Tambahan info tentang minyak...
Dari sini terlihat sepertinya "orang Indonesia" memang kurang cocok jadi
pedagang minyak...
Barangkali cocoknya jadi pedagang mimpi, kira-kira mirip dengan Kabayan,,,
Mungkin karena ini, pilkada & pilpres hebohnya melebihi pasar...
Sekamat menikmati...!

---------- Forwarded message ----------
From: ulfha <[email protected]>
Date: 2012/3/27
Subject: [ekonomi-nasional] [Editorial Berdikari Online] Keluar Dari
‘Perangkap Harga Minyak Dunia’
To: [email protected]
**

 Keluar Dari `Perangkap Harga Minyak Dunia'
Selasa, 27 Maret 2012 | Editorial Berdikari Online

Pada tahun 2003, produksi minyak Indonesia mengalami defisit: total
produksi lebih rendah dari konsumsi. Tahun berikutnya, defisit ini sudah
tidak bisa lagi ditutupi dengan cadangan nasional dan, akibatnya,
pemerintah mulai mengimpor BBM untuk menutupi kekurangan. Indonesia pun
resmi menjadi net importir BBM.

Beberapa tahun berikutnya, produksi minyak Indonesia turun di bawah 1
juta barel per-hari. Pada tahun 2004, sebelum SBY jadi Presiden,
produksi minyak mentah siap jual (lifting) nasional masih berkisar 1,4
juta barel perhari. Namun, pada akhir 2011 lalu, produksi minyak
Indonesia hanya 905.000 barel perhari. Bahkan, pada tahun 2012 ini,
produksi minyak cuma berkisar 890.000 barel perhari.

Akibatnya, sejak tahun 2004 Indonesia terperangkap oleh "harga
minyak dunia" atau harga yang dipatok oleh bursa berjangka komoditi
komoditi (NYMEX). Dari tahun ke tahun jumlah impor Indonesia terus
meningkat. Saat ini, kata ekonom Faisal Basri, Indonesia sudah menjadi
pengimpor BBM terbesar di dunia. Pada tahun 2011, misalnya, impor BBM
Indonesia mencapai US$ 28 miliar.

Di sinilah letak permasalahannya: harga minyak dunia tidak semata-mata
ditentukan oleh hukum permintaan dan penawaran, tetapi sebagian besar
digerakkan oleh aksi-aksi spekulan di Wall Street. Seperti dicatat F.
William Engdahl, seorang peneliti dari Global Research, pada tahun 2011,
misalnya, harga minyak brent di bursa berjangka terus meledak, dari 100
dollar AS per barel menjadi 120 dollar AS per barel. Namun, pada saat
yang bersamaan, permintaan minyak mentah dunia tidak naik.

Badan Energi Internasional (IEA) melaporkan, pasokan minyak dunia
meningkat 1,3 juta barrel per-hari dalam tiga bulan terakhir di tahun
2011, sementara permintaan minyak dunia hanya naik setengah pada periode
yang sama. Penggunaan gasoline menurun di sejumlah negara, seperti di
AS (8%) dan Eropa (22%). Resesi yang melanda eropa, depresi ekonomi di
AS, dan perlambatan ekonomi Jepang, adalah pemicu penurunan permintaan
minyak dunia.

Engdahl menyebutkan, harga minyak naik karena tekanan spekulasi di pasar
minyak berjangka oleh hedge fund dan bank-bank besar seperti Citigroup,
JP Morgan Chase dan Goldman Sachs. Mereka mendapat kemudahan dari
instansi pemerintah AS yang mengatur pasar derivatif, yakni Commodity
Futures Trading Corporation (CFTC).

Kenaikan harga minyak dunia yang "tidak wajar" akibat aksi
spekulasi juga diakui oleh Sekjend Organisasi Negara-Negara Pengekspor
Minyak (OPEC), Abdalla Salem El-Badri, yang menyebut "spekulasi
sebagai faktor dominan dalam penentuan harga". Baru-baru ini,
Menteri Energi Uni Emirat Arab, Mohammad bin Dhaen al-Hamli, yang
berbicara di Forum Energi Internasional di Kuwait, juga menyebut
spekulasi sebagai penyebab kenaikan harga minyak dunia. "Volatilitas
bukan karena pasokan atau permintaan. Hal ini terutama karena spekulasi
dan situasi geopolitik," katanya.

Nah, jika kondisinya demikian, maka Indonesia sama saja menempatkan
dirinya dalam "perangkap yang beresiko mematikan" jikalau
terus-menerus bergantung pada impor BBM dengan mengacu pada harga minyak
dunia. Sebagai jalan keluarnya, tidak ada pilihan lain selain
meningkatkan produksi minyak di dalam negeri. Selama ini, rejim SBY
terlalu pelit untuk berinvestasi untuk eksplorasi. Selain itu, investasi
di sektor hulu migas Indonesia termasuk terburuk di dunia, bahkan di
kawasan Oceania (versi Fraser Institut).

Sebab, seperti diakui oleh Wakil Menteri ESDM, Widjajono Partowidagdo,
turunnya produksi minyak kita bukan disebabkan oleh cadangan minyak kita
sudah habis atau prospek eksplorasi di Indonesia rendah, melainkan Iebih
karena tidak adanya penemuan cadangan minyak baru dan kurangnya
investasi baru untuk eksplorasi.

Potensi minyak Indonesia, seperti diperkirakan pengamat perminyakan
Kurtubi, masih mencapai 50 milyar barel. Artinya, jika kita bisa
memanfaatkan potensi itu, maka kita tidak perlu "menjeratkan
leher" kita kepada spekulan di pasar minyak dan korporasi minyak
dunia.

Persoalannya: tata-kelola migas kita sangat buruk dan merugikan
kepentingan nasional. UU nomor 22 tahun 2001, misalnya, sangat membuka
peluang korporasi asing untuk menguasai ladang-ladang minyak kita. Belum
lagi, dengan pemberlakuan UU itu, pemerintah Indonesia seolah-olah
seperti "dibuat tolol" dalam mengelola dan memanfaatkan
minyaknya sendiri.

Di samping itu, pemerintah Indonesia mestinya sudah berfikir mengenai
energi pengganti BBM: energi fossil (gas) dan energi terbarui
(alternatif). Sebagai contoh, kita punya cadangan dan produksi gas yang
melimpah. Akan tetapi, semua itu hanya mungkin termanfaatkan dengan baik
jika pemerinta kita punya komitmen dan perencanaan yang baik. Termasuk
punya keberanian untuk keluar dari skenario neo-kolonialisme di sektor
energi. Sudah saatnya kita mengembalikan konsep pengelolaan energi di
negara kita sesuai anjuran pendiri bangsa: pasal 33 UUD 1945.

Anda dapat menanggapi Editorial Berdikari Online di:
[email protected]

http://www.berdikarionline.com/editorial/20120327/keluar-dari-jebakan-ha\
rga-minyak-internasional.html<http://www.berdikarionline.com/editorial/20120327/keluar-dari-jebakan-harga-minyak-internasional.html>
<http://www.berdikarionline.com/editorial/20120327/keluar-dari-jebakan-h\
arga-minyak-internasional.html<http://www.berdikarionline.com/editorial/20120327/keluar-dari-jebakan-harga-minyak-internasional.html>
>

[Non-text portions of this message have been removed]

 __._,_.___
  Reply to 
sender<[email protected]?subject=Re%3A%20%5BEditorial%20Berdikari%20Online%5D%20Keluar%20Dari%20%91Perangkap%20Harga%20Minyak%20Dunia%92>|
Reply
to 
group<[email protected]?subject=Re%3A%20%5BEditorial%20Berdikari%20Online%5D%20Keluar%20Dari%20%91Perangkap%20Harga%20Minyak%20Dunia%92>|
Reply
via web 
post<http://groups.yahoo.com/group/ekonomi-nasional/post;_ylc=X3oDMTJyMHNrM2I2BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEwMDM4MTM2BGdycHNwSWQDMTcwNTA0MzY5NQRtc2dJZAMxNjgzOQRzZWMDZnRyBHNsawNycGx5BHN0aW1lAzEzMzI4MjA2MTA-?act=reply&messageNum=16839>|
Start
a New 
Topic<http://groups.yahoo.com/group/ekonomi-nasional/post;_ylc=X3oDMTJmZTh2M3IxBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEwMDM4MTM2BGdycHNwSWQDMTcwNTA0MzY5NQRzZWMDZnRyBHNsawNudHBjBHN0aW1lAzEzMzI4MjA2MTA->
Messages in this
topic<http://groups.yahoo.com/group/ekonomi-nasional/message/16839;_ylc=X3oDMTM3c2I0MmkwBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEwMDM4MTM2BGdycHNwSWQDMTcwNTA0MzY5NQRtc2dJZAMxNjgzOQRzZWMDZnRyBHNsawN2dHBjBHN0aW1lAzEzMzI4MjA2MTAEdHBjSWQDMTY4Mzk->(
1)
 Recent Activity:

   - New 
Members<http://groups.yahoo.com/group/ekonomi-nasional/members;_ylc=X3oDMTJncWc5ZXR1BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEwMDM4MTM2BGdycHNwSWQDMTcwNTA0MzY5NQRzZWMDdnRsBHNsawN2bWJycwRzdGltZQMxMzMyODIwNjEw?o=6>
   3

 Visit Your 
Group<http://groups.yahoo.com/group/ekonomi-nasional;_ylc=X3oDMTJma2p2anBkBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEwMDM4MTM2BGdycHNwSWQDMTcwNTA0MzY5NQRzZWMDdnRsBHNsawN2Z2hwBHN0aW1lAzEzMzI4MjA2MTA->
 Ingin bergabung ke milis ekonomi-nasional?
Kirim email ke [email protected]
http://capresindonesia.wordpress.com
http://infoindonesia.wordpress.com
FB: http://www.facebook.com/pages/Ekonomi-Merdeka/142825502416243
 [image: Yahoo!
Groups]<http://groups.yahoo.com/;_ylc=X3oDMTJlOHN2MHEzBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEwMDM4MTM2BGdycHNwSWQDMTcwNTA0MzY5NQRzZWMDZnRyBHNsawNnZnAEc3RpbWUDMTMzMjgyMDYxMA-->
Switch to: 
Text-Only<[email protected]?subject=Change+Delivery+Format:+Traditional>,
Daily 
Digest<[email protected]?subject=Email+Delivery:+Digest>•
Unsubscribe<[email protected]?subject=Unsubscribe>•
Terms
of Use <http://docs.yahoo.com/info/terms/>
   .

__,_._,___
_______________________________________________
Indonesia mailing list
[email protected]
http://nextbetter.net/mailman/listinfo/indonesia
http://indonesia.nextbetter.net

Kirim email ke