----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

PERISTIWA KARAWANG DAN KETERPURUKAN EKONOMI.

Peristiwa Karawang adalah untuk sekian kalinya perusakan-perusakan harta
orang lain dan tidak mampunya atau tidak adanya perlindungan terhadapwarga
negara Indonesia. Barangkali ini juga merupakan "rekayasa politik"dengan
tujuan-tujuan tertentu. Sayang sekali istilah bangsa Indonesia yang ramah
dan
beradab sudah lama hilang dan banyak pihak menuduh bangsa kita sebagai
biadab
dan barbar. Sangat sulit membantah bahwasanya kebanggaan kita sebagai bangsa
yang ramah tamah sudah tidak ada lagi.

Salah satu sebab terpuruknya perekonomian Indonesia ialah adanya kerusuhan
yang
direkayasa , bukannya cuma karena konglomerat yang utangnya setumpuk. Utang
menjadi banyak karena merosotnya nilai US $,bagaimana utang nggak naik kalau
nilai US $ tiba-tiba menjadi 300 % ? Orang tolol yang bukan Menteri
Koperasipun
akan dengan gampang mengerti bahwasanya kerusuhan menjadi salah satu
penyebab
tidak adanya kepercayaan investor baik domestik maupun asing. Akibatnya bisa
diduga: hilangnya lapangan kerja yang menyebabkan hilangnya
"dayabeli"......suatu lingkaran kepanikan dan suatu lingkaran keterpurukan
ekonomi negara. Sayang sekali menteri yang satu ini cuma maunya
menghancurkan
negara dengan tindakan-tindakan yang tidak masuk akal.Habibie yang kagak
mengerti perekonomianpun mendukung tindakan eksprimentil  ini. Habibie ,
orang
kedua paling besar korupsinya, paling tinggi nilai KKN-nya. kemungkinan
besar
dia tidak berkutik diatur bagai  boneka oleh Adi Sasono, yang tidak sempat
menamatkan ITB karena pikirannya cuma membenci orang lain yang tidak berdosa
dan penuh nafsu menciptakan "sistim" perekonomian baru yang belum pernah
berhasil.Sistim ini mirip dengan konsep Karl Marx di Cina [tahun 1950-an]
dan
diRusia  [ dalam masa Stalin sampai tumbangnya Komunisme] dan di Cuba sampai
sekarang. Jadi teori Komunis yang sudah terbukti gagal akan dicoba kembali
tahun 1998 di Indonesia. Tidak pernah ada teori "sama rata sama rasa" yang
ada
"success Story"-nya. Sayang sekali "pilot Project" dilakukan tanpa
memikirkan
risiko jangka panjang. Dan untuk memperbaikinya akan dibutuhkan satu
generasi
dengan kemelaratan yang berkepanjangan serta kehancuran permodalan ,
kehancuran
sistim perbankan, kehancuran sistim jalur distribusi, kehancuran sistim SDM
yang sangat penting bagi pertumbuhan negara. Apakah ini namanya perjuangan
membela rakyat, apakah dengan menghancurkan perekonomian  identik dengan
membangun perekonomian ? Susah dimengerti sikap rasialis,sikap kejam , sikap
teror disamakan dengan memperjuangkan perekonomian .Rakyat tambah melarat,
perusahaan pada bangkrut, lapangan kerja hilang,kepercayaan luar negeri
hilang
dan akibatnya seluruh tatanan ekonomihancur.

Saya perkirakan rakyat akan sadar akan "penipuan" dengan berlagak membela
rakyat, dan akibatnya yang bersangkutan akan tersungkur dan kita baru bisa
membangun perekonomian negara. Semoga secepatnya kesadaran tumbuh lagi dan
yang
laknat mendapatkan bagiannya. Tetapi sayang sekali"nasi sudah menjadi bubur"
dan kemelaratan serta kehancuran akan lama sekali memperbaiki atau
merehabilitasinya.

Wassalam,

pemikir dan analis

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 11 Jan 1999 jam 10:34:55 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke