----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk


PROVOKATOR CENDANA TERTANGKAP DI KUDUS

        JAKARTA (SiaR,5/3/1999) Seorang provokator berpangkat kapten
ditangkap karena sering memanas-manasi masyarakat pantai utara Jawa untuk
membuat kerusuhan. Pria yang mengaku dari Satgas Tebas (Tenaga Bantuan
Sukarela) itu  ditangkap polisi dari Polda Jateng Senin (1/3), di rumah
kontrakannya Jl Tambak Lulang Ploso, Kecamatan Jati, Kudus Jawa Tengah
sekitar pukul 23.00 WIB.
Keterangan yang diperoleh dari Kapolda Jawa Tengah, Mayjen Nurfaizi,
tersangka bernama Sigit Prasetyo Budi (48). Pria berpangkat kapten yang
melakukan desersi ini kepada petugas mengaku pernah direkrut oleh Letjen TNI
Prabowo Subianto (mantan Pangkostrad). Selain itu Sigit juga mengaku
ditugaskan melakukan pengamatan kondisi dan aktivitas masyarakat di wilayah
pantura. "Ia mengaku dinonaktifkan dari dinas ABRI karena melakukan tindakan
asusila," kata Nurfaizi kepada wartawan.

        Dari keterangan yang diperoleh polisi, Sigit juga menceritakan ihwal
pembentukan Satgas Tebas yang bertugas melindungi keluarga Cendana dengan
alasan karena keluarga Cendana terus mendapat hujatan habis-habisan. Menurut
pengakuannya, Satgas Tebas diambil dari para santri yang beraliran Syi'ah.
Untuk di pantai utara, menurut Sigit, basis perekrutan anggota satgas adalah
ratusan pondok-pondok pesantren yang beraliran Syi'ah.

        Sebelumnya memang sudah terdengar kabar bahwa di wilayah pantura,
khususnya Lasem, Rembang, Kudus dan Pati telah ditemukan sejumlah kegiatan
provokasi. Namun polisi melakukan penangkapan dengan menggerebek rumahnya
dengan tuduhan melakukan penipuan. Sigit saat ini mendekam di tahanan Polres
Kudus dengan tuduhan melakukan tindakan pidana pasal 378 jo 228 KUHP.

        "Karena sering mengaku anggota ABRI dari Badan Intelijen ABRI dan
berpangkat kolonel," kata sumber di kepolisian Kudus.

        Anehnya, dua hari terakhir ini polisi menolak bahwa dalam jumpa pers
di hadapan wartawan mereka menyebutkan bahwa Sigit adalah Provokator. "Aneh,
polisi berubah sikap. Sekarang mereka menolak pernah menyatakan Sigit
sebagai provo-
kator. Padahal dalam jumpa pers jelas itu diungkapkan Kapolres Letkol Halba
Rubis Nugroho. Mungkin polisi mendapat tekanan dari Jakarta," kata salah
seorang wartawan di Kudus.

        Sementara itu Bupati Kudus, Kolonel Amin Munajad mengakui bahwa
Sigit merupakan teman seangkatannya di Akademi Militer Magelang tahun 1974,
atau seangkatan pula dengan Letjen Prabowo Subianto. Namun menurut informasi
yang diperoleh polisi, karir Sigit mentok karena ketika bertugas terakhir di
Batalyon Kavaleri Kodam IV Diponegoro telah melakukan tindakan asusila
sehingga dipecat dari dinas kemiliteran.

        Menurut KTP yang dipegang Sigit, lelaki itu adalah warga Desa
Purwayana, Teluk Jambe Karawang. Sigit sudah berada di Kudus sejak Desember
1998. Dan selama itu, ia telah melakukan silahturahmi kepada sejumlah
pejabat di wilayah pantura.

        Sebelumnya pernah diberitakan SiaR, (2/12/98),  putri sulung
Soeharto, Siti Hardiyanti Rukmana bersama Bambang Trihatmojo sejak akhir Mei
1998 mendanai operasi pengamanan di Jakarta. Mulai dari pengamanan Sidang
Istimewa dengan cara membentuk dan mendatangkan satuan-satuan PAM Swakarsa
dari berbagai daerah hingga menggerakkan satuan-satuan khusus untuk
mengalihkan perhatian dari fokus gerakan mahasiswa.

        Mbak Tutut sendiri dibantu beberapa operator lapangan yang antara
lain melibatkan Sugeng Suparwoto, seorang wartawan harian Media Indonesia
dan mantan aktifis Bakor Jakarta 1989-90. Pria berkacamata ini memang sejak
mahasiswa IKIP Jakarta sudah dibina oleh KODIM Jakarta Timur. Operator
lainnya adalah  Machmud Rakasima, mantan wartawan sebuah tabloid yang pernah
dibredel, Detik. Juga seorang mantan aktifis ITB Syahganda Nainggolan. Kedua
orang terakhir ini yang jadi pelaksana lapangan untuk operasi Pam Swakarsa
dengan anggaran yang besar selama SI.

        Para operator lapangan Tutut ini menggunakan Hotel Cemara di Jalan
Cemara yang dekat dengan kediaman Mbak Tutut di Jalan Yusuf Adiwinata untuk
tempat rapat. Menurut  sumber SiaR, Syahganda bertugas mengurusi semua
logistik dan perlengkapan "pasukan sipil" tersebut. Sedangkan Machmud
bertugas mencari dan  menghubungi tentara-tentara sipil untuk dilatih di
Cibubur dan Rindam Jaya. Sugeng lain lagi. Ia terpilih jadi tangan kanan
untuk menjalankan semua pelaksaaan operasi. Dan untuk menjaga kemungkinan
yang lebih jauh kelompok "laskar"  Cendana ini juga mendirikan sebuah
yayasan yang berfungsi untuk melakukan rekrutmen atas sejumlah pemuda
pengangguran dan preman di pinggiran Jakarta.

        Orang-orang yang dijanjikan seragam dan imbalan cukup menarik ini dididik
jadi tentara sipil guna menjaga kepentingan Cendana. Yayasannya bernama
Yayasan Kesejahteraan Masyarakat Indonesia (YAKMI) Pusat, berkantor di
kompleks perumahan Permata Pamulang, Tangerang. Bertindak sebagai Ketua
Harian YAKMI adalah anak Mbak Tutut sendiri, Dandi R. Kusdinar.  Sedangkan
Ketua Umumnya adalah pimpinan Padepokan Seni Olahraga Tradisional Indonesia
(Pancalaga), Dion Adikusuma.

        Saat menjelang pelaksanaan SI lalu, YAKMI mendirikan satuan elit
yang diberi nama Satuan Tugas Tenaga Bantuan Sukarela (Satgas Tebas). Satgas
yang konon disamarkan sebagai alat YAKMI untuk menjalankan kegiatan sosial
ini  pada September 1998  lalu mendidik kelompok "vigilante" angkatan
pertama. Selama seminggu 150 anggota "vigilante" angkatan pertama ini
dilatih disiplin paramiliter di Rindam Jaya.

        Satgas yang kini telah mencapai beberapa angkatan ini dalam waktu dekat
akan disebar ke seluruh pelosok Indonesia. Terutama di sejumlah wilayah di
mana potensi konflik cukup besar. Anggota Satgas sendiri direkrut dari
beberapa daerah seperti Bogor, Sukabumi,  Subang, Cirebon, Garut,
Tasikmalaya, Lampung dan Tangerang. Selama pendidikan setiap anggota diberi
uang saku Rp 200 ribu per bulan.***

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 5 Mar 1999 jam 13:05:33 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke