, selama bu guru mengajar dengan “disiplin” si 
Blacky mendengarkan segala penjelasan. Entah mengerti atau tidak penjelasan bu 
guru, yang jelas si Blacky tak bikin gaduh dengan menggonggong layaknya seekor 
anjing, misalnya. Ini malah berbeda dengan para siswa yang kadang bikin gaduh 
kalau pelajaran sudah dirasakan “bete”.
Dan manakala bel berbunyi tanda istirahat, si Blacky pun meloncat dari “meja 
belajar” dan berjalan mengikuti bos Yudisia dan siswa-siswa lainnya untuk 
makan-minum siang. Kadangkala kalau istirahat panjang, para siswa main 
sepakbola. Si Blacky pun ikut-ikutan  main sepakbola; ke mana Yudisia lari 
mengejar bola si Blacky selalu mengikuti di belakangnya. Sekali Yudisia 
bertindak menjadi penjaga gawang, si Blacky pun ikut menjadi “penjaga gawang 
kedua” dengan berdiri gagah di belakang Yudisia.   
Setelah bel berbunyi tanda siswa harus masuk, si Blacky dengan “disiplin” 
selalu masuk menguntit bos Yudisia. Dan setelah bosnya duduk, si Blacky 
langsung meloncat ke “meja belajar”. Suasana belajar pun berlangsung dengan 
tenang dengan si Blacky tetap setia duduk di “meja belajar”. Begitulah suasana 
di salah satu ruang kelas SDN 8 Tewah dengan kehadiran seekor anjing “pintar” 
Blacky yang telah “naik kelas” ke kelas 3, berlangsung dengan tenang hampir dua 
tahun lamanya.       
www.cardiyanhis.blogspot.com
http: //id.linkedin.com/pub/cardiyan-his/20/742/2a6

<<attachment: 609f4ca Anjing dan anak SD.jpg>>

<<attachment: 6085150 Anjing cari bangku.jpg>>

_______________________________________________
Indonesia mailing list
[email protected]
http://nextbetter.net/mailman/listinfo/indonesia
http://indonesia.nextbetter.net

Kirim email ke