2012/1/16 Agus Purwanto <[email protected]>

*yang jelas,*
* *
*kiat esemka harus didukung*
* *
*pemerintah harus dipaksa untuk mewujudkan mobnas*
* *
*untuk kebanggaan*
* *
*untuk harga dan rasa percaya diri*
* *
*bahwa kita bukan bangsa tulalit*
* *
*bukan bangsa sontoloyo*
* *
*kalau ternyata tulalit dan sontoloyo*
* *
*itu jelas hanya untuk pemimpinnya saja*


Kenapa harus maksa pemerintah Gus?
Kalo nga mau ikutan ya biarin aja...
Nga ada kan ajaran Islam untuk maksa-maksa orang..., termasuk maksa
pemimpin tulalit atau sontoloyo...?

Masalah nge set usaha kan cuma masalah kepiawaian "investment management"
aja...
Yang terpenting "investment strategy" atau "business set-up strategy" nya...
Dikerubutin rame-rame kan juga jadi...

Kalo ada pemimpin dan kroco-2nya yang tulalit dan sontoloyo, ya biarin
aja...
Nanti mereka akan tahu sendiri...

Salam Z


2012/1/16 Agus Purwanto <[email protected]>

> Ahad 25 Desember 2011 lalu AAS harus hadir di SMA Hidayatullah Malang
> momen yang cukup istimewa
> rencana acara dimulai 07.30
> sementara, karena ajak keluarga
> kami, belum ada yang sarapan,  baru keluar rumah di Perum ITS jam 05
> jadinya, agak ngoyo nggenjot mobil tua
> Kijang Rover 94
> di tol Waru-Porong
> jarum temperatur mesin sempat beberapa kali maksimum
> wuik!!!
> terpaksa kecepatan Gus Pur turunkan
> tapi ... apa gak telat kalau kecepatan dikurangi?
> wah, agak repot juga.
> ditambah, Porong-Purwodadi macuet
> semoga, mesin gpp
> mudahh-an ban juga gpp
> kalau ban papa, jamaah hidayatullah niscaya kecewa
> duh Gusti, hamba tidak ingin mereka kecewa
> laahaula walaa quwwata illa billah
>
> alhamdulillah,
> nyampe di lokasi ngepas 07.25
> setengah percaya, seperempat tidak percaya,
> seperempat agak tidak percaya
>
> dan, ban belakang kanan tampak gembos
> kami langsung diajak ke lokasi acara yang becek karena kemarinnya memang
> baru hujan deras
> tidak ditawari sarapan dulu
> juga tidak ditawari ke toilet dulu
> wah
> ternyata panitia memang para siswa yang baru sepekan selesai UAS
> bahkan kami juga tidak disambut para ustadz
> kecuali ustadz calon moderator dan kepala sekolah pemberi sambutan
> sebelum acara dimulai, kunci mobil diminta karena ban jadi gembos
> dan akan diatasi para siswa/santri
>
> Gus Pur presentasi sambil menahan lapar dan buang air artistik (air seni)
> anakk semburat, mungkin ke toilet dan cari sarapan
> jam 11.15 acara selesai
> ternyata urusan ban belum selesai
> ustadz Mawardi asal NTB dalam bincangg nunggu urusan mobil selesai
> sempat nanyaa perihal mobil
> beliaunya sudah sempat lihat mobil
> Gus Pur bercerita tentang mobil tuanya,
> sedikit melakukan pembelaan mengapa kok tetap pakai mobil tua
> kok gak segera ganti yang kinyiss
> "Saya sempat berfikir mau ganti mobil,
> tetapi saya urungkan (khususnya setelah presentasi AAS di UIN Yogja yang
> bareng Sri Sultan), lha ganti mobil baru yang greng dan mahal
> toh mobil buatan asing, sama dengan nyumbang perusahaan asing.
> Kecuali kalau perusahaan mobilnya milik bangsa sendiri"
>
> ba'da dzuhur urusan ban selesai
> siap lanjut perjalanan
> sambang kampung kumis kucing tempat kelahiran anaksulung
> eh, ada masalah baru
> mobil gak bisa distarter
> weh
> dorong sana dorong sini
> intip sana intip sini oleh beberapa orang yang sedikit tahu urusan mobil
> tak teratasi
> terpaksa cari tukang bengkel,
> agak lama, maklum awal libur panjang
> selain libur natal
> juga selain lokasi sekolah masuk perkampungan bergunungg
> jam 14.30an baru beres setelah disuwuk tidak lebih dari 10 menit oleh
> ahlinya
>
> keesokan hari atau lusanya
> tivi tayangkan berita sikap pak Jokowi atas mobil kiat esemka
> makin ramai, makin heboh
> apakah Gus Pur langsung ikut pesan kiat esemka?
> tidak lah,
> bukan karena tidak percaya mobil buatan sendiri
> bukan
> hanya alasan sederhana saja kok
> lha kalau ganti kiat esemka, trus kapan hajiannya
>
> ke tanah suci dulu saja lah
> soal mobil, yang penting masih bisa jalan
> dan masih dapat dipakai balapan dengan sesama mobil tua
>
> yang jelas,
> kiat esemka harus didukung
> pemerintah harus dipaksa untuk mewujudkan mobnas
> untuk kebanggaan
> untuk harga dan rasa percaya diri
> bahwa kita bukan bangsa tulalit
> bukan bangsa sontoloyo
> kalau ternyata tulalit dan sontoloyo
> itu jelas hanya untuk pemimpinnya saja
>
> AAS hadir untuk mengembalikan kebebasan, harga diri dan kedaulatan
> bebas dari cengkeraman asing
> pijakannya Kitab Suci
> kita hanya boleh tertunduk manggutt, merengekk dan menangis di depan Sang
> Khalik
> bukan yang lain
>
> Irfa' ra'saka ya akhiy
> tegakkan kepalamu wahai saudaraku
>
> tabik !!!
>
> -----------------------
> sekali lagi,
> yang memerlukan buku AAS
> bisa kontak lgsg no hp 0856 4888 2554
> setelah transfer
> Rp 80.000 untuk Jawa
> Rp 85.000 untuk luar Jawa
> ke no rek BNI 0100149129
>      jangan lewatkan al-Quran al-'alim
> mushaf ilmiy
>
> Agus Purwanto
> LaFTiFA ITS
> http://purwanto-laftifa.blogspot.com
> http://ayatayatsemesta.wordpress.com
>
>
>
>
> _______________________________________________
> Indonesia mailing list
> [email protected]
> http://nextbetter.net/mailman/listinfo/indonesia
> http://indonesia.nextbetter.net
>
>
_______________________________________________
Indonesia mailing list
[email protected]
http://nextbetter.net/mailman/listinfo/indonesia
http://indonesia.nextbetter.net

Kirim email ke