----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

Bung  George yang baik,

Mengenai sikap soal Pemilu, ini memang mengagetkan banyak pihak.
Kawan-kawan di KPP harus memenuhi undangan dari berbagai organisasi di
berbagai kota untuk "mempertanggungjawabkan" keputusan PRD untuk ikut
pemilu. Banyak kawan, terutama mahasiswa, merasa "ditinggalkan" oleh PRD.
(Untuk ini, kami persiapkan resume diskusi-diskusi PRD di berbagai kota
mengenai sikap ini).

Keputusan PRD mengikuti pemilu, bukan berarti PRD melegitimasi pemilu
Habibie, yang nyata-nyata tidak demokratis dan tidak jurdil, karena :
(1) Masih ada Dwi Fungsi ABRI
(2) Masih menggunakan UU Politik yang tidak demokratis
(3) Para tapol/napol (PKI, Lampung, Aceh, PRD,  NII, Papua Barat, Timor
Leste)  belum dibebaskan
(4) Indonesia masih menjajah Maubere
(5) Dilaksanakan oleh Rejim Habibie-Wiranto, rejim boneka Soeharto pewaris
Orde Baru
(6) Masih ada pembatasan peserta pemilu, baik karena masalah asas, ideologi,
bahkan sampai yang bersifat admisnistratif  (yang sama sekali tidak
prinsipil) seperti jumlah pendiri, jumlah cabang yang dimiliki, dll.
(7) dan masih banyak lagi

Dan sikap PRD mengenai pemilu tetap : PRD MENUNTUT PEMILU DILAKSANAKAN OLEH
PEMERINTAH TRANSISI YANG DEMOKRATIS (APAPAUN NAMANYA, YANG PENTING
BENAR-BENAR BEBAS DARI WARISAN ORDE BARU) DENGAN SYARAT PENCABUTAN DWI
FUNGSI ABRI DAN 5 UU POLITIK 1985 TERLEBIH DAHULU.

Begitu pula tuntutan PRD masih tetap :
a. Pembentukan pemerintahan transisi, Pemerintahan Koalisi Demokratik
Kerakyatan
b. Pencabutan Dwi Fungsi ABRI
c. Pencabutan 5 UU Politik 1985
d. Pembebasan SEMUA Tapol/Napol TANPA SYARAT, terutama Tapol/napol Kasus
Islam (karena yang paling banyak jumlahnya)
e. Referendum Untuk menentukan Kemerdekaan Bangsa Maubere (Timor Leste)
f. Pelaksanaan Pemilu Jurdil oleh Pemerintahan Sementara yang demokratis
(Beserta tuntutan-tuntutan lain yang ada dalam buku PRD Menuju Demokrasi
Multipartai Kerakyatan yang diterbitkan pada saat Deklarasi PRD, 22 Juli
1996)

PRD juga masih tetap pada prinsip dasarnya : PEMBENTUKAN PRD TIDAK UNTUK
SEMATA-MATA MENJADI ELECTORAL-MACHINE (MESIN PENGUMPUL SUARA DALAM PEMILU).
Sebab, jika partai hanya semata-mata menjadi electoral-machine, ia tidak
lain hanyalah menjadi kumpulan para penipu, yang mengelabuhi rakyat untuk
memperoleh suara sebanyak-banyaknya.  Electoral-machine bukan alat
perjuangan rakyat, tapi hanyalah merupakan kendaraan politik para birokrat
partai, yang kerjanya menembar janji-janji tapi tidak pernah menyentuh
probelm riil masyarakat.

Dengan ikut pemilu ini, PRD bukan berarti telah berubah menjadi partai yang
parlementaris, namun PRD TETAP  MEMEGANG GARIS AKSI MASSA SEBAGAI METODE
PERJUANGAN-nya. Keikutsertaan PRD dalam pemilu, justru sebaliknya : untuk
membuka peluang aksi-aksi massa.

Keikutsertaan PRD dalam pemilu, bukan berarti melegitimasi pemilu Habibie,
tapi justru sebaliknya PRD akan memblejeti pemilu Habibie ini dengan
menjalani tahap-tahap pemilu nanti. Setiap kecurangan pada setiap tahapan
pemilu, akan menjadi isyu kami untuk menunjukkan kepada rakyat bahwa Pemilu
Habibie ini tidak Demokratis dan tidak jurdil.  Oleh karena itu, PRD akan
bekerjasama dengan kelompok-kelompok pemantau pemilu untuk melakukan
PENGAWASAN MASSAL --pengawasan pemilu oleh massa, bukan oleh segelintir
orang-- selanjutnya untuk MELAKUKAN PROTES MASSAL terhadap
kecurangan-kecurangan dan ketidakdemokratisan pemilu, sehingga kita bisa
MENDELEGITIMASI pemilu Habibie (sehingga, muaranya adalah pertemuan dengan
kelompok-kelompok yang mengambil taktik boikot pemilu, golput, pengawasan
pemilu dan yang "partisipasi-kritis" ).

Kita harus juga sadar bahwa MAYORITAS rakyat sekarang terilusi oleh Pemilu
1999, sebab pemilu sogokan rejim Orba ini seolah-olah demokratis, karena
diijinkannya pendirian partai-partai baru dan beberapa reform-reform
kecil-kecilan lainnya.  Kita tahu pemilu 1999 adalah pemilu yang busuk,
tidak akan jauh lebih baik dari pemilu sebelumnya. Tapi, apakah mayoritas
rakyat berpendapat demikian ? Tidak ! Mayoritas rakyat menganggap pemilu
sekarang akan lebih demokratis.

Sekarang mayoritas rakyat juga masih terilusi oleh para "oposisi setengah
hati", seperti kelompok Ciganjur, yang mana garis politik mereka adalah
tawar-menawar dengan rejim/militer dan Soeharto. Oleh karena itu, PRD harus
tampil menjadi kekuatan alternatif, bukan saja beroposisi terhadap
Habibie/Soeharto/militer, tapi juga terhadap "oposisi loyal" (kelompok
Ciganjur), yang mana mereka tidak secara tegas berpihak kepada rakyat tapi
justru memperkuat posisi Habibie/Soeharto/Militer dengan cara melegitimasi
pemerintahan Habibie, mengendorkan tuntutan pencabutan Dwi Fungsi ABRI dan
bahwa mengendorkan tuntutan pengadilan terhadap Soeharto.

Jika PRD tidak mengikuti Pemilu, sama artinya PRD membiarkan rakyat hanya
mempunyai dua pilihan : rejim lama atau para "oposisi loyal" (embrio rejim
baru), yang mana komitmennya terhadap rakyat sangat diragukan dan dalam
sejarahnya sudah terbukti tidak berani melawan rejim penindas,  kecuali
saat-saat Soeharto menjelang jatuh setalah dihantam aksi-aksi mahasiswa
selama berbulan-bulan.   Ini sama artinya dengan menyerahkan kepemimpinan
massa kepada "oposisi loyal", padahal tugas PRD justru sebaliknya :
menjelaskan posisi politik  "oposisi loyal"   yang sesungguhnya. Jadi
jelas, dalam pemilu nanti PRD tidak hanya menyikat Habibie/ABRI, tapi juga
akan memblejeti para "oposisi loyal",  yang antara lain adalah tokoh-tokoh
Ciganjur tersebut. PRD juga akan mengkritisi para calon-calon presiden
tersebut, terutama sekali Megawati yang telah mengeluarkan ucapan tidak
senonoh tentang Timor Timur.

Mengenai target suara yang diperoleh dalam pemilu nanti, bagi  PRD itu
tidak penting, karena sekali lagi  keikutsertaan PRD ini adalah justru
untuk mengkritisi pemilu itu sendiri. Yang penting adalah : PRD akan
menjalani tahap-tahap dalam pemilu dan bisa meyakinkan kepada rakyat  bahwa
pemilu  yang diselanggarakan Oleh Habibie dengan masih ada Dwi Fungsi ABRI
dan 5 UU Politik 1985 tidak akan demokratis dan jurdil.  Dengan menjalani
tahap-tahap pemilu ini, berati PRD akan punya kesempatan bicara
seluas-luasnya pada saat-saat kampanye. Dan jika rejim/militer
menghalang-halangi PRD untuk berbicara seluas-luasnya,  ini justru
menguntungkan, sebab rakyat akan melihat sendiri bahwa pemilu tersebut
tidak demokratis.  Seberapapun suara yang diperoleh PRD nanti,
ujung-ujungnya adalah untuk memblejeti pemilu itu sendiri. Jika PRD
mendapat barangkali satu kursi di DPR maupun di beberapa DPRD, maka PRD
akan terus-menerus menggoyang parlemen dan tetap akan mendelegitmasi hasil
pemilu. JIka SEANDAINYA, sekali lagi SEANDAIANYA, PRD memenangkan Pemilu,
maka : SAAT ITU JUGA PRD AKAN MENYATAKAN BAHWA PEMILU TIDAK SYAH, MAKA PRD
AKAN MEMBATALKAN HASIL PEMILU DAN MENGADAKAN PEMILU ULANG DENGAN TERLEBIH
DAHULU MEMBENTUK PEMERINTAHAN TRANSISI. Jadi,  tekad PRD adalah : berapun
suara yang didapat, PRD akan mendelegimasi hasil-hasil pemli nanti. Sebab,
secara prinsipil pemilu tidak syah, tidak demokratis dan tidak jurdil.

