----------------------------------------------------------
Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "signoff indonews"
need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "info refcard"
----------------------------------------------------------
KOLOM SUPANGKAT:
TRIPARTIT NUGROHO-NEVES-MARKER "DEADLOCKED"
Persis seperti yang telah saya prediksi, perundingan Tripartie Nugroho-Neves-
Mar-
ker telah mengalami "deadlock".
Namun tidak ada pihak yang mengakui demikian, yang diakui adalah perkataan
yang dihiasi kalimat diplomatik: "disagreement". Padahal sejak semua sudah bi-
sa diketahui oleh para diplomat dan media yang sudah ngelotok, setelah Seker-
taris Jendral PBB Kofi Annan tiba tiba menyampaikan undang "short notice" ke-
pada Menlu Alatas dan Menlu Jaimie Gama untuk bertemu hari Minggu dan Senin
ini.
Alatas kebetulan sedang dalam perjalanan ke Jamaica untuk KTT internasional
pula, sehingga bagi dia hanya "mampir" saja di New York, "big deal".
Perundingan Tripartite tingkat Menlu pun tidak akan sukses karena ganjelan se-
perti yang telah saya tulis adalah tiga tuntutan Portugal dan Sekjen PBB tidak
bisa diterima oleh pihak Indonesia: pembebasa Xanana, Penarikan mundur se-
mua pasukan ABRI dan Pembukaan Kantor Perwakilan PBB di Timtim.
Ketiga ganjelan itu tidak mungkin bisa diputuskan oleh Dirjen Politik Deplu
Nug-
roho, oleh Menlu Alatas, tidak pula oleh Presiden Habibie sendiri karena kalau
dipenuhi berarti Indonesia secara de facto sudah meninggalkan Timtim, dengan
perkataan awam: Timtim merdeka!
Kekhawatiran penduduk integrasionis akan balas dendam golongan pro-kemerde-
kaan telah dijamin oleh Xanana dan Ramos Horta, bahkan mungkin tidak lama
lagi akan diberikan jaminan oleh Uskup Belo sendiri dengan syarat semua Pam
Swakarsa/Kamra dilucuti senjatanya.
PBB akan mengusulkan perlucutan senjata semua pihak, baik golongan integra-
sionis maupun pro-kemerdekaan.
Tidak ada pejabat PBB yang mau mengungkapkan apa hasil pembicaraan dan
apa ganjelannya, kita harus pinter sendiri untuk menebaknya. Namun sejak se-
mula Sekjen Kofi Annan sudah mengatakan "sekarang ini masalah kemerdeka-
an sudah 'on the table' dan kita lihat sajalah hasilnya".
Kalau Alatas sampai menemui deadlock juga, maka masih menjadi pertanyaan
apakah dia akan meneruskan perjalanan ke Jamaica atau akan kembali segera
melapor kepada Presiden Habibie?
Tergantung dari kegawatan situasi di Timtim sendiri dan dari desakan
internasio-
nal untuk "menyerahkan kedaulatan" dari Uni Eropah dan Australia yang mulai
mancla-mencle akhir akhir ini melihat situasi bertambah gawat akibat saran ku-
atnya kepada Presiden Habibie untuk memberikan Hak Menentukan Nasib Sen-
diri (Self-determination) kepada rakyat Timtim.
Kabinet Amerika tidak akan ikut mendesakkan Self-determination, kecuali
sejumlah Conggressmennya yang Liberal.
Muda mudahan semuanya akan berjalan baik bagi semua pihak.
H.S. Supangkat
PBB New York.
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 6 Feb 1999 jam 00:23:31 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++