----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

Mencari solusi Pemberdayaan Pelajar

Tawuran pelajar rupanya tetap menjadi agenda
utama para pendidik di berbagai SLTP dan SMU
kota-kota besar khususnya Jakarta, untuk
dipikirkan dan dicarikan solusi terbaik,
karena hal tersebut cenderung menjadi tindakan
kriminal dan menggejala dikalangan pelajar.
Tudingan kesalahan lebih banyak tertuju kepada
para guru disekolah, sementara lingkungan
masyarakat dan orang tua yang menjadi komponen
utama penanggung jawab dunia pendidikan seolah
berusaha lepas tangan.

Terlepas dari siapa yang paling bertanggung
jawab atas tawuran pelajar yang menggejala
dan telah memangsa banyak korban jiwa dan
harta benda masyarakat, barangkali perlu
dikaji ulang kurikulum pendidikan yang selama
ini diterapkan, sudah seberapa besar bobot
kurikulum itu memberi pemihakan kepada upaya
pemberdayaan siswa/siswi dengan muatan
pembinaan minat dan bakat. Atinya, materi
pembinaan minat dan bakat siswa sebagai
ekstra kurikuler barangkali perlu lebih
dipertegas posisinya sebagai materi wajib
sehingga tak ada waktu bagi siswa yang terbuang
kecuali menyalurkannya lewat kegiatan kreatif
yang dipandu oleh materi kurikulum tersebut.
Disini peran instansi terkait bidang pendidikan
semakin diperlukan untuk banyak berbuat dan
mencari solusi terbaik.
Selanjutnya dalam sistem sosial kehidupan
masyarakat yang mewarnai lingkungan sekolah
(pendidikan) juga perlu dihimbau untuk turut
berperan aktif menciptakan suasana kondusif
bagi terciptanya iklim pendidikan yang sehat
dan dinamis. Gejala caci maki, fitnah dan hujat
menghujat antar sesama elite politik merupakan
bagian penting yang membentuk budaya dan etika
para pelajar disekolah. Lingkungan yang demikian
secara pasti akan tertanam dihati sanubari pelajar
dan kemudian disosialisasikannya dalam kehidupan
keseharian yang berwujud budaya kekerasan sehingga
pelajar menjadi sangat sensitif dengan gesekan-
gesekan fisik yang berawal dari pertentangan antar
sesamanya walau akibat hal-hal yang kecil dan sepele
saja.
Adapun fungsi dan tanggung jawab orang tua yang
tidak kalah pentingnya harus kembali dibangkitkan
lewat himbauan dan peringatan oleh sekolah untuk
melepas atau mengembalikan pelajar bermasalah
kepada orang tuanya masing-masing. Dengan model
ancaman dan ketegasan sikap sekolah seperti itu,
akan membuat segenap orang tua pelajar memberi
perhatian ekstra ketat terhadap putra putrinya
dan tidak menyerahkan diri sepenuhnya
tanggungjawab pendidikan anaknya kepada sekolah.
Keteladanan orang tua pelajar dalam berprilaku,
keteladanan tokoh dan anggota masyarakat menjadi
sangat penting untuk diwujudkan dalam perilaku
keseharian agar menjadi landasan bercermin para
pelajar dalam menjalankan kehidupannya di dunia
pendidikan.
Pelajar adalah generasi muda penerus pembangunan
bangsa yang menjadi tanggung jawab kita semua
untuk dipikirkan. Jangan biarkan generasi ini
hancur akibat ulah politisi dan tokoh mayarakat
yang haus dengan kekuasaan dan menjadi tontotan
para pelajar dan ditiru dalam bentuk aksi tawuran.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 27 Feb 1999 jam 04:06:16 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke