----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

From: HIDAJAT SJARIF

Ketidak mampuan ABRI dalam melaksanakjan tugas dan fungsinya sebagai
kekuatan militer alat hankam dalam menanggulangi segalam macam kerusuhan
yang terjadi dimana mana,membuktikan untuk kesekian kalinya bagi ABRI
untuk mencurahkan dan mengkonsentrasikan diri agar bisa mencapai taraf
standar profesional dalam kemiliteran,moral dan peradaban.kembali
kebarak dan mundur dari arena politik once and for all.sejarah ABRI
penuh dengan lumuran darah rakyat yang tidak berdosa dan kebiadaban yang
tidak ada taranya,selama ABRI ikut campur dalam urusan politik,Indonesia
tidak akan menjadi negara demokrasi sejati yang kita semua impi
impikan,karena ABRI adalah penghalang utama  untuk proses menuju
demokrasi yang betul betul menghormati hak hak azazi manusia.32 tahun
cukup lama dan sejarah hitam yang berlumuran darah ini tidak boleh
terulang lagi,dimana Indonesia diperintah oleh suharto fasis bandit
militer yang penuh dengan pelanggaran hak hak azazi
manusia,pemberangusan demokrasi dan kkn dengan doktrin bohongnya
dwifungsi.keberhasilan suharto dengan bandit dan begundalnya dalam
mencengkram Indonesia selama itu kartena berkat dukungan dan support
dari ABRI.jadi dalam hal ini ABRI secara langsung ikut bertanggung jawab
atas kriminalitas suharto.dan sekarang ABRI malah ikut berkonspirasi
untuk menghancurkan arus reformasi,berkonspirasi untuk menyelamatkan
suharto,keluarganya dan kroninya untuk tidak diadili,penyelidikan atas
harta kekayaan suharto oleh kejagung itu semua dagelan dan sandiwara
semua,karena memang ada konspirasi dari ABRI untuk menyelamatkan
suharto,walau bagaimanapun demi tegaknya keadilan suharto harus diadili
atas segala kejahatan nya selama 32 tahun,dimulai dengan keterlibatannya
dalam mendalangi G30S yang disertai dengan pembantaian dan penjagalan
masal,pembantaian 7 pahlawan revolusi,pembunuhan terhadap president
Sukarno,abuse of power dan korupsi,kolusi dan nepotism,kebiadaban dan
kejahatan suharto dan segala kriminalitasnya bisa disejajarkan dengan
hitler,stalin dan polpot.sudah selayaknya semua ini dituntas
dipengadilan sebagai pelajaran sejarah bagi generasi mendatang,agar
sejarah hitam ini tidak terulang lagi.jadi perlu sekali dilaksanakannya
proses de suharto isasi demi tegaknya hukum dan keadilan dan sebagai
symbol kemenangan reformasi atas kediktatoran,jadi tidakhanya suharto
yang harus diseret kepengadilan,juga semua begundal2nya seperti beny
murdani,try sutrisno,sudharmono,yoga sugama ,sudomo dsb dsb,juga semua
begundal2nya yang ikut berpartisipasi dalam mendirikan kediktatoran
fasis militer  ini,walaupun yang sudah mati seperti ali murtopo,sujono
humardani,amir mahmud dsb,sudah selayaknya kriminil  kriminil ini
dibongkar dari lubang kuburnya dan tengkoraknya ditontonkan sebagai
tengkorak bandit dan kriminil.jadi dalam hal ini perlu sekali to put and
end pada campur tangan ABRI dalam pilitik,pemberian 38 kursi untuk ABRI
di MPR secara gratis itu kesalahan besar,ini sebetulnya harus dicegah
dan tidak boleh terjadi.satu2nya jalan bagi ABRI untuk bisa dihormati
dan dicintai oleh rakrat dan bukan dibenci adalah mundur dari arena
pilitik,reputasi ABRI didunia itu jelek sekali,ABRI itu tentara biadab
dan pengecut,paling berani,paling jagoan dan paling hebat paling luar
biasa kalau perang melawan petani,buruh,pedagang jalanan,tukang
beca,gelandangan,tukang delman,sopir,tukang soto,pelajar dan
mahasiswa.juga ABRI itu paling berpengalaman,paling lihai,paling kawakan
dalam menculik,membantai,memperkosa dan merampok,dalam bidang ini ABRI
nomor satu didunia.tapi kalau giliran perang melawan tentara
profesional,ABRI itu sama sekali tidak bernyali bisanya lari kocar kacir
persis seperti anjing busuk kena gebug.jadi sekali lagi,ABRI mundur
kebarak....

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 1 Mar 1999 jam 08:57:52 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke