----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

From: GOMBLOH EDDY

PERADABAN MANUSIA DAN SEJARAH MONOTHEISME.

Para pakar purbakala meyakini bahwa Manusia mulai hadir dibumi
diperkirakan sekitar 500,000 tahun yang lalu. Dalam perkembangannya
peradaban Manusia sendiri diketahui dari peninggalan-peninggalan yang
ditemukan berusia kurang dari 10,000 tahun yang lalu.
Hampir bisa disimpulkan bahwa Manusia mulai mengenal peradaban sekitar
10,000 tahun yang lalu. Bila dibanding dengan temuan sejarah tentang
Manusia dan peradaban manusia terdapat selisih waktu lebih dari
490,000 tahun.

Suatu bukti bahwa telah terjadi jarak waktu yang sangat luar biasa
lamanya, antara keberadaan manusia dengan peradaban dari manusia
itu sendiri.

Tulisan ini saya batasi khusus untuk mengulas tentang ajaran monotheis
-me yang lahir sejalan dengan mulai dikenalnya peradaban dari Manusia,
dan terbatas pula pada dua aliran monotheisme yang dianut oleh bangsa
Indonesia yaitu "Kristen" dan "Islam" yang selama ini sering menjadi
polemik yang saya kuatirkan justru menjadi perdebatan yang sangat mem-
bahayakan diantara pembela-pembelanya. Sekali lagi latar belakang dari
tulisan ini adalah sejarah, bukan filsafat atau hukum yang ditulis
dalam kitab masing-masing agama.

Seorang pemuda keturunan Yahudi yang beruntung bisa hidup dan besar
dilingkungan kerajaan Mesir merasa prihatin melihat bangsanya hidup
menjadi budak-budak dikerajaan Mesir tsb, pemuda ini bernama Musa,
rasa prihatin yang begitu besar terhadap bangsanya membuat dirinya
tergerak ingin membawa pergi bangsanya untuk kembali ketanah asalnya
yaitu "KANAAN" atau tanah Israel yang kita kenal sekarang, upaya ini
dipersiapkan bertahun-tahun, saat itu MUSA berusaha mempersatukan visi
dari bangsa Israel ini agar mudah diorganisir dan diajaknya meninggal
kan Mesir kembali ketanah asalnya. Musa sadar bahwa tanpa adanya
pegangan untuk dipakai sebagai pedoman perjuangan bangsa Israel,
mustahil cita-citanya dapat tercapai.
Dalam puncak renungan yang sangat dalam, ahirnya Musa merumuskan pedoman
perjuangan bangsa israel dalam sebuah kitab yang ditulisnya dan diberi
nama Taurat, Musa merumuskan asal-muasal manusia, dan mengenalkan ajaran
monotheisme kepada bangsanya,
dan Musa pun menyusun suatu cerita tentang nenek moyang dari bangsa
itu sendiri, disamping itu Ia juga mengajarkan bagaimana seharusnya
manusia itu harus hidup baik menghadapi sang pencipta maupun terhadap
sesamanya.
Dalam upaya membebaskan bangsa Israel dari perbudakan bangsa Mesir,
sebagai seorang pemimpin upaya-upaya diplomasi dilakukan dengan
pemerintah Firaun, Musa juga berupaya meyakinkan Firaun bahwa bangsa
Mesir dan bangsa Israel berasal dari satu keturunan, Musa mengungkapkan
hal ini dalam tulisannya pada kitab Kejadian yang masuk dalam bagian
pertama kitab "Taurat", asal usul manusia dilukiskan dalam teori ADAM
dan HAWA yang kita kenal, setelah ilmu pengetahuan dan teknologi
berkembang teori tentang Adam-Hawa ini memang sangat mudah dipatahkan,
misalnya untuk menjawab pertanyaan sederhana dari seseorang yang mulai
belajar biologi, Mengapa didunia ini ada 4 golongan darah ( A, B, AB, O)
jika benar Manusia bersumber dari dua orang ?
Mengapa manusia terdiri dari banyak ras, dengan warna kulit yang
berbeda-beda ?

Apa sebenarnya target yang hendak Musa capai ?
Teori diatas hanya sebatas spekulasi Musa saja saat Ia mencoba merumus
kan asal-usul Manusia, Tujuannya adalah kepentingan saat itu agar
dalam hidup Manusia tidak terus menerus berseteru, Ia berusaha agar
sesama manusia hendaknya saling menghormati, menghargai dan saling
mengasihi satu dan lainnya, menerima layaknya sebagai saudara sesama
Manusia.

Upaya Musa membebaskan bangsa Israel dari perbudakan bangsa Mesir,
banyak mengalami hambatan baik di Mesir saat menghadapi Firaun, maupun
dalam perjalanan setelah lolos dari Firaun, banyak duka yang dialami
bangsa Israel dalam pengembaraannya menuju tanah asalnya, terlalu
panjangnya waktu perjalanan mereka, hingga mereka banyak yang putus asa,
ajaran MUSA yang ditulisnya dalam 10 perintah Tuhan banyak yang
dilanggar, penderitaan yang sangat berat dari bangsa ini membuat
merekapun hampir putus asa.

Didalam hampir keputus asaan, Musa menjelaskan kepada bangsa Israel
bahwa dirinya hanyalah pengantar mereka ketanah asal (dalam kitab
Taurat ditulis tanah Perjanjian), sebagai alat motivasi agar bangsa
Israel memiliki harapan, Musa meramal bahwa suatu saat nanti akan
datang tokoh yang akan menyelamatkan mereka dari penderitaan dan akan
menjadi seorang Raja yang memberikan kemakmuran serta keadilan bagi
bangsa Israel (cerita ini mirip dengan legenda Ratu Adil dari tanah
jawa).

Legenda Raja Penyelamat (juru selamat) dalam perjalanan waktu menjadi
sedemikian mistis dan sangat dipercayai oleh seluruh bangsa Yahudi,
setelah sekian ratus tahun berlalu, saat tanah Israel dikuasai bangsa
Roma, kembali mereka mengalami penderitaan yang sangat hebat, dalam
kemiskinan dan penderitaannya muncul seorang anak muda yang mencoba
menghibur dan membesarkan semangat hidup bangsa ini, ia mencari nilai
-nilai esensiil dari ajaran Taurat MUSA untuk dipakai sebagai alat
motivasi membesarkan semangat hidup mereka.

Bangsa Yahudi, penganut ajaran MUSA (Taurat) bergumul hebat dalam
kehidupan beragama, banyak fatwa-fatwa agama yang dirumuskan oleh
para Imam-Imam Taurat dengan bermacam-macam fatwa (aturan pelaksanaan)
yang justru membelenggu dan sangat membebani dalam kehidupan beragama
mereka, ada fatwa persepuluhan atau yang dikenal bahwa sepuluh persen
dari penghasilan rakyat harus disumbangkan untuk kepentingan Bait Allah
dengan sangsi dan ancaman kehidupan ahirat yang sangat menakutkan, bila
umat tidak melaksanakan, padahal dalam kenyataan penghasilan yang mereka
peroleh saat itu untuk bisa makan hari ini saja tidak cukup, apalagi
harus menyumbang 10 % dari hasilnya, disamping itu masih banyak
bentuk-bentuk fatwa lain yang sangat membebani, hingga terasa oleh
bangsa Israel untuk berurusan dengan Tuhan menjadi sangat susah sekali.

Sebagai contoh :
Pasangan Yusuf dan Maria, mereka adalah pasangan miskin yang saling
mencintai, tapi tidak mampu membayar Bait Allah untuk membiayai
pernikahan, mereka memutuskan untuk tetap hidup bersama.
Yusuf dan Maria dalam kehidupan bersamanya dikaruniai seorang putra
yang diberi nama Yesus. Anak ini sejak kecil banyak menerima olok-olok
dari teman-temannya,sebagai anak haram, karena kelahirannya dianggap
diluar nikah sah agama, meskipun demikian dalam pertumbuhannya anak ini
memiliki tingkat intelegensi yang sangat tinggi dibanding dengan
anak-anak pada zamannya, rasa bersalah kedua orang tuanya membawa orang
tuanya berusaha mendekatkan diri pada Tuhan, baik untuk dirinya maupun
anaknya, Ayah dan Ibunya berusaha dekat dengan kehidupan Bait
Allah.

