----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

ARTI SEBUAH JANJI

Sering kita mendengar ungkapan yang mengatakan bahwa janji itu adalah
utang.Indah dan mulia sekali kalau pandangan demikian bisa diterapkan
secara konsekuen dalam kehidupan sehari-hari.
Bertahun-tahun lamanya pemerintah Orde Baru membanggakan diri dengan apa
yang dinilai sebagai "Indonesia mempunyai kredibilitas tinggi dimata
negara-negara debitur karena selalu tidak pernah menunggak pembayaran
cicilan utang".Kenyataan ini harus kita akui dan pantas mendapat
pujian,meskipun tiap tahun mengakibatkan debt service ratio yang makin
mengkuatirkan bagi keuangan negara.
Dengan mengambil kebijaksanaan demikian,sesungguhnya Orde Baru dibawah
Suharto ingin menjaga kepercayaan atau kredibilitas Indonesia dimata
penyandang dana bantuan.Selama rajin membayar utang dan tepat waktu,para
pemberi kredit terus terbuai untuk memberi kredit tambahan.Salah satu
kekeliruan penilaian Bank Dunia terhadap Indonesia dimasa lalu pasti
disebabkan oleh fakta diatas.
Bahwasanya didalam negeri sendiri pemerintah banyak melanggar janji kepada
rakyat justru tidak diperhatikan.Yang penting dapat pujian euforis dari
dunia internasional ! Ini yang saya sebut sebagai pola "Asal Kelihatan
Keren Diluar".

Janji Amien Rais

Dalam kunjungannya di Hong Kong beberapa waktu yang lalu,Amien Rais dengan
peliputan pers yang luas mengobral janji kepada warga etnis Tionghoa.Jika
dia nanti terpilih sebagai presiden,katanya,di Indonesia boleh didirikan
sekolah berbahasa Mandarin lagi.Konghucu diakui sebagai agama dan tradisi
Cina seperti merayakan Imlek dan Capgomeh akan dihormati.
Sungguh menyentuh,mulia dan menunjukkan pandangan yang lebih luas dari
seorang pemimpin.Berarti dia mengakui Bhineka Tunggal Ika dan ingin
melaksanakannya secara konsekuen dan bukan diatas kertas saja.
Namun,yang menjadi pertanyaan adalah:apakah Amien Rais nanti akan menepati
janjinya dan berani menentang arus yang masih kuat !? Puluhan tahun lamanya
Orde Baru mendiskriminasikan warga etnis Tionghoa.Pancasila dan UUD 1945
telah dilanggar Orde Baru dengan tahu dan mau,belum lagi kalau dikaitkan
dengan Hak Asasi Manusia seperti tercantum dalam Piagam Perserikatan Bangsa
Bangsa.

Bagi saya,kelihatannya Amien Rais masih tetap terlalu cepat mengobral
janji.Masih segar teringat janjinya pada saat Habibie menggantikan Suharto
dan menjadi presiden transisi negara ini.Pada saat itu Amien Rais seperti
memberi ultimatum.Katanya kalau Mr.Habibie (istilah yang sering dia
pakai)tidak sanggup menyelesaikan masalah bangsa yang ditinggalkan
Suharto,maka enam bulan lagi dia akan menggerakkan People's Power untuk
menurunkannya.
Apa yang terjadi ? Ketika enam bulan berakhir,dia diam seribu kata,sama
sekali tidak menyinggung hal ini.Sekarang malah sudah sembilan
bulan.Demikian juga tuntutannya terhadap pengadilan Suharto.Bagi saya,tetap
merupakan pertanyaan mengapa Amien Rais bersikap demikian.

Dibandingkan dengan pemimpin informal lainnya seperti Gus Dur,Megawati dan
Sri Sultan Hamengkubuwono X,Amien Rais paling banyak memberi reaksi
terhadap masalah apa saja didalam negeri.Salah satu kelemahan paling besar
dari Amien Rais adalah dia terkesan sering lupa dengan apa yang dia
ucapkan.Saya tidak ingin memakai istilah plintat plintut dalam hubungan
ini.Istilah ini lebih baik dibatasi untuk pemerintahan Habibie yang sungguh
tidak mengetahui bagaimana menangani masalah.Pemerintahan Habibie tidak
tahu mana yang benar dan mana yang salah.Bingung saja.Konsep dasar ilmu
issues management sama sekali tidak dikuasainya.Atau mungkin pula tidak
mempunyai keberanian menerapkannya karena takut pada konsekuensinya yang
sering tidak menyenangkan.

Apakah Amien Rais LUPA atau memang ini sifat dasarnya dia yang suka
mengobral janji ?
Saya percaya bahwa dia sadar akan pentingnya KREDIBILITAS sebagai salah
satu faktor paling penting dalam kepemimpinan.

Janji Akbar Tanjung

Ternyata Akbar Tanjung juga tidak mau kalah dari Amien Rais dalam mengobral
janji.Di Pontianak ia memberi harapan yang mirip kepada warga etnis
Tionghoa.Pendek kata,kalau Golkar yang menang Pemilu nanti,diskriminasi
rasial terhadap warga etnis Tionghoa akan dihapuskan.Sungguh mulia.Cuma
sayang dia lupa bahwa yang membuat segala peraturan yang diskriminatif
terhadap warga etnis Tionghoa di Indonesia justru adalah Orde Baru yang
identis dengan Golkar.
Seandainya Akbar Tanjung jujur dengan janjinya,tidak perlu dia menunggu
sampai selesai Pemilu untuk mengadakan perubahan.Yang memegang kekuasaan di
Indonesia saat ini masih tetap Golkar.Hapuskan langsung segala peraturan
dan praktek yang diskriminatif sekarang juga.
Karena itu,saya menilai janji Akbar Tanjung tidak lebih dari obralan yang
tidak didasari atas kejujuran,kebenaran dan keadilan.Selama puluhan tahun
warga etnis Tionghoa telah diperlakukan secara tidak adil dan tidak
benar.Adalah pantas jika mereka sekarang menuntut kebenaran dan
keadilan.Bukan janji asal janji tetapi fakta !

Kredibilitas seorang pemimpin

Kalau janji Amien Rais dan Akbar Tanjung hanya sekadar manuver politik
untuk menjaring dukungan suara dan keuangan dari kelompok etnis Tionghoa
dan bukan dari keyakinan yang murni akan pentingnya menghapuskan
diskriminasi rasial di Indonesia,saya dapat mengerti keraguan yang
disampaikan oleh salah satu netter melalui milis ini.Trauma besar yang
dialami oleh warga etnis Tionghoa selama Orde Baru yang mengalami
penindasan dan pelecehan hak sebagai warga negara hanya dapat
berangsur-angsur dihapuskan melalui tindakan nyata.Bukan dengan janji-janji
muluk.
Jika para pemimpin kita masih tetap saja mengikuti pola Orde Baru dalam
menangani masalah,apa yang bisa diharapkan setelah Pemilu ? Yang paling
utama sekarang bagi kita sekarang adalah menilai para pemimpin dari segi
kredibilitasnya.Tanpa kredibilitas,pasca Pemilu akan tetap suram atau malah
lebih suram.
Nilailah para pemimpin yang ada sekarang:siapakah diantara mereka yang
secara konsekuen berani memperjuangkan kebenaran dan keadilan !
Yang hanya berani mengobral janji,apalagi yang suka memakai nama rakyat
untuk kepentingan kelompoknya perlu kita jauhkan.

SUARA NURANI

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 1 Mar 1999 jam 08:59:02 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke