----------------------------------------------------------
Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "signoff indonews"
need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "info refcard"
----------------------------------------------------------

 Selasa, 9 Februari 1999

           Kurang Pangan, Empat Tewas, Satu Dirawat
           249 Jiwa Lainnya Dinyatakan Kekurangan Gizi

           Ponorogo, JP.-
           Ada kabar memilukan dari Ponorogo. Empat orang warga Trincing,
           Desa Dayakan, Kecamatan Badegan, Ponorogo, meninggal dunia diduga
           akibat kekurangan pangan. Selain itu, setidak-tidaknya, 27 kepala
           keluarga (KK) atau sekitar 249 jiwa warga dua RT di Dusun Trincing
           dinyatakan kekurangan gizi.

           Empat orang yang meninggal diduga karena kurang pangan itu: Saidi,
           Sombo, Joyo, dan
           Sukinem. Seorang lagi, Marimin, hingga Senin, kemarin, masih
           dirawat intensif di RSUD
           setempat. Kondisi mereka yang kekurangan pangan dan gizi itu terus
           dipantau tim medis dari Dinas Kesehatan (Dinkes).

------------------
Menghela napas dalam sekali ketika membaca
berita ini, sebuah berita yang tidak penting
yang tidak perlu dihebohkan..
Yang mati cuma manusia kecil, rakyat wong cilik
yang tidak bermakna, ya mereka cuma sekedar
orang orangan pelengkap penderita.

Hey kenapa anda lewatkan berita ini?
Kenapa anda sibuk melulu dengan sepak terjang
Amien Rais yang melenggak lenggok bagai banci?
yang ber pesta pora dgn kumpul srimulatan di senayan?
yang cuma sibuk memikirkan diri sendiri,
yang sebentar lagi akan ber aliansi dengan Habibie
dan memberi ampun  Suharto
bangsat pemakan bangkai rakyat sendiri.

Hey kenapa anda sibuk dengan Megawati?
ratu bloon yang tidak bisa baca majalah asing?
ondel ondel yang cuma kelihatan berguna lantaran
nama belakang yang ditempelkan bapaknya sendiri.

Hey kenapa sibuk dengan Gus Dur?
manusia sok aneh ini adalah kutu kupret perusak
sistim  peradilan dengan manuver berpacaran dengan
serdadu dan algojo yang tegas tegas bersalah telah
membunuh sekian ribu orang.

Hey mengapa mesti didengarkan si goblok emha?
anjing sufi satu itu tidak pantas mengadakan aksi
" tobat Nasional" seolah olah semua rakyat bersalah.
manusia celeng yang dulu menyayangkan mengapa
Suharto turun tragis seperti itu, menyalahkan mahasiswa
adalah kafirun ber baby benz yang sok humble dalam
pengajian.

Hey mengapa sibuk memikirkan untuk mendirikan
negara Islam? omong kosong bau tinja seperti ini
bikin perut mau muntah. Apa mau meniru Iran dan Sudan?
yang hobby menggantung sekian banyak orang?
atau meniru jaman kekalifahan sesudah nabi?
kenapa sih ingin kita terus menerus mau dibegoin
sama arab arab sana? buka buku sejarah, tidak ada
itu yang namanya demokrasi dalam sebuah negara
teokratis. Yang ada adalah khalif dan raja, atau ulama
pemegang tahta, atau seperti Abu bakar yang represif.
atau seperti Usman yang nepotis, satu satunya khalif yang
bagus adalah Umar,dan itupun mati terbunuh oleh orang
Islam sendiri.

jadi nggak seperti juga orang yang memimpikan
negara komunis yang ideal, mendirikan negara Islam
adalah sebuah masturbasi imajinasi.sebuah kemunduran..


hey ,orang kecil sudah mulai bermatian.
dan si Ghalib malah ber BMW ria.
bangsat yang tidak tahu diri.
Perampok duit orang kecil seperti pemilik bank,
konglomerat cina sialan, pengusaha pribumi haram,
direktur BI penilep uang,Tommy Suharto,Beddu Amang,
dan srigala lainnya tidak ada satupun yang ditangkap.
Dan si Prabowo, gestapo yang mestinya dibuang
ke nusakambangan itu sekarang sedang bersantai santai
di Boston.

Ghalib cuma berani menangkap mahasiwa dan aktifis.
Mestinya mahasiswa memberikan bebek banci bukannya
ayam betina dulu itu.

Ini negara benar benar diperintah oleh para sialan.
dijajah oleh para dedemit dan dasamuka berdasi.

orang orang kecil pada jatuh bergelimpangan.
dan orang orang besar malah sibuk orgy memuaskan diri
sendiri.

Kok bangsa kita kebih makmur pada saat dijajah Belanda
dari pada setelah setengah abad merdeka?

Kok negeri berlimpah kekayaan alam ini,
yang nyiur melambai, sawah dan ladang menghijau ini
jutaan manusianya malah menguning kurang gizi?

Kita tidak perlu tobat nasional.
Si emha bedegul itu nggak usah didengar bacot sufinya.
Meniru gus dur dan Emha adalah suatu ketololan raksasa.

Kita perlu " Peradilan Nasional ".
Koleksi dosa para penguasa sudah kelewatan.
Manusia kecil bermatian. Mahasiswa sudah banyak
yang cacat bergelimpangan.

Tidak ada yang namanya amnesti buat Suharto.
Tidak ada pengampunan buat algojo.

Jangan Hapus hukuman mati.
Ingat yang biasanya meneriakan " hapus hukuman mati"
adalah orang orang yang tidak ada hubungannnya
dengan proses itu sendiri. Yang tidak memiliki suaminya
mati dibunuh, yang anaknya hilang, Pamannya dilenyapkan.
Istrinya diperkosa dan dibenamkan kedasar sungai.

Mengampuni hukuman adalah pelangggaran hukum.
Dan menghapus hukuman mati, itu adalah pelanggaran
hak azazi para korban pembunuhan..

Orang orang kecil mati kelaparan.
Sementara banyak dari kalian, masih bergumul
memikirkan tentang undang undang madinah, tentang
tata cara sholat dan makan dalam Islam, tentang ketakutan
PDI menang, ber asalamualaikum arab yang tidak berguna.

Tunjukan dong jika anda  memang beriman dengan
membantu orang orang sekarat ini..

Bukan dengan sok sok demokrasi, reformasi dan
menjual  image agamanisasi murahan dengan  menulis
ayat ayat bible dan Quran...




Hasan Basri

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 10 Feb 1999 jam 16:37:54 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke