----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

Sabtu, 27 Februari 1999
Di AS, Ghalib Ungkap Soal Kaset

Washington DC, JP.-

Ada berita terbaru dari Jaksa Agung Andi M. Ghalib soal kaset sadapan yang
berisi pembicaraannya dengan Presiden B.J. Habibie. Dia bersedia memberikan
penjelasan panjang lebar tentang heboh kaset sadapan itu kepada wartawan
Jawa
Pos di Washington DC, Ramadhan Pohan, di sela-sela mengikuti konferensi
internasional tentang korupsi yang berakhir kemarin.

Semula, Ghalib yang tiba di Washington bersama Menkeh Muladi dan cendekiawan
Prof Dr Nurcholish Madjid saat berbicara di hadapan staf, pejabat KBRI, dan
pemuka masyarakat Indonesia di Washington juga menyinggung penyadapan
telepon
itu. Namun, semua keterangannya dinyatakan off the record.

Karena itu, setelah pertemuan tersebut, Jawa Pos mencoba mengajukan
wawancara
khusus.   Apa nggak lucu kalau saya katakan di Washington sini?   kata
Ghalib
yang lalu menyatakan setuju diwawancarai khusus asal mengerti posisi sulit
dirinya dan menjauhkan sifat agitatif.

Selain itu, sebelum menginjak pertanyaan pertama, Ghalib terlebih dulu
memberikan penjelasan.   Saya akan bacakan ini dulu kepada Anda. Ini perlu
disampaikan,   kata Ghalib sambil mengeluarkan secarik kertas bertulisan
tangannya yang berisi klarifikasi dia.

Berikut lanjutan petikan wawancara dan klarifikasi Ghalib tersebut:

Jadi begini. Ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam masalah rekaman
kaset
tersebut. Yang pertama bahwa pemberitaan yang cenderung tendensius dan
di-blow
up, seolah-olah ada pembicaraan yang menyimpang dari tatanan dan aturan
hukum
yang berlaku antara presiden dan jaksa agung, yang kemudian dipolitisir
seolah-olah ada rekayasa dalam law enforcement terhadap mereka yang
bermasalah. Ini yang saya bantah, tidak benar. Itu tidak benar. Jadi, saya
bantah, tidak benar ada pembicaraan antara presiden dengan jaksa agung
seperti
itu. Tidak ada. Tidak ada pembicaraan yang direkayasa. Komunikasi antara
Bapak
Presiden dengan saya sebagai jaksa agung sering kali dilakukan melalui
telepon. Sering. Kan sebagai pembantu presiden

Dengan handphone atau telepon biasa?

Handphone dan juga pernah dengan telepon biasa. Saya kan, mobile. Dan, hal
itu
wajar. Tidak ada hal-hal yang menyimpang. Jadi, tidak perlu
dibesar-besarkan.
Itu yang pertama. Jadi, saya lihat pemberitaan itu direkayasa, seolah-olah
ada
pembicaraan antara saya dengan beliau yang menyimpang dari aturan. Tidak
benar
itu. Tidak ada pembicaraan yang direkayasa. Apakah suara yang ada di dalam
rekaman kaset itu benar suara Bapak Presiden dan suara saya, itu memerlukan
pembuktian. Sebab, dengan teknologi canggih, tidak tertutup kemungkinan
suara
itu bisa dimanipulir. Dan, suara yang ada di dalam kaset yang disiarkan
majalah Panji belum pernah saya dengar sendiri kaset itu dari dia... Belum
pernah.

Jadi, bagaimana bisa saya akui sebagai suara saya kalau saya sendiri belum
pernah mendengarnya. Logikanya kan begitu. Ada rekaman. Orang bilang itu
suara
saya. Dari majalah Panji, saya belum mendengar suara itu. Jadi, satu malam
sebelum disiarkan oleh majalah Panji, itu memang pernah menghubungi humas
Kejaksaan Agung untuk memperdengarkan suara itu kepada saya.

Tetapi, karena sudah malam, dan saya ada acara, maka saya minta yang
bersangkutan datang esok harinya saja. Dia tulis juga begitu kan. Namun,
yang
terjadi ternyata besoknya berita tentang kaset rekaman itu sudah
disebarluaskan melalui majalah Panji tanpa konfirmasi dari Bapak Presiden
dan
saya sebagai jaksa agung.

Tentu saja, perbuatan menyebarluaskan isi kaset itu tanpa konfirmasi dari
kami
sangat mengganggu hak asasi kami, yang hanya menguntungkan majalah Panji
karena omzetnya meningkat sangat tinggi. Seringnya komunikasi antara Bapak
Presiden dan jaksa agung, kami tidak ingat lagi kapan pembicaraan itu
dilakukan. Saya tidak ingat lagi. Apakah melalui telepon biasa atau
handphone.
Serta tidak ingat lagi pembicaraan mana yang dimaksud dalam kaset itu.
Karena
masalah yang termuat dalam kaset sudah dalam proses penyelesaian. Mengenai
mantan presiden, AP (Arifin Panigoro, Red) dalam proses.

Majalah Panji sendiri kan nggak bilang pasti itu?

Karena itu, saya membantah. Karena saya kan belum mendengar suaranya. Dan,
saya anggap itu direkayasa beritanya itu. Jadi, saya bantah. Bagaimana saya
mengakui suara yang belum saya dengar?

Apa tidak pernah ingat, kapan itu?

Itu tidak ingat saya. Karena sering komunikasi. Sekarang yang ketiga, yang
penting. Ternyata, substansi pembicaraan yang dimuat di dalam majalah Panji
antara Bapak Presiden dan jaksa agung tidak ada yang menyimpang dari
prosedur
dan aturan hukum yang berlaku. Ndak ada. Karena itu kan seolah-olah Presiden
menanyakan,   Bagaimana ini, bagaimana...   Kan tidak ada yang menyimpang.
Bapak Presiden menanyakan bagaimana hasil pemeriksaan terhadap mantan
Presiden
H M. Soeharto dan percepatan penanganan kasus-kasus AP, Soyan Wanandi. Dan,
semua sudah terlaksana dengan baik, sesuai dengan rencana yang dibuat oleh
kejaksaan. Jadi, substansinya nggak ada masalah, sebenarnya. Jadi, ini yang
saya heran, kenapa kok jadi di-blow up.

Apa ada tekanan pada Anda? Soalnya, Pak Habibie sendiri seperti mengakui
bahwa
itu benar. Dan diperkuat lagi oleh pernyataan Pak Baramuli. Atau pernah
ngomong-ngomong dengan Pak Baramuli dalam soal ini?

Begini. Beberapa hari lalu, saya berbicara per telepon. Beliau mengatakan
bahwa Pak Habibie mengatakan bahwa itu betul pembicaraan beliau. Lho, saya
sendiri kan tidak mendengar. Masak saya mengakui sesuatu yang nggak pernah
saya dengar? Kalau itu pun benar, pembicaraan, kan ini  yang sudah saya
katakan 3 hal tadi.

Apakah Anda akan mendengarkan rekaman itu?

Saya minta suara itu diteliti, diproses, diperiksa. Karena ada kemungkinan
nanti di tengah-tengah kan bisa dipotong-potong suara itu.

Kenapa sampai sekarang belum mendengarkan kaset itu?

Kalau nanti diminta oleh polisi, saya akan dengar. Saya akan memberikan
pernyataan. Karena (soal ini, Red) belum pernah ditanya sama polisi. (Ini
mengenai) kaset yang disiarkan oleh Panji lho. (Sebab) Saya dengar banyak
kaset di luar itu yang beredar.

Ada yang mengatakan Anda menolak dikonfirmasi oleh polisi?

Oh nggak. Yang belum saya konfirmasi itu Panji. Waktu malam itu.

Karena saya kan bilang   Besok saja datang  .

Apa langkah Anda selanjutnya sekarang?

Saya minta aparat kepolisian supaya segera mengusut, dari mana rekaman ini.
Siapa yang merekam? Ini sudah meluas, dan itu tanpa konfirmasi dari saya.
Jadi, saya pikir, majalah Panji bisa diminta keterangan, dari mana kaset
rekaman itu diperoleh. Saya kan juga berhak meminta itu. Karena, katanya
suara
saya, tapi saya nggak pernah dengar. Yang disiarkan majalah Panji, yang
dikutip itu kan ada pembicaraannya. Saya baca itu. Apa betul itu suara saya
atau bukan itu.

Sejauh ini apakah Anda merasa sudah tercemar nama Anda dengan tingkah laku
pers ataupun yang menyangkut seputar isu penyadapan telepon ini?

Saya merasakan bahwa ini sangat mengganggu. Paling tidak, saya kan
memerlukan
konsentrasi untuk menangani masalah besar yang sedang kita hadapi. Tapi, ini
kan sepertinya mengganggu kita dengan seolah-olah kita itu ada pembicaraan
yang direkayasa. Padahal, tidak ada. Kalaupun itu nanti ternyata benar,
bahwa
pembicaraan itu ada, substansinya, seperti saya katakan tadi, tidak ada yang
menyimpang.

Setelah ramai-ramai ini, apakah Anda dengan Pak Habibie melakukan komunikasi
mengenai rekaman telepon itu?

Saya kan sudah beberapa hari di sini. Jadi, ini berkembangnya di belakang
saya, setelah saya pergi.

Sekarang soal ini juga melebar, seolah-olah ada hubungannya dengan
pergantian
Pak Syamsu. Benarkah ini?

Oh nggak. Nggak ada hubungannya.

Beliau sebentar sekali. Kok diganti?

Sebetulnya, pengertian cepat tidaknya itu kan begini. Pejabat itu kan bisa
cepat  tergantung pada kepentingan penugasan. Ada yang 2 bulan, 3 bulan ,
ada
2 tahun.

Kesannya Anda seperti nggak puas dengan pekerjaan barangkali?

Barangkali begini ya. Dalam era reformasi ini, kita memerlukan orang yang
cepat. Dari segi intelijen  itu yang kita perlukan sekarang. (*)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 27 Feb 1999 jam 03:46:30 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke