----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

-----------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

-----------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Friday 05 February 1999 14:10 UTC



** GUBERNUR ACEH MENGIMBAU JAKARTA AGAR TINJAU KEMBALI NEGARA KESATUAN

** HUKUMAN MATI DI FILIPINA

** PEMILIHAN  UMUM  AFRIKA  SELATAN AKAN BERLANGSUNG MEI MENDATANG

** YUGOSLAVIA BERSEDIA MEMBERI OTONOMI LUAS KEPADA KOSOVO

** BUTLER MENGUNDURKAN DIRI

** TOPIK FOKUS AKHIR PEKAN: PAKET OTONOMI TETAP DIBAHAS, TAPI OPSI
KEMERDEKAAN AKAN BAYANGI PERUNDINGAN NEW YORK




* GUBERNUR ACEH MENGIMBAU JAKARTA MENINJAU KEMBALI BENTUK KESATUAN
Gubernur Daerah Istimewa Aceh meminta kepada Jakarta agar merubah bentuk
Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menurut gubernur Syamsudin Mahmud,
semakin penting untuk mengubah Republik Indonesia menjadi federasi
supaya keaneka-ragaman kebudayaan lebih tercermin. Untuk pertama kali
seorang pejabat setingkat gubernur secara terbuka memilih bentuk negara
lain di luar negara kesatuan. Indonesia memiliki 27 propinsi dengan
sentralisasi kekuasaan di tangan pemerintah pusat di Jakarta. Belakangan
berbagai propinsi seperti Aceh dan Timor Timur menjadi ajang kerusuhan
dan separatisme yang menggunakan kekerasan.


* HUKUMAN MATI DI FILIPINA
Di Filipina untuk pertama kalinya dalam 23 tahun dilaksanakan hukuman
mati. Leo Echegaray, 38 tahun, seorang tukang cat, dihukum mati karena
memperkosa anak tirinya. Sampai detik terakhir, ia tetap mengaku tidak
bersalah. Hukuman mati dilakukan dengan pemberian suntikan maut. Kasus
tersebut menimbulkan diskusi hangat antara kubu yang pro dan anti
hukuman mati di Filipina. Hukuman mati telah dihapuskan dari undang-
undang dasar Filipina tetapi diberlakukan kembali lima tahun lalu.


* PEMILIHAN UMUM AFRIKA SELATAN AKAN BERLANGSUNG MEI MENDATANG
Pemilihan umum di Afrika Selatan akan dilangsungkan bulan Mei. Demikian
diumumkan oleh Presiden Nelson Mandela dalam pidato pembukaan tahun
parleman yang baru. Pembukaan tahun parlemen baru itu merupakan yang
terakhir kali bagi Presiden Mandela yang kini berusia 80 tahun. Ia akan
mengundurkan diri pada akhir masa baktinya. Partai Kongres Nasional
Afrika ANC yang dipimpinnya, diramalkan akan kembali menang pemilu.
Wakil presiden Thabo Mbeki akan menggantikan Mandela. Masa bakti
parlemen Afrika Selatan sekarang yang merupakan hasil pemilu tahun '94,
akan berakhir bulan depan. Dalam pidatonya Presiden Mandela antara lain
menyinggung masalah kriminalitas yang semakin meluas di Afrika Selatan.
Mandela sangat marah atas kerusuhan-kerusuhan dipicu oleh perbedaan
agama. Dengan lantang, kepala negara Afrika Selatan itu mengutuk
kelompok-kelompok Islam ekstrimis.


* YUGOSLAVIA BERSEDIA MEMBERI OTONOMI KEPADA KOSOVO
Yugoslavia bersedia memberi otonomi luas kepada propinsi yang
memberontak Kosovo. Demikian ditegaskan oleh Menteri Penerangan Milan
Komnenic kepada sebuah pemancar televisi Jerman. Menteri Komnenic
menambahkan bahwa Beograd bersedia berunding, tetapi tidak bersedia
dipaksa menerima pendapat pihak lain. Delegasi Yugoslavia dan warga
keturunan Albania di Kosovo akhir pekan mendatang akan ikut berunding di
Rambouillet, dekat Paris. Kelompok Kontak bagi Yugoslavia sudah
menyiapkan rancangan perjanjian perdamaian bagi Kosovo dan persiapan
untuk kemerdekaan Kosovo. Amerika Serikat sudah menyatakan bahwa garis-
garis besar konsep itu tidak bisa didiskusikan.


* BUTLER MENGUNDURKAN DIRI
Ketua tim inspeksi senjata PBB Richard Butler, seorang diplomat
Australia mengundurkan diri bulan Juni saat mandatnya berakhir. Ketua
UNSCOM itu menegaskan tidak berniat untuk memperpanjang masa baktinya.
Posisi Butler menjadi semakin sulit setelah serbuan udara Amerika dan
Inggris di Irak Desember lalu. Irak dan Rusia sudah lama menuntut
pemecatan Butler. Dalam Dewan Keamanan PBB, Perancis dan Cina juga
pesimis mengenai peluang dicapainya pemecahan krisis Irak, selama Butler
masih berfungsi. Sejauh ini terdapat beda pendapat besar antara negara-
negara anggota Dewan Keamanan mengenai kebijakan yang harus ditempuh
dalam menghadapi Irak di masa depan. Cina, Perancis dan Rusia ingin
menghentikan missi UNSCOM dan mengimbau agar ditempuh jalan lain untuk
melakukan pengawasan senjata.


* KESEKAPATAN ANTARA BRAZIL DENGAN IMF
Secara garis besar pemerintah Brazil berhasil mencapai kesepakatan
dengan Dana Moneter Internasional IMF mengenai program perombakan
ekonomi untuk tahun ini. Antara lain disepakati pembatasan inflasi serta
swastanisasi lebih luas di sektor energi. Menurut kedua pihak,
rinciannya masih harus dibicarakan lebih lanjut. Setelah itu baru IMF
akan memberikan pinjaman kedua dari pinjaman total sebesar 40 miliar
dollar. Pinjaman kedua sebesar sembilan miliar dollar. Dengan paket
bantuan IMF itu Brazil berharap akan dapat mengatasi krismon yang kini
melanda negeri itu.


* PERCOBAAN CERMIN RAKSASA DI ANGKASA LUAR GAGAL
Percobaan stasiun ruang angkasa Rusia MIR untuk memasang sebuah cermin
raksasa gagal total. Hari ini diputuskan untuk menghentikan percobaan
tersebut. Cermin raksasa itu dimaksudkan untuk meneruskan pancaran sinar
matahari ke bumi, untuk menerangi suatu kawasan dengan garis lintang
seluas delapan kilometer. Kalau percobaan itu berhasil, Rusia akan
membuat cermin yang lebih besar lagi untuk menerangi kota-kota di Rusia
Utara selama musim dingin. Sistim tersebut akan dapat pula digunakan
untuk menerangi daerah-daerah yang dilanda bencana alam.


* PEMIMPIN  EKSTRREMIS HUTU DIVONIS 15 TAHUN
Tribunal PBB untuk Rwanda di Tanzania memvonis pemimpin ektremis Hutu 15
tahun penjara. Omar Serushago dianggap bersalah melakukan pembunuhan
masal selama perang saudara di Rwanda tahun 1994. Akibat pertempuran
antara suku Hutu melawan suku Tutsi itu, sekitar 800.000 warga terbunuh.
Dalam menentukan beratnya hukuman, hakim mempertimbangkan kenyataan
bahwa Serushago secara sukarela melapor untuk diadili. Ia juga
bekerjasama sepenuhnya dalam proses pengadilan dan menunjukkan
penyesalan. Tahun lalu mantan perdana menteri Rwanda, Jean Kambanda,
divonis penjara seumur hidup.


* PAKET OTONOMI TETAP DIBAHAS, TAPI OPSI KEMERDEKAAN AKAN BAYANGI
PERUNDINGAN NEW YORK
Timor Leste bisa merdeka dua tahun lagi, ujar Menteri Luar Negeri
Australia Alexander Downer di Brussel kemarin. Pernyataan itu menegaskan
bahwa kemerdekaan telah menjadi opsi yang nyata dalam perdebatan seputar
peralihan Timor Leste. Ahad besok Sekjen PBB Kofi Annan akan membuka
pembicaraan segitiga dengan Menteri Luar Negeri Indonesia dan Menteri
Luar Negeri Portugal di New York. Sebuah ulasan redaksi d Hilversum.

Kalau Menteri Luar Negeri Ali Alatas, bersama kerabat kerjanya dari
Portugal, Jaime Gama, Ahad dan Senin mendatang, bertemu dengan Sekjen
PBB Kofi Annan, maka untuk pertama kali dalam 23 tahun sejarah
perundingan tentang Timor Timur akan disinggung istilah "kemerdekaan"
bagi wilayah bekas jajahan Portugal itu. Hal tak terelakkan lagi,
sekalipun pihak Indonesia datang dengan maksud untuk melanjutkan
pembicaraan mengenai otonomi luas. "Soal kemerdekaan Timor Leste sudah
ada di meja," ujar Kofi Annan ketika mengungkap undangannya kepada kedua
menteri luar negeri.

Sekali istilah kemerdekaan itu bergulir melalui tawaran Indonesia yang
dikemukakan 27 Januari lalu, pemerintah Jakarta tak bisa mengelak lagi
untuk membicarakannya, dan sekalipun Habibie bermaksud menawarkan agar
MPR baru memutuskan hal itu, namun bola mau tak mau telah menggelinding
menjadi momentum baru.

Maka, bagi dunia luar, tawaran Indonesia yang masih hypotetis dan
resminya menjadi opsi kedua, bahkan disebut "opsi terburuk" itu, telah
menjadi suatu leverage, suatu peluang yang menguntungkan untuk mendesak
Indonesia dan Portugal ke arah solusi kemerdekaan yang diinginkan rakyat
Timor Leste. Karena itu pemerintah Lisbon segera menanggapi dengan
kesediaan bertemu secepatnya dan Sekjen PBB Kofi Annan kontan mengundang
kedua pihak dengan secara eksplisit menyebut kemerdekaan Timor Leste
sebagai butir agenda, sekalipun pembahasaan soal otonomi masih belum
tuntas. Jadi tawaran pemberian kemerdekaan Habibie itu menjebak Jakarta
ke dalam posisi yang harus segera memberi perspektif dan menegaskan arah
perundingan.

Akan tetapi Kofi Annan maupun Jaime Gama juga tidak bisa menyudutkan Ali
Alatas, dan Menlu Indonesia ini diduga akan menggunakan jurus-jurus
tangkisan seperti yang dilakukan oleh perunding Indonesia Nugroho
Wisnumurti kepada Utusan Sekjen PBB, Jamsheed Marker, yaitu dengan
mengatakan bahwa Indonesia tidak punya usulan resmi mengenai
kemerdekaan, yang ada hanyalah suatu opsi kedua bila opsi pertama,
otonomi luas, ditolak.

Jadi, pihak Indonesia akan berkeras melanjutkan pembahasan otonomi,
meskipun Sekjen PBB, dalam isyaratnya di Davos, Swiss, baru-baru ini,
bagaimana pun juga, akan tetap mengupayakan memberi perspektif kepada
perundingan - dengan kemungkinan ke arah referendum.

Dalam hal ini, masyarakat internasional, khususnya Sekjen PBB, harus
meniti jalan dengan hati-hati, karena harus mendesak, tapi sekaligus
juga memerlukan bantuan dari pihak Indonesia, untuk menjamin peralihan
yang damai di Timor Leste. Sebab, isu para-militer yang didukung
kekuatan pro integrasi dan ABRI, sekarang secara internasional
dikhawatirkan mengancam penduduk Timor Leste.

Jadi, kalau soal kemerdekaan dibicarakan, maka soal keamanan akan
dibahas pula. Oleh karena itu, sekalipun pembicaraan masih akan
berlanjut pada taraf otonomi, namun dapat diharapkan, paling sedikit,
akan ada desakan, ke arah komitmen Indonesia dan dunia internasional
agar menjamin kedamaian dalam peralihan Timor Leste. Di sini, pemerintah
Habibie, dalam hal ini Menlu Alatas, tak perlu khawatir sebab ini toh
akan menjadi urusan pemerintahan baru Indonesia hasil pemilu. Selain
itu, sekarang sudah tampak isyarat kesediaan beberapa negara seperti
Jepang, Australia, Portugal dan negara negara Skandinavia untuk membantu
Timor Leste, selain juga Indonesia pasca-Habibie yang kelak juga wajib
ikut membantu negara baru di tengah keluarga besar Nusantara itu.

Kalau track perundingan yang semula dipertahankan, maka pembicaraan
paket otonomi akan berlangsung lama, sampai April, dan kalau otonomi
diterima maka akan ada pemilu khusus TimTim, dan hilanglah opsi
kemerdekaan.

Tapi, mengapa harus menunggu sampai paket otonomi diterima atau ditolak
bulan April nanti, mengapa tidak menyiapkan suatu peralihan
internasional sekarang juga?

Kalau Menlu Alatas bergerak ke arah ini, bahkan juga seandainya bersedia
menerima referendum, maka itu sudah merupakan suatu jalan yang terhormat
bagi Indonesia, dan bagi diplomat ulung Indonesia yang dua tahun lalu
sudah menyatakan "Timor Fatigue", alias "sudah cape ngurusin TimTim",
kesempatan itu akan merupakan peluang terhormat pula, untuk membangun
landasan yang baik sebelum melepas apa yang disebutnya "kerikil di
sepatu Indonesia" itu.


-----------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
-----------------------------------

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 5 Feb 1999 jam 15:18:20 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke