dari milis tetangga...

---------- Forwarded message ----------
From: ulfha <[email protected]>
Date: 2012/3/3
Subject: [ekonomi-nasional] [Editorial Berdikari Online] Keluaran
Universitas Kita
To: [email protected]

 Keluaran Universitas Kita

Sabtu, 3 Maret 2012 |Editorial Berdikari Online

Apa ukuran berhasil seorang lulusan Universitas? Banyak orang,
khususnya orang tua, akan menjadikan "pekerjaan" sebagai ukuran
paling sahih. Seorang sarjana, sebagus apapun jurusan anda, jika tidak
punya pekerjaan yang bagus pula, maka anda masih akan dianggap gagal.
Itulah cara pandang umum di masyarakat kita.

Sarjana menganggur memang cukup memprihatinkan. Menurut data yang tidak
resmi, sekitar 60 persen keluaran perguruan tinggi berstatus
pengangguran. Sementara data lain mencatat bahwa 2,6 juta sarjana
menganggur.

Dalam pasar tenaga kerja, pengusaha akan melihat kemampuan apa yang
bisa ditawarkan oleh seorang lulusan Universitas: apa keahlian mereka,
bagaimana pengalaman kerjanya, dan apa kemampuannya yang lain. Artinya,
seorang lulusan perguruan tinggi harus tahu apa yang hendak dijual.

Sekarang ini, para pencari kerja (manusia) dan keterampilannya dihitung
sebagai "produk dan jasa". Artinya, lulusan Universitas hanya
dipandang sebagai input dari dunia industri yang nilainya berkurang
atau meningkat tergantung dari produk (keahlian) apa yang bisa dijual.

Lantas, bagaimana dengan sarjana yang tidak terserap? Mereka harus
menerima takdir untuk menerima bidang pekerjaan yang tidak sesuai
dengan studi mereka dan harus menerima standar gaji lebih rendah
(tenaga kerja murah). Situasi ini makin diakselerasi dengan krisis
ekonomi dan menipisnya lapangan pekerjaan. Keluaran universitas, yang
selama studi mengeluarkan banyak biaya dan mungkin berutang, terpaksa
menerima bidang pekerjaan apapun di hadapan mereka. Asalkan bisa
mendapatkan upah dalam waktu singkat dan membayar utang studi mereka
(orang tua atau pihak lain).

Krisis keluaran Universitas juga tampak menonjol pada krisis
kepemimpinan sosial politik dan ketiadaan intelektual kritis. Dahulu,
Universitas dikenal sebagai pabrik untuk melahirkan intelektual kritis
dan figure-figur pemimpin politik. Sekarang, mayoritas pemimpin politik
atau tokoh-tokoh politik tidak memiliki basis pengetahuan politik yang
terkoneksi langsung dengan sejarah pemikiran mereka di Universitas.
Kebanyakan pemimpin politik saat ini adalah "figur politik
dadakan".

Penyebabnya, dunia universitas bukan lagi tempat sirkulasi
pemikiran-pemikiran dan perbenturan gagasan-gagasan ilmiah. Yang
terjadi adalah "proses pendisiplinan", dimana orang dibimbing
untuk masuk ruang-ruang kuliah: mendengar, mengerjakan tugas-tugas
kecil, dan mengikuti ujian. Orang kuliah agar sekedar punya skill yang
bisa ditawarkan dalam pasar tenaga kerja kapitalisme.

Kurikulum pendidikan juga diformat sekedar untuk melayani
`permintaan' pasar tenaga kerja. Ilmu-ilmu yang berguna untuk
pembangunan sebuah bangsa, seperti teori-teori politik, sosial, dan
budaya, secara perlahan dihapus atau dikurangi. Yang paling diperbanyak
adalah ilmu-ilmu terapan: akutansi, manajemen, informatika, komunikasi,
teknik, dan lain-lain.

Dinamika di pasar tenaga kerja, khususnya soal penilaian soal skill,
juga menciptakan polarisasi, atau lebih cocok disebut
"ketimpangan", di Universitas kita. Ada yang disebut
universitas bergengsi dan favorit, sedangkan lainnya dianggap sekedar
agar ada "ijazah" untuk melamar pekerjaan. Universitas
bergengsi, yang biasanya punya koneksi khusus dengan kelompok bisnis,
menawarkan biaya kuliah yang lebih mahal tetapi dengan jaminan bahwa
"lulusannya akan langsung mendapat pekerjaan".

Inilah situasi pendidikan di Universitas kita yang makin terjangkiti
oleh neoliberalisme. Keadaan itu sangat bertentangan dengan tujuan
pendidikan nasional kita: mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai
prasyarat menuju masyarakat adil dan makmur.

Anda dapat menanggapi Editorial Berdikari Online di:
[email protected]

http://www.berdikarionline.com/editorial/20120303/keluaran-universitas-k\
ita.html<http://www.berdikarionline.com/editorial/20120303/keluaran-universitas-kita.html>
<http://www.berdikarionline.com/editorial/20120303/keluaran-universitas-\
kita.html<http://www.berdikarionline.com/editorial/20120303/keluaran-universitas-kita.html>
>

[Non-text portions of this message have been removed]

 __._,_.___
  Reply to 
sender<[email protected]?subject=Re%3A%20%5BEditorial%20Berdikari%20Online%5D%20Keluaran%20Universitas%20Kita>|
Reply
to 
group<[email protected]?subject=Re%3A%20%5BEditorial%20Berdikari%20Online%5D%20Keluaran%20Universitas%20Kita>|
Reply
via web 
post<http://groups.yahoo.com/group/ekonomi-nasional/post;_ylc=X3oDMTJyMmcyaTVjBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEwMDM4MTM2BGdycHNwSWQDMTcwNTA0MzY5NQRtc2dJZAMxNjc4NARzZWMDZnRyBHNsawNycGx5BHN0aW1lAzEzMzA3Njg0MDA-?act=reply&messageNum=16784>|
Start
a New 
Topic<http://groups.yahoo.com/group/ekonomi-nasional/post;_ylc=X3oDMTJmNnJwMXUzBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEwMDM4MTM2BGdycHNwSWQDMTcwNTA0MzY5NQRzZWMDZnRyBHNsawNudHBjBHN0aW1lAzEzMzA3Njg0MDA->
Messages in this
topic<http://groups.yahoo.com/group/ekonomi-nasional/message/16784;_ylc=X3oDMTM3ZTQ5aHRvBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEwMDM4MTM2BGdycHNwSWQDMTcwNTA0MzY5NQRtc2dJZAMxNjc4NARzZWMDZnRyBHNsawN2dHBjBHN0aW1lAzEzMzA3Njg0MDAEdHBjSWQDMTY3ODQ->(
1)
 Recent Activity:


 Visit Your 
Group<http://groups.yahoo.com/group/ekonomi-nasional;_ylc=X3oDMTJmZ2xhNDcwBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEwMDM4MTM2BGdycHNwSWQDMTcwNTA0MzY5NQRzZWMDdnRsBHNsawN2Z2hwBHN0aW1lAzEzMzA3Njg0MDA->
 Ingin bergabung ke milis ekonomi-nasional?
Kirim email ke [email protected]
http://capresindonesia.wordpress.com
http://infoindonesia.wordpress.com
FB: http://www.facebook.com/pages/Ekonomi-Merdeka/142825502416243
 [image: Yahoo!
Groups]<http://groups.yahoo.com/;_ylc=X3oDMTJlNzlpb2ZmBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEwMDM4MTM2BGdycHNwSWQDMTcwNTA0MzY5NQRzZWMDZnRyBHNsawNnZnAEc3RpbWUDMTMzMDc2ODQwMA-->
Switch to: 
Text-Only<[email protected]?subject=Change+Delivery+Format:+Traditional>,
Daily 
Digest<[email protected]?subject=Email+Delivery:+Digest>•
Unsubscribe<[email protected]?subject=Unsubscribe>•
Terms
of Use <http://docs.yahoo.com/info/terms/>
   .

__,_._,___
_______________________________________________
Indonesia mailing list
[email protected]
http://nextbetter.net/mailman/listinfo/indonesia
http://indonesia.nextbetter.net

Kirim email ke