---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk COVALIMA MASIH TEGANG DILI, MateBEAN (5/2/1999)Suai, ibukota Kabupaten Covalima masih tegang menyusul penembakan atas warga kota itu oleh gerombolan bersenjata yang biasa disebut satuan Wanra. Lima orang warga Suai, semuanya pemuda prokemerdekaan tewas dalam insiden yang terjadi Senin (1/2). Ribuan orang mengungsi ke Gereja Katolik Suai karena insiden itu. Sebelumnya, Minggu (24/1) sekitar pukul 15.45 WITA terjadi penembakan terhadap seorang warga sipil, Fernando Cardozo, 25 tahun, warga Desa Carabau, Kecamatan Zumalai, Kabupaten Covalima. Saat itu, korban bersama-sama dengan dua temannya yakni Joao Cardozo dan Jose Cardozo dalam perjalanan dari Zumalai, Kabupaten Covalima menuju Ainaro, Kabupaten Ainaro, menggunakan dua sepeda motor. Fernando dan kawan-kawannya menjalankan kendaraannya di belakang enam orang bersenjata yang mengendarai sebuah kijang berwarna merah. Mungkin merasa dibuntuti kelompok bersenjata itu menghentikan kendaraannya dan menunggu dua sepeda motor yang membuntuti mereka. Begitu tiba, kelompok bersenjata itu langsung menembak Fernando. Kejadian ini tepat di Kampung Webaba, Desa Mape, Kecamatan Zumalai, Kabupaten Covalima. Kelompok bersenjata yang kemudian dikenali sebagai Wanra itu berdalih, korban diduga hendak merampas senjata yang dibawa kawanan bersenjata itu. Fernando tewas seketika, sedangkan dua temannya Joao dan Jose melarikan diri. Danrem 164/Wira Dharma Kol Inf Tono Suratman, kepada wartawan membenarkan kejadian tragis itu. Tono berjanji untuk menindak tegas pelakunya bila pelakunya adalah anggota Wanra yang sudah dipersenjatai. Sebelumnya, di Zumala, Covalima juga terjadi penembakan terhadap tiga warga sipil yakni Olandino Pereira, 52 tahun, petani; Angelina de Jesus (dalam keadaan hamil), 27 tahun, ibu rumah tangga; dan Luis Pereira, 15 tahun, pelajar. Akibatnya, ketiga korban meninggal dunia seketika. Para pelaku diduga kelompok Ratih "Mahidin" (Mati Hidup Untuk Integrasi) dengan wilayah operasi di Ainaro.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 5 Feb 1999 jam 08:47:12 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