Siapa caleg-caleg PRD ? Caleg-caleg PRD adalah para pimpinan PRD yang ada
dipenjara  ada pada urutan tertinggi. Sehingga rejim hanya punya dua
pilihan : membebasakan mereka atau menggagalkan mereka sebagai caleg. Jika
Rejim mengggagalkan mereka sebagai caleg,  rakyat  akan melihat sendiri
bahwa pemilu tersebut memang benar-benar tidak  demokratis dan tidak
jurdil.

Demikian dulu, Bung.  Kami sangat berterimakasih dan menunggu diskusi
dengan Bung lebih panjang lagi. Kepada kawan-kawan yang mengambil strategi
Golput maupun boikot pemilu, jangan khawatir : PRD tidak meninggalkan Anda.
Sebab, pada akhirnya nanti akan ada momentum yang mempertemukan kedua
taktik ini. Ingat, keikutsertaan PRD dalam pemilu HANYALAH taktik, bukan
strategi. Strategi PRD tetap :  gerakan aksi massa. Mungkin inilah yang
membuat rejim sekarang ketakutan : pada saat PRD mendaftarkan diri ke
Depdagri, maka segera diadakan rapat koordinasi antara
Depdagri-BAKIN-Dephankam. (Hanya PRD yang proses pengesahannya harus
melewati BAKIN dan Dephankam terlebih dahulu). Mereka mencoba menjegal PRD,
tapi menghadapi dilema : jika dijegal, sama artinya menujukkan kepada
rakyat bahwa pemilu kali ini tidak jurdil dan tidak demokratis. Ini bukan
berarti PRD terilusi bahwa nanti PRD tidak akan dijegal.  Justru PRD yakin
akan menghadapi banyak jegalan. Tapi, justru ini pula  yang akan kami
gunakan untuk menjelaskan kepada rakyat bahwa pemilu nanti tidak akan
bebas, jurdil dan demokratis.

Terus berjuang ! Demokrasi atau Mati !

Kawan-kawan KPP-PRD

>Kawan-kawan -- bisakah kalian berikan sedikit latarbelakang tttg keputusan
>kalian utk tetap mendaftarkan diri dalam Pemilu mendatang, walaupun
>pimpinan kalian masih tetap ditahan di penjara? Juga sedikit keterangan ttg
>ke-14 cabang PRD yang sudah berdiri, di mana saja, dan ranting-rantingnya?
>
>Nggak usah khawatir, kalau kalian merasa ada gunanya, saya ingin memberikan
>dukungan secara terbuka pada kalian, berdasarkan logika yang sudah
>berkali-kali saya utarakan, yakni: kualitas suatu sistem politik yang
>demokratis tidak (semata-mata) ditentukan oleh kualitas pemimpinnya (d.h.i.
>Mega, Gus Dur, dan Amien Rais), melainkan tergantung pada kualitas
>oposisinya. Dan harapan saya, siapapun di antara trio Ciganjur itu yang
>akan terpilih jadi presiden, oposisi yang kuat dan bermutu tetap
>dibutuhkan, atau sangat dibutuhkan, untuk mencegah timbulnya tiran dan
>diktator baru.
>
>Saya pernah menanyakan rencana kalian pada Nezar Patria, lewat telepon
>(nebeng wawancara salah satu tabloid di mana dia sekarang bekerja), tapi
>waktu itu belum ada keputusan utk ikut pemilu.
>
>Begitu dulu kawan, demokrasi atau mati!
>
>George J. Aditjondro
>(Mao Rai-lakan -- nama Timor saya)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 27 Feb 1999 jam 03:40:20 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke