----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

Setelah puasa di hari minggu, berlelah lelah menahan
lapar, menemani mertua makan di Village Inn kembali
bersama Dave, menyaksikan mereka lahap memakan
steaks dan fried chicken membuat air liur saya tersumbat
dalam mulut ( sebuah godaan yang tidak gampang
diatasi ) Sebersit timbul juga napsu membabat barbecue
beef dan memasabodohkan puasa.Tuhan itu ada di Indonesia
dan negara negara Arab, bukan disini, itu pikiran gila saya
yang muncul sambil menyaksikan sejumlah mulut yang sibuk
mengunyah daging dan menyeruput cola dingin.

Saya menjadi nabi hari minggu, tapi hari senin kemarin
saya berniat menjadi setan, Karena setan tidak berpuasa,
saya juga ikutan tidak puasa...

Hari senin cuaca begitu buruk. Mendung pekat menguasai
langit. Tapi apa perduli saya pada langit? saya sedang
menjadi setan. Saya makan tengah hari, minum juice dan
buka homepage sex web di internet. Menikmati sejumlah
gambar menawan cewek cewek oriental.Lekuk lekuk surga
itu alangkah indahnya. Bidadari dunia ini rasanya lebih elok
dari semua bidadari yang di ceritakan dalam semua kitab
,semua agama.

Saya adalah setan gundul dan tuyul.
Dan saya merayakan semua ini tanpa perasaan bersalah.
Kadang kadang capek memang menjadi orang penurut.
Dan hari inilah pembangkangan saya pada Tuhan saya
kumandangkan. napsu liar dan arogan saya proklamirkan.

Saya manusia bebas, penguasa takdir yang cerdas.
Bagi seorang merdeka dari atribut atribut mistis,
Tuhan itu cuma sebuah legenda yg tidak realistis..

Oh betapa begonya orang yang ke gereja dan mesjid.
Ob betapa sia sianya mereka menyebut nama nama
Tuhan dan berdoa pada sosok yang tidak nampak.

Hari senin saya adalah setan,
menjelang sore cuaca mencerah, temperatur naik
dan melumerkan salju di aspal jalanan.satu jam kemudian
cuaca mendung kembali. Hawa dingin kembali beraksi.
Salju yang mencari di jalanan membeku menjadi es
solid yang nampak kering.

Hari senin saya adalah setan.
Saya mengingkari Tuhan, jangankan untuk menyebut
namanya dalam doa, memikirkannya saja saya ogah..

Hari senin saya adalah Setan gundul,
Sore hari ketika saya lapar dan tidak menemukan
makanan di kulkas, saya pergi ke supermarket.
Mobil saya melaju meninggali Elm Street.
Di perempatan jalan, didekat lampu merah, saya mencoba
berhenti dari arus lalu lintas di National Boulevard yang
kencang dan padat.

Rem saya injak. Mobil saya tidak berhenti.
Terus melaju..dan melaju karena ban mobil saya
tidak menyentuh aspal.Dan rem tidak berfungsi
karena es licin .Mobil saya skating menuju pertengahan
jalan, menembus lampu merah. Sebuah truk besar
muncul di kiri saya seperti hantu dengan kencang.
Saya panik dan ketakutan, saya banting stri kearah kiri
mencoba melarikan mobil keluar dari trotoar.
Supir truk itu untungnya cukup cekatan, dia mengelak
tepat beberapa meter dari badan mobil saya yang terdampar
kebahu jalan.Tiba tiba saja saya yang setan ini ingat Tuhan.
Dan menyebut astagfirullah berkali kali.

Setelah berhenti dan selamat.
Saya membuka kaca dan memandang kelangit.
Dada saya gemetaran. Tangan saya gemetaran,
Air mata saya menggenang karena begitu dekat
saya dengan kematian..

perlahan, lirih sekali saya mengucapkan,
" Ya Tuhan, maafkan mahlukmu yang hina ini"
Saya kira enak menjadi setan,tidak tahunya
begitu menjelang ajal, saya malah ketakutan.

Saya percaya jauh didasar hati semua manusia,
kita semua masih memerlukan Tuhan..



Hasan Basri

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 12 Jan 1999 jam 21:56:28 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke