---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- GOLKAR NISCAYA SEMAKIN GEMBOS Rencana pendeklrasian berdirinya sebuah partai Baru pecahan Golkar dapat dipastikan sebagai rencana dan berita pilu bagi Partai Golkar dibawah kepemimpinan Akbar Tanjung. Kenapa..? karena partai baru itu tidak dapat disangkal sebagai partai pecahan Golkar, berhubung pendirinya adalah para tokoh Golkar seperti Edi Sudrajat dan Tri Sutrisno serta tokoh muda seperti Ir.Bambang Utoyo yang mengundurkan diri dari kepengurusan Golkar waktu Munaslub Golkar beberapa waktu lalu. Banyak pihak menduga ini adalah sebuah proses penggembosan habis-habisan terhadap Partai Golkar yang kini dibawah kendali Akbar Tanjung, sebagai akibat kemarahan para tokoh pendahulunya seperti Edi Sudrajat dan Tri Sutrisno yang kecewa karena tak didengar saran dan pertimbangannya dalam pengambilan keputusan dan kebijakan Golkar akhir-akhir ini. Tapi banyak pula pihak yang menyatakan bahwa pendirian partai Baru oleh para Mantan tokoh dan aktivis Golkar itu sebagai salah satu usaha yang wajar untuk mencapai kekuasaan, karena mereka sudah kehilangan pegangan sejak tak lagi menjadi bagian dari struktur kepengurusan Partai Golkar. Artinya, tanpa partai mereka tak akan bisa eksis lagi dan itu berarti mereka akan menjadi habis ditelah zaman setelah tahun 1999 mendatang atau ketika Pemilu berlangsung. Karena itu menurut analisa pandangan terakhir ini, maka mereka membentuk Partai sebagai sarana untuk masih tetap eksis di pentas nasional sebagai tokoh politik walaupun dalam usia senja, karena mereka tak satupun diantaranya yang menyadari dirinya bahwa tugas dan pengabdian sejarah mereka sudah harus berakhir dan untuk masa mendatang tidak diperlukan lagi kehadirannya oleh rakyat karena mereka jelas-jelas dibesarkan oleh Orde Baru. Apapun dalih yang mereka ajukan untuk berpura-pura menjadi pahlawan reformasi, pada akhirnya rakyat tetap tahu bahwa mereka semua adalah penjilat Orde baru yang hanya sakit hati dipreteli kekuasaan dan popularitasnya oleh adik-adik angkatan ataupun oleh generasi dibawahnya dalam panggung politik. Bagaimana dengan eksistensi para tokoh muda seperti Bambang Utoyo atau Didit dan sebagainya..? Analisa pandangan terkahir di atas juga menyebutkan bahwa tokoh muda ini mencoba cuci tangan dari kekejiannya melakukan praktek KKN dan politik kotor karena fasilitas Orde Baru dengan ikut mendirikan partai Baru yang seolah menempatkan mereka sebagai kritikus Golkar dan menjadi pahlawan Reformasi. Tapi rakyat dan mahasiswa khususnya pasti tahu Isi dalam hati nurani dan tabiat mereka yang penuh sandiwara. Jika demikian hasil analisanya, maka upaya penggembosan Golkar memang akan benar-benar nyata pada tataran verbal pertengkaran politik elite saja, tapi dalam konteks dukungan suara pada Pemilu tampaknya Golkar masih tetap unjuk gigi walaupun tak lagi menjadi mayoritas tunggal ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 17 Dec 1998 jam 09:36:13 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
