---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- ----------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. ----------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Thursday 11 February 1999 13:50 UTC ** MASALAH TIMOR TIMUR HARUS DISELESAIKAN TAHUN INI JUGA ** MASA DEPAN BANK YANG SAKIT AKAN DITENTUKAN FEBRUARI INI ** KUBU PARTAI REPUBLIK TERBAGI DUA ** PERUNDINGAN KOSOVO MENEMUI JALAN BUNTU ** TOPIK GEMA WARTA: HABIBIE INGIN TUNTASKAN MASALAH TIMOR TIMUR SEBELUM 1 JANUARI 2000 * MASALAH TIMOR TIMUR HARUS DISELESAIKAN TAHUN INI JUGA Presiden B.J. Habibie berkehendak agar masalah Timor Timur diselesaikan akhir tahun ini juga. "Mulai tanggal 1 Januari 2000, pemerintah Jakarta tidak ingin dibebani masalah TimTim lagi, dan sebagai seorang teman, kita akan menyerahkan keputusan kepada masyarakat TimTim sendiri". Demikian dikatakan presiden Kamis ini, sewaktu berpidato di depan Kadin Jakarta. Sebagai propinsi Indonesia, Timor Timur masih ikut serta dalam pemilu bulan Juni nanti, tetapi rakyat TimTim masih harus menentukan usulan otonomi luas yang diajukan Jakarta. Apabila usulan ini ditolak, maka pemerintah Indonesia mempertimbangkan akan memberikan kemerdekaan penuh kepada propinsi tersebut. Banyak penduduk Timor Timur curiga akan usulan otonomi ini. Menurut kelompok-kelompok anti-pemerintah Jakarta, usulan ini dibuat sedemikian rupa, hingga para penentang kemerdekaan akan mendapat pengaruh yang sangat banyak. * MASA DEPAN BANK YANG SAKIT AKAN DITENTUKAN FEBRUARI INI Masa depan bank yang sakit akan ditentukan tanggal 27 Februari mendatang. Demikian dinyatakan Presiden B.J Habibie di depan para anggota Kadin di Jakarta. Sementara Ketua Kadin, Gunarni melanjutkan, bank-bank yang akan dilikuidasi adalah yang termasuk dalam kategori C, karena tidak berhasil mendapat suntikan dana. Bank-bank di Indonesia dibagi dalam tiga kategori, kategori A, 62 bank, apabila perbandingan modal dan utang di atas 4%; kategori B, 61 bank, dengan angka perbandingan antara 4% dan - 25%; dan yang terakhir, kategori C, apabila perbandingan di bawah - 25%, sebanyak 43 bank. Gubernur Bank Indonesia Syahril Sabirin menyatakan, Bank Indonesia tidak pernah mengeluarkan daftar nama-nama bank yang akan ditutup, seperti yang diberitakan media lokal. * KUBU PARTAI REPUBLIK TERBAGI DUA Terjadi perpecahan dalam kubu Partai Republik seputar proses pemecatan atau impeachment Presiden Amerika Serikat, Bill Clinton. Tiga senator Partai Republik menyatakan akan menentang pemecatan Presiden Clinton. Diperkirakan Kamis ini atau Jumat besok akan diadakan pemungutan suara mengenai nasib Presiden Amerika Serikat. Ketiga senator tersebut berpendapat tidak terbukti bahwa Clinton bersalah menghalangi proses peradilan, dan berdusta di bawah sumpah. Kedua tuduhan ini mendasari proses impeachment Clinton. Akibat perpecahan di kubu Republik maka tidak jelas apakah mayoritas anggota Senat menyetujui pemecatan Clinton, padahal untuk itu diperlukan paling sedikit dua pertiga suara para senator. * PERUNDINGAN KOSOVO MENEMUI JALAN BUNTU Perundingan masalah Kosovo di Rambouillet, dekat Paris, kelihatannya berada dalam jalan buntu. Delegasi pemerintah Yugoslavia dan Albania- Kosovo, tetap tidak menyepakati bagian penting rencana perdamaian yang diajukan Grup Kontak Internasional untuk Yugoslavia. Grup Kontak ingin agar pihak-pihak yang bertikai, dalam waktu dekat menyetujui otonomi terbatas Kosovo untuk jangka waktu tiga tahun mendatang. Tetapi para pemberontak Albania hanya mau menyetujui kemerdekaan penuh. NATO berulang kali mengancam Serbia dengan serangan udara, apabila tidak diambil kesepakatan dalam waktu dekat. Tetapi Menteri Luar Negeri Perancis, Hubert Vedrine memperlunak ancaman tersebut. Vedrine menyatakan NATO juga akan mempertimbangkan alasan mengapa perundingan ini gagal. Vedrine dan rekannya Menlu Inggris, Robin Cook, Kamis ini juga akan hadir dalam pembicaraan. Demikian pula Presiden Serbia Milan Milutinovic dan sekutunya, Presiden Yugoslavia, Slobodan Milosevic, akan tiba di Rambouillet Kamis ini. * ETIOPIA MENOLAK USULAN GENCATAN SENJATA PBB Pemerintah Etiopia menamakan usulan Dewan Keamanan PBB untuk melakukan gencatan senjata dengan Eritrea, sebagai tidak logis. Etiopia menyatakan diserang sehingga harus membela diri. Rabu kemarin Dewan Keamanan PBB berseru kepada Etiopia dan Eritrea untuk melakukan gencatan senjata. Juga diminta agar masyarakat internasional tidak lagi memasok kedua negara dengan senjata. Pertempuran antara Etiopia dan Eritrea yang memperebutkan sebuah wilayah perbatasan dimulai Sabtu lalu. Kedua negara saling menuduh satu dan lainnya memulai serangan. Pertikaian mengenai garis perbatasan dimulai tahun 1993, ketika Eritrea memisahkan diri dari Etiopia. * PEROKOK CALIFORNIA MENDAPAT GANTI RUGI 50 JUTA DOLAR Juri pengadilan negara bagian Kalifornia, Amerika Serikat, memutuskan, seorang perokok wanita yang berusia 53 tahun akan mendapat ganti rugi sebesar 50 juta dolar. Para juri menunjuk Philip Morris, pabrik pembuat rokok Marlboro, turut bertanggung jawab, karena perokok tersebut menderita jenis penyakit kanker yang tidak dapat disembuhkan. Perokok ini menuntut ganti rugi sebesar 15 juta dolar. Philip Morris langsung mengajukan naik banding, karena takut akan harus mengeluarkan lebih banyak lagi uang ganti rugi, yang diajukan para perokok penderita penyakit tidak tersembuhkan. * UNI EROPA MEMBICARAKAN MASALAH PARA PELARIAN Para menteri dalam negeri dan kehakiman Uni Eropa berkumpul di Berlin, Jerman untuk membicarakan masalah para pengungsi. Pembicaraan bertujuan untuk menyeragamkan kebijakan pelarian Uni Eropa. Juga akan dibicarakan rancangan kebijakan baru, yang mengatur bantuan keuangan kepada negara- negara yang banyak didatangi para pelarian. Jerman, yang saat ini menjabat ketua bergilir Uni Eropa, berharap agar paling tidak bisa dicapai kesepakatan untuk membagi rata biaya penampungan para pengungsi. Terutama Jerman dan Belanda menerima banyak pelarian, dan berpendapat negara Uni Eropa lain tidak peduli akan masalah ini. * HABIBIE INGIN TUNTASKAN MASALAH TIMOR TIMUR SEBELUM 1 JANUARI 2000 intro: Desakan Presiden B.J. Habibie agar masalah Timor Timur dituntaskan sebelum tanggal 1 Januari tahun 2000, menimbulkan banyak tanda tanya. Apakah Jakarta sudah begitu putus asa, sehingga semakin mendesakkan penyelesaian, tanpa mencari pemecahan yang terbaik bagi penduduk Timor Timur sendiri? Demikian Uskup Dili Carlos Felipe Ximenes Belo. Uskup Belo berharap supaya ditempuh persiapan yang lebih matang dengan tanggung jawab yang lebih baik. Apalagi karena belakangan semakin banyak bermunculan kelompok-kelompok masyarakat sipil bersenjata yang justru menentang penyelesaian damai. Berikut Uskup Dili Monseigneur Carlos Felipe Ximenes Belo: CARLOS FELIPE XIMENES BELO [CFB]: Kalau sudah niat, dan keputusan dari Presiden RI dan dari pemerintah, kami, ya, tidak bisa bilang apa-apa. Hanya, dari masyarakat di sini, tentunya kita semua mengharapkan penyelesaian yang baik. Yaitu, kalau Indonesia sudah memutuskan keluar dari sini ya dengan tanggung jawab besar, dan mudah-mudahan selalu ada rasa persahabatan di antara orang Timor dengan orang Indonesia. Tetapi, kalau karena sudah putus asa dan tidak ada lagi jalan keluar, lalu meninggalkan begitu saja, saya kira itu tidak baik. Radio Nederland [RN]: Mengapa Monseigneur mengatakan, kalau misalnya sudah putus asa? CFB: Karena dulu itu sering dikatakan bahwa ini sudah bagian tak terpisahkan dari RI, tapi tiba-tiba dikatakan bahwa kalau mau merdeka monggo, silahkan, saya kira harus ada langkah-langkah, ya, persiapan- persiapan yang matang. Jadi bagi saya, menurut Deklarasi Bandung, dengan semangat Bandung saya kira harus ada tanggung jawab ya, untuk keluar dari situasi ini dengan baik. RN: Yang Monseigneur maksud Deklarasi Bandung adalah Konperensi Asia Afrika? CFB: Ya betul, itu! RN: Beberapa waktu lalu Monseigneur mengatakan sebaiknya pelepasan Timor Timur itu dilakukan dalam waktu 10 tahun ya? CFB: Pertama-tama saya menerima otonomi, ya. Otonomi seluas-luasnya. Dan bukan hanya menerima. Saya mau melihat itu dipraktekkan di lapangan. Tentunya pelaksanaannya itu makan waktu. Supaya ada rasa rekonsiliasi, kedamaian, saling menerima dan bersama-sama membangun. Nah, sesudah kurun waktu 10 tahun kalau masyarakat mau memutuskan apakah kami tetap di sini, itu ya kita akui. Tapi harus ada keputusan dari masyarakat, dari rakyat. Kalau mau memutuskan lain, itu juga harus diterima. Akhirnya dalam 10 tahun ya, otonomi itu tidak berjalan sesuai dengan kehendak Indonesia, kehendak masyarakat, maka kita harus ada koreksi. RN: Mengapa Monseigneur memberi tenggang waktu 10 tahun? CFB: Itu terutama untuk memberikan kesempatan kepada golongan-golongan yang berbeda pandangan untuk duduk bersama-sama, untuk perundingan- perundingan, untuk dialog-dialog, take and give (memberi dan menerima, Red.) dari semua pihak, supaya masalah TimTim ini kalau bisa diselesaikan, diselesaikan dengan baik dulu, di antara orang Timor. Untuk apa diselesaikan dengan baik antara Portugal dengan Indonesia, kalau di antara orang Timor sendiri masalah itu tidak diselesaikan dengan baik? RN: Dan saat ini belum ada penyelesaian yang baik antar orang Timor sendiri? CFB: Bisa, bisa. Memang kami sudah mulai September lalu, berdialog yang mau mengarah ke situ. Dan kita masih tetap mengadakan dialog kedua, ketiga, keempat, sampai orang Timor ini bersatu. Hanya baru-baru ini dengan kelompok-kelompok radikal yang muncul, itu ya membahayakan dialog yang kita mau adakan di antara orang Timor. RN: Apakah yang Monseigneur maksudkan dengan kelompok radikal adalah penduduk sipil yang dipersenjatai itu? CFB: Betul. Itu dari kelompok Mahidi, dari kelompok Naga Merah atau Besi Merah Putih dan lain-lainnya yang lebih radikal, yang mau menguasai seluruh TimTim. Itu saya kira bukan cara untuk menyelesaikan. Selama 23 tahun Indonesia tidak selesai, bagaimana satu kelompok mau menyelesaikan? RN: Termasuk kelompok Ratih Monseigneur? CFB: Ya, betul. Sayangnya di situ. Kita mau adakan dialog, mau damai, ternyata dari belakang bermunculan kelompok-kelompok seperti itu, akhirnya buat kita juga pusing. Berarti ada badan-badan yang tidak berniat baik, tidak mau supaya ini selesai dengan damai. RN: Berbagai kantor berita asing melaporkan makin banyak para pendatang sekarang secara massal meninggalkan Timor Timur. Apakah benar demikian Monseigneur? CFB: Benar. Saya juga menerima informasi melalui orang-orang dekat saya, bahwa pasar di Komoro, pasar di Bekora itu kosong ya karena mereka berangkat dengan truk membawa segala sesuatu. Mungkin orang sudah ada feeling (perasaan, Red.) bahwa itu nanti dilepaskan, akhirnya orang juga lari. Mungkin karena takut, yang kedua, mungkin tidak ada lagi prospek untuk berdagang, untuk dagang itu tidak akan jalan. Karena baru-baru ini juga kapal tidak begitu masuk. Barang-barang mulai mahal. Orang tidak bayar, orang tidak beli. Jadi banyak faktor, ya. Tapi terutama feeling (perasaan, Red.) bahwa akan ada bentrok di antara dua kelompok, padahal sudah ada himbauan-himbauan supaya mereka tetap di TimTim, kalau mau ya berdagang. RN: Demikian Uskup Dili Carlos Felipe Ximenes Belo. ----------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ----------------------------------- ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 11 Feb 1999 jam 14:57:22 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
