---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- ----------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. ----------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Wednesday 03 March 1999 16:10 UTC ** MAHASISWA JAKARTA BERDEMONSTRASI SOAL AMBON ** MENLU AMERIKA ALBRIGHT AKAN TEMUI OPOSISI INDONESIA DAN TIMOR TIMUR ** PBB SARANKAN PEMBENTUKAN TRIBUNAL UNTUK ADILI KHMER MERAH ** TOPIK GEMA WARTA: RASA TAKUT TETAP MENCEKAM AMBON * MAHASISWA JAKARTA BERDEMONSTRASI SOAL AMBON Sekitar seribu mahasiswa Muslim di Jakarta mengadakan demonstrasi menentang apa yang mereka sebut sebagai pembersihan etnik di Ambon. Kelompok mahasiswa ini menyalahkan aparat keamanan dan kelompok Kristen di Ambon. Sekitar 200an korban tewas di Ambon akibat kerusuhan yang berkelanjutan sejak Januari. Dalam dua hari belakangan 13 korban tewas di tengah kerusuhan. Sumber-sumber independen mengatakan, selain adanya campur tangan dari luar, perkembangan belakangan membuat situasi antar agama dan antar etnik, makin panas. Pihak berwajib baru-baru ini membentuk tiga ribuan pasukan khusus untuk menangani kerusuhan sejenis. Pangab Jendral Wiranto memecat Kepala Polisi setempat. * MENLU AMERIKA ALBRIGHT AKAN TEMUI OPOSISI INDONESIA DAN TIMOR TIMUR Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Madeleine Albright dalam kunjungan yang singkat di Jakarta akan bertemu dengan Presiden B.J. Habibie, Menteri Luar Negeri Ali Alatas dan Menhankam/Pangab Jenderal Wiranto, dan juga dengan sejumlah pimpinan oposisi Indonesia dan Timor Timur. Indonesia telah memulai perombakan dan akan menghadapi pemilu, dan prakarsa Indonesia tentang Timor Timur amat memberi harapan. Demikian pernyataan Albright kepada sejumlah senator Amerika. Sebelumnya Presiden Bill Clinton menekankan pentingnya Indonesia memperoleh suatu pemerintahan yang mampu mengatasi krisis. Menteri Luar negeri Amerika akan berada di Jakarta selama hari Kamis dan Jumat, dan kunjungan tsb akan berlangsung amat singkat dan padat. Pada hari Jumat Menlu Albright dijadwalkan akan bertemu dengan pemimpin PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PBNU Abdurachman Wahid, Ketua PAN Amien Rais, dan juga dengan pemimpin perlawanan Timor Timur Xanana Gusmao. Sejumlah senator Amerika dalam pernyataan terbaru mendesak agar Menlu Albright menekankan perlunya kedatangan pasukan PBB untuk mengadakan perlucutan senjata di Timor Timur. Sementara itu di Jakarta diumumkan, ABRI akan mengirim pasukan untuk melindungi kelompok pendatang Indonesia di Timor Timur. Pangdam Udayana Mayjen Adam Damiri tidak merincikan apakah pasukan tsb berupa tentara atau polisi. Ketegangan di Timor Timur belakangan meningkat sehubungan dengan kegiatan kelompok paramiliter bersenjata. * PBB SARANKAN PEMBENTUKAN TRIBUNAL UNTUK ADILI KHMER MERAH Sebuah komisi Perserikatan Bangsa Bangsa menyarankan pembentukan sebuah tribunal internasional untuk mengadili sejumlah mantan pemimpin Khmer Merah dari Kamboja. Mereka harus diadili atas tuduhan melakukan pembantaian rakyat. Komisi PBB tsb akan mengirim laporannya kepada Dewan Keamanan PBB pertengahan bulan ini. Dewan Keamanan PBB di masa lalu memutuskan membentuk dua tribunal perang untuk mengadili kejahatan perang yang terjadi di bekas Yugoslavia dan Ruanda. Menurut komisi tsb, tribunal Kamboja harus diadakan di Asia atau di wilayah Pasifik. Sekitar dua juta warga Kamboja tewas di bawah pemerintahan Khmer Merah di Kamboja antara tahun 75 dan 79. * AMERIKA KIRIM TIM PENYIDIK KE UGANDA Sebuah tim penyidik badan intelejens FBI dari AS tiba di Uganda untuk menyelidiki pembunuhan delapan orang wisatawan asing, yang sebelumnya diduga diculik oleh pemberontak Hutu dari Ruanda. Enam warga lainnya selamat. Menurut para saksi ini, rekan-rekan mereka dibunuh dengan pisau. Dikatakan pula, sama sekali tidak terjadi tembak menembak antara tentara Uganda dan kelompok pemberontak, seperti diberitakan semula. Menurut penguasa Uganda, empat warga Uganda tewas ketika mencoba mencegah penculikan. Para wisatawan yang tewas tsb berasal dari Inggris, Selandia Baru dan Amerika Serikat. Mereka diculik ketika bersafari di Taman Cagar Alam di Uganda bagian barat. * AMNESTY INTERNATIONAL DESAK ALJAZAIR UNTUK MEMBERI PENJELASAN Organisasi hak asasi sedunia Amnesty International mengimbau masyarakat internasional agar mendesak pemerintah Aljazaair untuk memberi keterangan mengenai nasib ribuan warga Aljazair yang hilang. Dalam laporannya yang terbaru, Amnesty mengatakan sekitar tiga ribuan orang Aljazair hilang selama enam tahun terakhir. Para kerabat dan teman korban hanya mendapat keterangan dari penguasa Aljazair bahwa mereka yang hilang tsb. telah meninggal dunia. Amnesty International kini mendesak agar dilakukan penyidikan yang independen terhadap kasus pelenyapan orang tsb. * EKSEKUSI PENJAHAT ASAL JERMAN DI AMERIKA AKAN TETAP BERLANGSUNG Gubernur negara bagian Amerika Arizona menyatakan eksekusi warga Amerika asal Jerman, Walter LaGrand, tetap akan berlangsung hari Rabu ini. Dengan demikian gubernur tsb menolak saran komisi pemberian grasi yang menuntut agar eksekusi ditunda. Sebelumnya Mahkamah Internasional di Den Haag, atas permintaan pemerintah Jerman, juga menyampaikan permintaan penundaan. Walter LaGrand dijatuhi hukuman mati karena melakukan pembunuhan terhadap seorang direktur bank pada tahun 82. Adik terhukum yang terlibat kasus tsb, telah menjalani hukuman mati pekan lalu. * PERTEMPURAN PECAH LAGI DI KOSOVO Pertempuran baru terjadi antara pemberontak Kosovo-Albania UCK dan tentara Yugoslavia. Menurut sumber-sumber Serbia, pertempuran berlangsung hebat di dekat perbatasan dengan Makedonia, setelah pasukan Yugoslavia diserang pemberontak UCK. Dikatakan, seorang perwira Yugoslavia dan beberapa pemberontak Kosovo tewas. Sebaliknya sumber- sumber Kosovo-Albania melaporkan tentara Yugoslavia menembaki desa-desa dan pangkalan-pangkalan UCK di daerah tsb. Sementara itu, dalam rangka persiapan otonomi bagi Kosovo yang dirundingkan dalam perundingan internasional di Perancis baru-baru ini, kelompok UCK akan membentuk sebuah pemerintahan sementara. Hashim Taci yang menggantikan pemimpin Kosovo radikal Adem Demaci, ditunjuk menyusun pemerintahan sementara tsb. * PEMILIHAN DEWAN PROPINSI DI BELANDA Di Belanda hari ini diadakan pemilihan dewan perwakilan tingkat propinsi. Menurut jajak pendapat, mitra pemerintahan koalisi Belanda Partai D-66 akan mengalami kekalahan besar, sementara dua partai koalisi lain yang sekarang berkuasa, Partai Buruh PvdA dan Partaai Liberal VVD, akan beromba sengit. Kampanye pemilihan dewan propinsi ini ditandai masalah peminta suaka, yang membanjiri Belanda. Dikhawatirkan pemilihan dewan propinsi ini mendapat perhatian kecil masyarakat. Di waktu lalu kurang dari 50% pemilih Belanda menggunakan hak pilih mereka. * RASA TAKUT TETAP MENCEKAM AMBON Kericuhan di Ambon dalam hari-hari belakangan telah memakan puluhan korban jiwa dan korban luka-luka dari kedua belah pihak, muslim maupun kristen. Ternyata dalam keadaan luka-lukapun rasa takut masih tetap mencekam, sehingga para korban tidak berani meminta pertolongan ke rumah sakit pihak lain. Dokter Kris Relmasira, direktur rumah sakit Gereja Protestan Maluku menerangkan bahwa tidak semua korban dibawa ke rumah sakit GPM. KRIS RELMASIRA [KR]: Ya, jadi tidak semua. Jadi, sebagian yang dibawa ke rumah sakit saya, rumah sakit GPM, sebagian juga ke Rumah Sakit Umum, dan sebagian ke Rumah Sakit Tentara, dan sebagian juga ke Rumah Sakit polisi. Yang tercatat di rumah sakit GPM sampai dengan 24 Februari malam itu sebagai 34 korban. Meninggal di Rumah Sakit GPM sebanyak tiga korban, satu luka berat kita kirim ke rumah sakit Bakti Rahayu untuk di Rontgen, tapi juga meninggal di sana. Jadi totalnya empatlah. Empat yang meninggal di rumah sakit GPM. Luka berat yang tercatat 17. RADIO NEDERLAND [RN] Korban yang dibawa ke rumah sakit anda itu korban apa? Tembakan atau akibat senjata tajam lain? KR: Campuran, jadi tembakan dan senjata tajam lain. Ada yang kena panah, ada juga kena pecahan bom, ada juga kena lemparan batu. Tapi kebanyakan yang dirawat itu hampir semua kena tembakan. RN: Bagaimana korban-korban yang sampai di rumah sakit anda? Apakah mereka korban tembakan jarak dekat atau jarak jauh? KR: Ada sebagian yang pelurunya masih tetap di tubuh, sebagian juga pelurunya tembus. Jadi, saya tidak bisa berikan keterangan yang pasti tentang jarak dekat atau jarak jauh. Tetapi menurut informasi yang saya terima dari korban-korban kerusuhan yang masih hidup, mereka ditembak dari cukup dekat juga. Ada yang jauh juga, tapi ada juga yang cukup dekat. RN: Nah sekarang, sebagai direktur Rumah Sakit Gereja Protestan Maluku, siapa korban-korban yang dibawa ke rumah sakit anda? Apakah dari segala lapisan dan dari segala macam etnik atau hanya korban-korban Kristen? KR: Sebenarnya kita ingin untuk semuanya. Tetapi kenyataan di lapangan memang korban yang Muslim tidak berani masuk ke rumah sakit Kristen, daerah Kristen. Dan juga korban Kristen tidak berani masuk ke daerah dan rumah sakit Muslim. Karena kalau sampai di rumah sakit-rumah sakit kedua belah pihak, memang takutnya ancaman ancaman dari pihak-pihak yang bertikai. Karena rasa tidak aman di sana, kalau rumah sakit dihuni oleh yang Muslim, takutnya tidak aman bagi mereka, sehingga memang tidak ada korban kerusuhan dari pihak Muslim masuk ke tempat kita, dan kita juga korban kerusuhan dari pihak Kristen tidak masuk ke rumah sakit Muslim. Kecuali kalau mungkin yang netral, rumah sakit ABRI bisa. Begitu. Dan memang selama ini korban-korban yang berat itu ditangani oleh Tim Peduli Masohi, tim dokter dari Jakarta. RN: Dan tim dokter itu menangani korban dari kedua belah pihak, baik Muslim maupun Kristen? KR: Kedua belah pihak, ya, ya, baik Muslim maupun Kristen. Jadi, Tim Peduli Masohi itu sebagian disebarkan ke Rumah Sakit GPM sebagian juga ditempatkan di Rumah Sakit Tentara. Dari pihak Muslim memang sebagian diarahkan ke rumah sakit tentara, kebanyakan dievakuasi ke sana. Sedangkan pihak Kristen ke rumah sakit GPM dan sebagian juga ke Rumah Sakit Umum. Karena memang Rumah Sakit Umum terletak di daerah pemukiman Kristen sehingga memang mereka merasa berat juga untuk datang ke sana. Saya sendiri ingin sekali untuk tolong saudara-saudara yang Muslim, tetapi mereka juga tidak berani datang ke rumah sakit kita karena memang daerah rumah sakit kami dikuasai dan dijaga oleh semua pemuda-pemuda itu yang Kristen dan dari pihak keluarga korban Kristen yang tertembak. Jadi memang rasa tidak aman itu betul-betul cukup tinggi untuk kondisi seperti ini. Kami dijaga juga oleh aparat Brimob, tapi apa artinya dua Brimob dibandingkan dengan ratusan pemuda-pemuda yang bringas dengan rasa dendam dan rasa amarah. RN: Dokter Kris, rasa takut dan rasa khawatir itu ada di antara korban dan keluarganya dan mereka yang mengantar korban, ya. Tapi di antara dokter-dokter yang memberi bantuan, secara profesi, apakah ada komunikasi antara dokter-dokter yang Muslim dengan dokter-dokter Kristen? KR: Ada, ada. Jadi memang rumah sakit saya kan banyak teman-teman dokter yang Muslim. Dan mereka datang, kalau dokter memang tidak ada persoalan, karena memang masyarakat kan tahu dan mengenal mereka. Seperti saya punya teman seorang dokter dari Ujung Pandang, melihat pasien juga tidak ada persoalan. Karena memang semua pemuda-pemuda Kristen menyalami, tegur dengan ramah dan sebagainya. Jadi, perasaan aman itu bagi dokter juga tetap ada. Hanya kalau di lingkungannya saya tidak tahu, tapi memang biasanya kalau dokter-dokter itu terasa dihormati, dijamin, begitu. Hanya mungkin bagi mereka, bagi kita juga, perasaan itu, kalau saya pergi ke daerah Muslim saya juga rasa tidak aman. Demikian pula kalau yang Muslim mungkin kalau pergi ke daerah pemukiman Kristen juga merasa tidak aman. RN: Sebagai dokter yang dihormati dan orang merasa segan dengan dokter, toh anda merasa takut juga untuk masuk ke daereah pemukiman Muslim ya? KR: Ya, karena saya sendiri korban. Saya sendiri merupakan korban hari pertama kerusuhan. Rumah saya dibakar oleh massa Muslim. Hari pertama tanggal 19 itu memang saya hampir mati dengan istri saya dengan anak 10 bulan dan anak 4 tahun. RN: Demikian dokter Kris Relmasira, direktur Rumah Sakit Gereja Protestan Maluku di Ambon. ----------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ----------------------------------- ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 3 Mar 1999 jam 17:16:36 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
