---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- Megawati dan Ayam Kalau hasil pemilu ditentukan dari banyaknya spanduk, serta posko, saya tidak akan ragu lagi untuk menyebutkan PDI Perjuangan sebagai pemenang. Lihat saja jalanan-jalanan Jakarta, sepanjang jalur pantura, sepanjang jalur antar lintas Sumatera, merah membara. Saya lihat kemarin seorang tukang sayur dengan bangganya mengenakan sebuah topi bergambar banteng. Lalu tukang rokok yang kiosnya ditempeli stiker besar yang juga bergambar banteng. Heran juga saya, mengapa Megawati yang pendiam, yang tidak pernah mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang menyejukkan, yang cuma bisa senyum-senyum itu bisa menarik banyak sekali simpatik rakyat. Saya jadi teringat satu cerita. Ceritanya, beberapa tahun yang lalu di sebuah kampung di pedalaman Jawa ada seekor ayam yang katanya sangat sakti. Yang katanya bisa mendatangkan angin dan hujan, yang katanya bisa menyembuhkan segala macam penyakit. Banyak sekali saya lihat orang-orang kampung yang memuja ayam tersebut. Ayam itu diberi sebuah kandang emas dan diletakkan di alun-alun. Tiap hari masyarakat beduyun-duyun datang kesana hanya sekedar untuk melihat si ayam. Tidak sedikit juga yang datang sembari membawa pepaya, beras, dan ketan untuk diberikan kepada ayam itu. Heran saya, di zaman modern begini kenapa orang masih percaya kepada ayam yang bahkan untuk berbicara saja tidak bisa. Penasaran, saya tanya kepada seorang kakek-kakek yang sedang membersihkan kandang ayam. "Ini ayam apa Kek? Kok saya lihat banyak sekali orang datang menyembahyanginya? Maaf Kek, cucu datang dari luar daerah, jadi tidak tahu adat istiadat disini," kata saya. "Oh, ini ayam sakti Cu. Namanya Ayam Mega Mendung." Melirik ke arahku sebentar, lalu si kakek melanjutkan mengelap kandang emas. "Memang asalnya dari mana Cu?" "Ah, saya dari Jakarta Kek. Ayam ini memangnya kesaktiannya apa Kek?" "Katanya sih, bisa mendatangkan angin, bisa mendatangkan hujan, sama bisa menyembuhkan penyakit Cu." "Ah masa iya sih Kek?" Tak percaya aku ayam betina berbulu agak kemerahan itu bisa begitu. "Katanya sih Cu, kakek juga belum pernah ngebuktiin sih. Ayam ini dulunya milik kepala kampung. Nah waktu kepala kampungnya meninggal, ayamnya dipindahin sama orang-orang kampung kesini. Malah dikasih kandang emas segala Cu." "Apa sudah ada yang pernah disembuhin penyakitnya Kek?" "Ngak pernah Cu setahu kakek. Bulan lalu ada wabah kolera saja, orang-orang desa banyak yang mati. Terus juga udah 6 bulan ini panen gagal terus, ngak ada hujan Cu. Yah, kita cuman bisa berharaplah Cu. Kakek kemarin baru ngasih sajen pepaya, mudah-mudahan bulan depan panen bisa bagus." "Kalau ngak pernah ada bukti kenapa disembahyangi terus Kek? Mendingan kandang emasnya dijual, lalu hasilnya dibagi-bagi ke rakyat kampung Kek. Kan lumayan untuk modal beli bibit." "Hey! Jangan kurang ajar kamu! Kamu tau apa soal ayam Mega Mendung? Kamu itu orang baru disini!" Matanya mendadak berubah merah. Dia berdiri berkacak pinggang, tangannya mengepal. Terkejut aku melihat perubahan itu. Orang-orang yang kebetulan ada disana semuanya menatapku dengan pandangan ganas sekarang. Seperti layaknya aku baru saja membunuh bapak mereka. Buru-buru aku lari dari situ. Dalam hati aku berpikir tidak ada gunanya berdebat dengan orang seperti mereka, Sampai sekarang aku masih heran, mengapa mereka masih saja tetap memuja ayam itu. Padahal ayam itu sama sekali tidak pernah minta dipuja, mendiang kepala kampung si empunya ayam juga tidak pernah mengatakan bahwa ayamnya adalah ayam sakti. Tapi masih saja beratus-ratus orang warga kampung tiap hari datang membawa sajen untuk ayam itu. Heran aku, sama degan herannya aku kepada Megawati. -Dewa Perang- ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 23 Mar 1999 jam 07:23:04 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
