----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk


SOLID-NET
Diterbitkan oleh SOLIDAMOR
Jl. Pramuka Jaya Sari No. 9
Jakarta Pusat
Telp (021) 4226348 Faks (021) 4224079
E-mail: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]

BARNAS DUKUNG PASUKAN PBB DAN REFERNDUM DI TIMTIM

Solid-Net (Jakarta, 26/2)

"Nasib rakyat Timor Timur tidak bisa ditentukan oleh Indonesia atau
Portugal, tetapi harus oleh rakyat Timor Timur sendiri. Indonesia tak berhak
memaksakan kehendaknya di Timor Timur" Demikian dikatakan Hasnan Habib,
salah seorang fungsionaris Barisan Nasional dalam dialognya dengan SOLIDAMOR
Jum'at (26/2) di Jakarta. Dalam dialog itu Barnas dihadiri antara lain Kemal
Idris, Rachmat Witoelar, Ali Sadikin, Y Hariwibowo dan beberapa anggota
lainnya. Sementara itu dari Solidamor adalah Maria Pakpahan, Helmy Fauzy,
Gustaf Dupe dan Tri Agus Siswowihardjo.

Menurut Hasnan Habib, yang menjadi juru bicara Barnas mengenai masalah Timor
Timur, wilayah itu harus dilepas secara terhormat oleh Indonesia. Selama ini
meskipun kehadiran Indonesia di sana diminta oleh sebagian rakyat Timor
Timur, namun kenyataannya di kedua belah pihak mengalami kerugian. "Selama
dua puluh tahun lebih kita semua rugi. Di pihak Indonesia yang paling
dirugikan adalah tentara, sedangkan yang paling rugi dan menderita adalah
rakyat Timor Timur sendiri," kata Hasnan Habib setelah panjang lebar
menyibak sejarah keterlibatan Indonesia di Timor Timur.

Kini setelah pemerintah menawarkan dua opsi, saatnya Timor Timur dilepas
secara terhormat. Untuk itu, Barnas setuju kehadiran pasukan PBB guna
melucuti senjata di kedua belah pihak dan menjamin ketertiban di Timor
Timur. Kemudian, lanjut mantan Dubes Indonesia di Amerika Serikat itu,
rakyat harus diminta pendapatnya mengenai apa yang diinginkannya. "Tentu
saja DPRD tak berhak mewakili rakyat di sana, sebab mereka adalah bentukan
Indonesia," ujar Hasnan. Namun demikian, dirinya mengakui belum tahu
bagaimana mekanisme terbaik untuk memperoleh suara dari rakyat tersebut.
Akan tetapi Hasnan menyetujui terlibatnya semua tokoh-tokoh untuk duduk
berunding, termasuk Xanana Gusmao.

Menyinggung tentang adanya sebagian tentara bekas Operasi Seroja yang tidak
setuju Timtim dilepas, menurut Hasnan hal itu disebabkan masalah psikologi.
"Mereka adalah yang berada di garis depan dan bertempur, bahkan banyak yang
mati atau cacat seumur hidup. Namun haruslah disadari mereka adalah tentara
yang harus siap untuk keadaan terburuk sekalipun," tambah Hasnan. Sebagai
mantan ABRI Barnas mempunyai kewajiban untuk menjelaskan kepada mereka yang
belum mengerti tentang jalannya sejarah, termasuk kepada para janda dan
mantan tentara operasi Seroja.

Kepada Barnas Maria Pakpahan menjelaskan misi dan posisi serta apa yang
telah dilakukan Solidamor. Mendengar sendiri tentang pendapat Barnas, Maria
merasa optimis penyelesaian damai di Timor Timur akan berjalan baik.
Apalagi, dengan pengalaman dan senioritasnya diharapkan Barnas bisa memberi
semacam angin segar bagi ABRI saat ini, untuk ikut serta secara
sungguh-sungguh proses penyelesaian damai masalah Timor Timur.(tass)

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 27 Feb 1999 jam 10:03:25 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke