----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

KOLOM SUPANGKAT:

        JUBIR PBB ECKHARD: TUNTUTAN PORTUGAL IRELEVAN DG TRIPARTIT

Jurubicara PBB Fred Eckhard dalam wawancara khusus mengatakan bahwa tun-
tutan Portugal terhadap bekas Presiden Suharto seperti halnya dengan tuntutan
Spanyol terhadap Pinochet berada di luar jurisdiksi PBB. PBB tidak turut
campur
di dalamnya.

Ketika ditanya apakah tuntutan itu kalau sudah dilancarkan akan mengganggu
perundingan Tripartit Indonesia-Portugal dibawah naungan PNN, Eckhard men-
jawab bahwa ia tidak melihat ada hubungannya antara kedua kasus itu. Perun-
dingan Tripartit akan berjalan terus seperti yang telah direncanakan. Hal ini
di-
perkuat pula oleh pembantu Eckhard yang ditugaskan khusus soal Timtim,
Hiro.

Namun kepastiannya masih dinantikan.

Jaksa Agung Portugal dan golongan kanan politik Portugal yang hendak men-
dobrakkan kasus Suharto berdasarkan preseden kasus Pinochet masih sibuk
mengatur strategi.

Kalau tidak ada kendala dari pihak Portugal, maka perundingan Tripartit akan
dilanjutkan menjelang akhir bulan ini di New York.

Namun pihak Indonesia telah menerima sejumlah usulan Sekjen PBB yang di-
sampaikan oleh Jamsheed Marker: pembebasan Xanana, demokratisasi pemi-
lihan Gubernur yang dituntut harus lebih demokratis daripada pemilihan Guber-
nur di propinsi Indonesia lainnya, parpol peserta pemilu, siapa yang berhak
me-
milih, dll sebagainya.

Jamsheed Marker sependapat dengan Portugal dan gerakan kemerdekaan Tim-
tim bahwa pemilu Indonesia tidak boleh diartikan sebagai pengganti referendum,
tapi harus melangkah maju. Ia juga menuntut agar pemilihan Gubernur dan pe-
milhan umum di Timtim harus diawasi oleh PBB sepenuhnya yang juga diminta
kehadiran perwakilannya yang tetap di Timtim yang selama ini ditolak oleh
Indo-
nesia, demikian menurut Jamsheed Marker dalam wawancara khususnya dengan
harian Portugal "Diario de Noticias" tanggal 4 Desember 1998.

Kalau Indonesia sampai menolak semua usulan Jamsheed maka kemungkinan
perundingan Tripartit akan macet lagi mungkin sambil menunggu perkembangan
tuntutan Jaksa Agung Portugal terhadap bekas Presiden Suharto.

Kecuali daripada itu "ledakan emosi" Menlu Alatas baru baru ini dalam
kesempatan
berbuka puasa dengan para pentolan wartawan di Jakarta yang tanpa provopasi,
tan-
pa "hujan tanpa angin" menyerang Portugal sebagai kolonialis yang paling buruk
di
seluruh dunia, tidak akan dibiarkan sebagai angin lalu oleh Portugal yang
selalu men-
cari cari kesempatan untuk melancarkan pukulan retorik, atau malah mungkin
akan
mengundurkan lagi perundingan Tripartit yang akan dibuka kembali akhir bulan
ini di
New York.

Mungkin juga Portugal sambil menunggu tindakan Jaksa Agungnya untuk menuntut
"crime against humanity" Suharto, baik secara unilateral maupun melalui Dewan
Ke-
amanan a la bekas Yugoslavia dan Rwanda.

H.S. Hidayat Supangkat
PBB, New York.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 11 Jan 1999 jam 19:37:05 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke