----------------------------------------------------------
Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "signoff indonews"
need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "info refcard"
----------------------------------------------------------

KOLOM SUPANGKAT:

                'SKENARIO BALIBO" SATU SATU JALAN KELUAR DEADLOCK
        JOAO CARRASCALAO TERIMA "SKENARIO BALIBO" BERSYARAT

Pemimpin UDT pro-kemerdekaan Joao Carrascalao mengatakan kalau Indonesia
menawarkan "Skenario Balibo", yaitu para pemimpin rakyat Timtim dari semua
golongan di dalam dan di luar Timtim menyatakan menerima Otonomi Luas tan-
pa referendum, ia akan menyetujuinya. Namun dengan syarat bahwa para pe-
mimpin dalam skenario Balibo itu harus mengadakan referendum sendiri di bawah
pengawasan PBB di kemudian hari, demikian Carrascalao dalam wawancara khu-
sus dengan HSH Supangkat hari Sabtu.

Gagasan "skenario Balibo" itu tidak pernah dipikirkan apalagi di kemukakan
oleh
Indonesia yang menentang mutlak referendum. Namun harus ada alternatif lain,
dan satu satunya alternatif yang terpikir oleh utek kami yang sudah butek ini
ada-
lah "skenario Balibo" yang melibatkan semua pemimpin Timtim di dalam dan di
luar negeri.
Gagasan inipun tidak pernah disodorkan sebagai sumbangan gratis kepada delega-
si atau PTRI atau pemerintah Indonesia karena saya sudah menyatakan sebagai
oposisi terhadap pemerintah Indonesia dalam soal Reformasi, termasuk reformasi
politik Timtim.

Berita tentang Timtim ini tetap simpang siur karena pemerintah, termasuk
Menteri
Luar Negeri Alatas dan Deplunya mengambil sikap elusif, misterius, berteka-
teki:
mula mula melontarkan ancaman mutung "kalau menolak otonomi karena mau
merdeka maka masalahnya akan diusulkan kepada rejim hasil pemilu supaya di-
pertimbangkan".
Kemudian baik jubir Dewi Fortuna Anwar maupun Presiden Habibie sendiri akhir-
nya mengakui bahwa masalah Timtim sudah menjenuhkan secara finansial dan
politik dan "not worth it" untuk dipertahankan terus. Presiden Habibie
mengatakan
"Monggo, mangga" untuk kemerdekaan Timtim sementara keduanya tetap meno-
lak mutlak referendum, demikian pula Alatas sehingga Jamsheed Marker tertegun
heran, apa alternatif referendum untuk melaksanakan hak self-determination?

Saya kira tidak ada alternatif lain yang bisa mendobrak deadlock sekaligus me-
ngadakan cease fire untuk menghindarkan perang saudara: skenario Balibo. Se-
kaligus masalah Xanana yang telah dianggap "common criminal" tapi diberi sta-
tus istimewa yang menurut Carrascalao sangat "aneh" sikap Indonesia yang te-
lah melanggar hukumnya sendiri itu. Karena menurutnya, Carrascalao harus di-
nyatakan sebagai Tapol lalu dibebaskan tanpa syarat.

H.S. Hidayat Supangkat
PBB New York

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 6 Feb 1999 jam 20:17:44 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke