---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk DAKWAH ACEH MERDEKA DIBERONDONG PELURU MeunaSAH, IDI (5/2/1999) Tigabelas orang dilaporkan tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam insiden berdarah di Idi Cut, Aceh Timur, Rabu (3/2) dinihari. Pasukan ABRI ketika itu berusaha membubarkan massa seusai "Dakwah Aceh Merdeka" di kawasan Idi Cut. Dakwah itu sendiri berlangsung sejak Selasa malam dan berakhir pukul 24.00 WIB. Polisi menangkap 51 orang yang diduga terlibat aksi tersebut. Korban yang luka-luka dirawat di RSU Lhokseumawe, RSU Langsa, dan tempat lainya yang tak diketahui. Mula-mula, pasukan ABRI membubarkan kerumunan massa di depan markas Koramil Idi Cut, Kecamatan Darul Aman. Karena massa yang jumlahnya ribuan orang itu tak segera bubar, aparat keamanan melepaskan tembakan. Massa pun panik. Jerit tangis pun terdengar. Puluhan orang roboh terkena tembakan dan darah berceceran dan masih terlihat hingga Kamis (4/2). Pemda Aceh Timur dan ABRI mengatakan korban tewas hanya satu orang. Menurut masyarakat Idi ada dua orang, yaitu Nurdin (18) penduduk Desa Simpang Tiga Kecamatan Julok dan Irwansyah Usman (22) penduduk Desa Kapai Baroh Kecamatan Darul Aman. Namun, LBH Banda Aceh melaporkan tigabelas orang tewas dalam penembakan itu. Korban luka, menurut masyarakat diperkirakan mencapai puluhan orang, belasan orang di antaranya menderita luka parah. Namun, polisi mengatakan korban yang luka parah hanya tiga orang. Ketiganya, menurut Kapolres Aceh Timur dirawat di RSU Langsa, yaitu Samsul Qalman (28) Warga Desa Naleaung, Kuta Binje yang kaki kirinya terkena peluru, M Ali Yusuf (28), dan Alamsyah (35) mengalami luka di kepala. Namun, dari RSU Lhokseumawe, terdapat tiga pasien korban luka tembak yang dirawat intensif, masing-masing AL Gamar (27) penduduk Padang, Sumatera Barat, M Dahlan (25) penduduk Desa Naleung Kuta Binje dan seorang lelaki lainya yang belum diketahui identitasnya. Sementara itu, sejumlah orang dari beberapa kecamatan dikabarkan masih mencari-cari anggota keluarganya yang belum pulang. Dakwah Aceh Merdeka diselenggarakan oleh warga Desa Matang Ulim, Kecamatan Nurussalam, Kabupaten Aceh Timur. Para pemuda desa menyiapkan dan menghias pentas. Namun, sore hari sekitar pukul lima, pasukan ABRI mengobrak-abrik panggung itu. Kendati begitu, dakwah tetap dilanjutkan. Malam hari, sekita pukul sembilan, dakwah pun dimulai. Lokasinya hanya berjarak sekitar dua kilometer dari Markas Koramil. Acara itu dihadiri sekitar limaribu orang dari berbagai kecamatan sekitar. Dakwah Aceh Merdeka ini menampilkan para pembicara dari Kecamatan Nurussalam, Idi Rayeuk dan Simpang Ulim Aceh Timur. Dakwah itu berakhir sekitar pukul duabelas malam. Ribuan orang itu mulai bergerak pulang, kebanyakan berjalan kaki, namun ada yang menggunakan kendaraan roda dua, pick-up dan truk. Namun di Simpang Kuala, Idi Cut, dan di dekat Markas Koramil, sekelompok orang tak dikenal melempar batu ke arah massa. Beberapa pengunjung dakwah yang duduk dibelakang pick-up sempat terkena lemparan batu yang makin lama makin banyak. Tiba-tiba saja pasukan ABRI menembakkan senjata ke arah massa pengunjung Dakwah Aceh Merdeka. "Nurdin, adik saya tewas seketika ditembak tentara ketika berada di dalam mobil. Ia meninggal dunia dalam pelukan teman-temanya. Di jenazahnya saya lihat ada dua lubang peluru yang menembus dada dan punggungnya," kata Nyonya Rohamah kakak kandung korban. Pihak keamanan punya cerita lain. Menurut Kapolres Idi Cut, Letkol Pol R Suminar, peristiwa itu terjadi setelah Dakwah Islamiyah di Desa Matang Ulim. Acara dakwah yang dilaksanakan sejak pukul 20.30 sampai 24.00 WIB Selasa (2/2) itu dipadati ribuan pengunjung. Menurut Dandim 0104 Aceh Timur Letkol Inf Ilyas sekitar pukul 01.00 WIB, suasana mendadak panas. Massa melakukan unjuk kekuatan di depan Markas Koramil Idi Cut. Semakin lama massa semaki banyak, sehingga jalan Banda Aceh-Medan di kawasan kantor Koramil Idi Cut itu macet. Karena sudah menganggu lalu lintas, aparat keamanan yang terdiri atas satuan AD dan satuan Brimob mencoba membubarkan massa. Namun, massa memberikan perlawanan, sehingga aparat keamanan terpaksa mengunakan senjatanya. Menurut Ilyas, mereka dihalau setelah lalu lintas terhambat. Jika aparat keamanan tidak cepat mengatasinya, kemungkinan massa melakukan sweeping. Dalam menghalau massa itu, aparat keamanan berusaha agar tidak ada korban yang jatuh, Sementara itu, Danrem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Drs H Johnny Wahab, menuduh peristiwa itu digerakkan oleh panglima-panglima Aceh Merdeka.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 5 Feb 1999 jam 10:09:21 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