Bukti bahwa Yesus ini anak jenius, antara lain,saat dia berusia dua
belas Tahun sudah terlibat debat dengan Imam-Imam ahli Taurat di
Bait Allah dengan jawaban-jawaban dan pertanyaan-pertanyaan yang
diluar dugaan para ahli Taurat tersebut.

Menginjak remaja Yesus pun menjadi semakin populer, ia mulai mengajar
tentang hidup kepada setiap orang, terutama kepada mereka yang diping
-girkan dari kehidupan Bait Allah. Hari demi hari pengikutnya semakin
lama semakin banyak.

Ajaran-ajarannya banyak bertentangan dengan fatwa-fatwa para Imam
Taurat, membuat Yesus memiliki daya tarik tersendiri, bagi kelompok
yang dipinggirkan, mereka seperti memperoleh harapan baru, sebaliknya
Yesus dimusuhi oleh para pemangku adat/agama Taurat, Ia dianggap mem
-bahayakan ajaran Taurat, meskipun setiap kali para Imam-Imam Taurat
berdialog dengan Yesus tidak pernah mampu membuktikan bahwa Yesus ber
salah dan melanggar hukum Taurat.

Popularitas Yesus, membuat para pengikutnya memberi dia macam-macam
gelar yang pada puncaknya mereka menyimpulkan, bahwa Yesus lah Raja
Penyelamat yang dijanjikan Tuhan.
Semua peristiwa aneh yang berhubungan dengan Yesus dihubung-hubungkan
dengan ramalan-ramalan tentang bagaimana akan datangnya sang Juru
selamat, bahkan kelahiran Yesus yang saat kecil dijadikan bahan olok-
olok sebagai anak haram, diartikan terbalik, bahkan dinyatakan bahwa
lahirnya Yesus bukan dari buah perkawinan, melainkan karena Roh Tuhan
dan Tuhan sendirilah yang menitis dalam tubuh manusia yang diberi nama
Yesus (upaya menyingkirkan sisi buruk seseorang bila orang itu sangat
berjasa bagi banyak orang adalah sah-sah saja dan sangat wajar terjadi
dimana-mana) semua gelar, serta sanjungan sebenarnya diperoleh Yesus
justru setelah dia meninggal di kayu salib. Dalam hidupnya Yesus tidak
pernah menulis buku (kitab), semua ditulis oleh murid-muridnya setelah
Yesus meninggal, banyak tulisan-tulisan merupakan kumpulan dari khotbah
para muridnya kepada pengikut-pengikutnya, kumpulan tulisan murid-murid
Yesus dibukukan sekitar 200 tahun setelah Yesus meninggal dan dikenal
dengan nama kitab Injil perjanjian baru.

Istilah Anak Allah itu sendiri saat ini sering membuat umat Kristiani
terpojok bila berdebat dengan penganut agama lain, dengan berbagai
alasan dibuat pembenaran tentang Roh Allah yang menitis ke Yesus ini.
Hingga kini tetap menjadi perdebatan yang tidak pernah selesai bagi
umat Kristiani yang awam tentang sejarah Kristen, sementara para pakar
Agama Kristen yang tahupun enggan menjelaskan secara jujur kepada
jemaatnya. Saya tidak tahu apa yang melatar belakanginya ?

Memasuki abad ke enam Masehi, di semenanjung Arab ada seorang Pedagang
yang beristri empat, Ia berdagang dari tanah arab ke Negara tetangga-
nya di Israel, perjalanan yang sering dilakukan, mau tidak mau disam-
ping berdagang, Iapun terpengaruh oleh budaya yang berkembang di nega-
ra tetangganya itu, Ia melihat tata hidup di negara tetangganya sudah
sangat teratur, hukum yang dipengaruhi hukum agama pun berjalan dengan
baik. Sementara kehidupan di Negaranya sangat keras, masa itu dikenal
dengan zaman Jahiliah, atau dengan bahasa lebih ekstrim lagi zamannya
orang makan orang. Hati nuraninya pun terketuk, Pedagang ini tertarik
untuk belajar tentang cara hidup negara tetangganya yang dianggap sudah
teratur secara baik ini, Iapun menemukan sesuatu bahwa Negara tetangga
sebelah ini sukses karena rakyatnya memiliki buku pedoman hidup, yang
ahirnya Ia tahu bahwa buku itu adalah kitab Taurat.

Dengan berlandaskan isi Taurat, sang pedagang ini berusaha menciptakan
kitab serupa bagi bangsanya, semua isi Taurat disalinnya dan dirumuskan
olehnya, disamping itu beberapa bagian dari Injil Barnabas juga dikutip
dan disalinnya menjadi surat Ali Imran, masalah mulai timbul manakala
harus menuliskan sejarah bangsa, dalam kitab Taurat (original) yang
ditulis Musa, Allah meminta agar Ibrahim menyerah kan Ishak sebagai
korban bakaran sebelum ditukar dengan seekor anak domba, konon Ishaklah
yang selanjutnya akan menurunkan bangsa Israel, nah, bila ini ditulis
apa adanya, nampak kesan bahwa bangsa Arab menjadi bangsa yang
dipinggirkan oleh Tuhan, hal ini akan tidak menarik, kurang nilai
jualnya, untuk itulah maka dalam Al Qur'an yang ditulis oleh
sekretarisnya (karena pedagang ini sebenarnya buta huruf) diplesetkan
bahwa Ismail lah yang Allah minta pada Ibrahim untuk dikorbankan sebelum
ditukar dengan anak domba.

Maksud baik dari sang Pedagang ini, ternyata setelah pengikutnya
menjadi sangat besar mulai menimbulkan masalah, konflik antar agama
sering dipicu dengan legenda Ishak dan Ismail yang menjadi sangat di
keramatkan.

Sudah saatnya kita setelah masuk peradaban yang super modern dan
memasuki milenium ketiga ini agar mulailah memahami keterbatasan-
keterbatasan pemimpin-pemimpin kemanusiaan tempo dulu, adalah sangat
berarti bila kita memahami lebih jauh lagi, bahwa apa yang mereka
ajarkan, adalah sebuah cara hidup agar manusia menghargai/menghormati
sang penciptanya dan sekaligus dalam berinteraksi antara sesama
manusia saling mengasihi dan menyayangi.

Hentikan perdebatan yang menyangkut soal aturan, karena aturan atau
fatwa dirumuskan untuk kepentingan sesaat atas permufakatan bersama
saat itu, kita boleh saja menggantinya bila aturan atau kesepakatan
yang dibuat bersama dulu atau yang sudah ditulis oleh kitab-kitab
pemimpin kemanusiaan yang kita sebut juga Nabi sudah mulai tidak
aplikatif lagi untuk masa kini. Kita tidak perlu mengkeramatkan atau
mentabukannya, hal ini yang menyebabkan pikiran kita menjadi sempit
dan kalau kita pertahankan akan menimbulkan konflik bukan hanya debat
argumentasi tapi bisa berkembang menjadi konflik fisik yang sia-sia.

Menurut saya, alam ini memang ada penguasanya, oleh agama disebut
sebagai Tuhan atau Allah, Ia memang Maha Kuasa dan tak tersentuh,
sayapun tidak tahu apa rencananya, saya hanya tahu bahwa saya dulu
tidak ada dan saya tahu serta sadar bahwa saya ada setelah saya
berusia sekitar tiga tahun dan saya tahu bahwa saya punya nama. Suatu
saat nanti saya tidak akan tahu, apakah saya akan kembali menjadi
tidak ada ? Ataukah saya akan hidup dalam kehidupan yang lebih buruk
dibanding kehidupan yang saya jalani dibumi ini (agama menyebutnya
Neraka) ? Ataukah saya akan hidup dalam kehidupan yang lebih baik
dibanding kehidupan yang saya jalani dibumi ini (agama menyebutnya
surga) ?  Saya tidak perduli, semuanya saya serahkan saja pada sang
pencipta !!!, yang saya tahu sekarang adalah bila kita hidup saling
mengasihi terhadap sesama, saling tolong antar sesama, saya rasakan
hal ini indah dan menyenangkan, itu saja !!!

Sekian.............................

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 22 Dec 1998 jam 08:12:36 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke