----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

KRONIKEL BUREK BULAN PUASA 99

Bulan ramadhan ini adalah bulan yang terbaik untuk mengharapkan
tindakan2 terbaik.  Dari semua pihak. Dan benar, dari pihak masyarakat
umum ada perubahan sikap dengan menurunnya kegiatan2 penghujatan dan
demonstrasi.  Saat2 untuk mengharap yang terbaik.  Harapan tidak
terpenuhi juga biasa.

Tetapi dari pihak penguasa, bulan ini justru menunjukkan dasar dari niat
mereka.  Pandita tidak dapat mempercayai habibi, (walau berharap untuk
itu, demi mempermudah transisi) karena itikad yang jelek, dan sikap yang
tidak serius, jalur pemikiran yang keliru terus, serta watak dasar
pemimpin yang picik dan licik sisa orbaniyah.  Pada saat ekonomi
booming, seperti sering Pandita sebutkan, mempunyai presiden seperti si
cebol ini sekedar amusing, dipimpin wong gendheng, tetapi di jaman
seperti sekarang, catastrophic, londo bilang, atau bencana besar.
Pemimpin yang out-of-touch, lembek, korup dan wishful thinking.

Benar.  Dimulai dengan  amok ratih  dari militer.  Pandita tidak ingin
berdebat dengan Perwira yang mestinya baek itu, tetapi militer Indonesia
, ABRI, adalah institusi dengan moralita yang paling hancur.  Dimanjakan
oleh soe, sambil ditempilingi, uang saku sangat tipis kudu ngemis,
perbedaan perlakuan antara troop soldiers and their generals yang sangat
jauh.  Kekuasaan2 yang tidak dikontrol sebagai gubernur, menteri, bupati
sampai camat.  Telah menghancurkan moralita kaum militer ini.  Mestinya
tidak semuanya, para taruna seharusnya bisa lebih baik.  Tetapi karena
kultur monolitik militer (yang biasa2 saja) menggaransi infeksi virus
kejahatan ini merasuk.  Impian dari semua trooper adalah jabatan basah,
rumah dinas jeger dan duit gampang, buat cari cewek gampang.  Beberapa
dari mereka memperolehnya, seperti undian gila, dengan cara kolusi dan
sogok.  Rusak semua.   Tentu saja adanya sang Perwira dan konco2nya
masih ada harapan perubahan di kemudian hari.   Tetapi sekarang kita
pastikan perubahan ini selain akan sangat lambat juga penuh dengan
khianat dari dalam.  Militer Indonesia memang tembre moral.

Wiranto adalah tokoh yang awalnya penuh harapan.  Tetapi when
push-come-to-shove, kondisi memepet, tidak ada sekali watak negarawan.
Selalu mubat mubet mencari keuntungan pribadi dan kelompok secara
awut2an.  Memang benar kita tidak menilai pangab hanya dari ratih.
Memang tidak, ratih itu sendiri hanya contoh luar dari  keimanan
wiranto yang sangat tipis.  Seluruhnya bagi dia adalah tindakan2
menyelamatkan nama pribadi.  Menunggangi korps.

Kemudian pemerintahan.  jaksa agung dengan masalah BMW nya.  Sebenarnya,
secara faktual, masalah ini memang bukan  masalah besar  karena apa ?
Karena semua pihak di semua departemen2 melakukan hal yang sama.  Bahkan
dalam kelompok sasono yang  kerakyatan pribadi  itupun mercy dan bmw
bertebaran.  Satu2nya perubahan selama reformasi ini adalah jatuhnya
mobil2 mewah ke tangan kroni yang dulunya kere.   Tentu saja jagung
sebagai sumber hukum Indonesia, mendapat hadiah mobil mewah dari probo
sungguh tidak menjamin penegakan hukum.  Yah, tetapi begitulah manusia
Indonesia versi habibi.

Lalu gegeran RUU politik, suatu  sport  baru yang sangat mendasar dalam
negara demokrasi.  Golkar sebagai pihak yang  push-come-to-shove  (pcts)
alias kefefet (gateel..).  Akbar bercongor anjing sih bukan berita baru,
seperti umumnya pelacur.  Tetapi bahwa Kikik si marzuki yang darusman
ini, dipaksa ikut bayar fee anggota golkar dengan membacot logro soal
HAM agak bikin ngelu.  Memang tidak ada jabatan tanpa bayaran, Kikik
jadi ketua golkar tapi " nyantai" soal macem2 itu jelas2 bikin panas
banyak bajingan golkar yang terpaksa berlumpur ria demi tujuan slewo
golkar sejak dulu.  Kasus kik ini membuktikan ramalan Pandita tentang
maling legalitas memakai efek OJ di Indonesia.   Bantahan PBHI soal ini
sangat baik adanya.  Karena kita akan semakin sering berurusan dengan
perkara2 seperti ini, tidak terlalu jelas byar-pet item-putih
jahat-baiknya.  Tidak kaya dongeng cinderella atau alibaba, jahat
tidaknya blak2an gampang.  Ini perlu uteg untuk menyaring, bukan emosi.
Pada Era Blawur seperti samkok (oya, terimakasih untuk pihak yang
menawarkan Romance of three kingdom, Pandita menggunakan resource yang
sama.  Thanks anyway, keep in touch) semua pihak adalah nuansa dari
jahat baik.  Perlu pemikir2 lurus, semacam tulisan PBHI diatas.  Yang
sekarang, alhamdulilah, jumlahnya lebih banyak dari puasa tahun lalu.
Jaman semono sangat sepi, saiki ana macem2.

Lalu Operasi wibawa logro sang pangab.  Ini operasi dengan semangat
orbaniyah tulen, tujuannya bales dendem memamer kekuatan ditengah
gombal2an.  Secara militeristik pun pilihan operasi (yang kaya londo
dulu, pura2 didepannya operasi polisi ! maling idea londo!) yang sangat
di pertanyakan.  Pencetusnya sebenarnya harus diadili dengan tuduhan
memperjelek nama abri.  Hasilnya ternyata jauh melebihi rencana, ada
gerombolan pengacau rakyat (gpr) menggebuki tahanan selama 2 jam sampai
mati , sementara penjaganya sedang  menunaikan kewajiban agama  sholat
secara tepat waktu bagi teman2nya menunaikan kewajiban agama simpanse,
gebukin orang yang bisa digebug.    Jelas oknum.  Seperti halnya peran
antara TNI AD dan brimob dengan panser dulu.   Oknum wiranto itulah
penyebab prima, karena tidak membentuk kedisiplinan wajar bagi abri.
Walau pelaksananya para kamikaze TNI AD - ABG.

Terus ada penjarahan Karawang, gladi-demo kelompok soeharto.  Menekankan
kepada semua pihak di Indonesia, betapa perlunya pengobokan untuk
membentuk kebijakan negara.   Bahwa soehartois ini bersekongkol dengan
Abri - TNI AD adalah jelas.  Banyak oknum.  Termasuk wiranto dapat
dipastikan adalah oknum dalam konfigurasi ini.   Belakangan , dengan
perlunya mengadakan arisan ex-ajudan, wiranto bergerak mengangkat konco2
di Abri.   Tidak ada soal benar atau salah baik atau buruk, wiranto kan
butuh konco.  Sampeyan ndak bisa nyegah buat apa komentar.

Paling akhir, untuk tidak terlalu panjang cerita2 soal yang depressing
ini, kasus bersusulan dengan orang2 kefefet di pemerintahan.  Menarik
melihat si ramelan, si korup pendiam ini mengamuk sama Jepang yang
membongkar bisnisnya di beras Jepang.  Tentu saja, dia dengan semangat
soeharto di diponegoro dulu, jual  beras mahal dihargain murah, agar
bisa beli beras murah buat makanan kere.  Sambil ngantongin komisi.  Si
sissy ini berani ngamuk, nuduh2 Jepang, tentu saja karena dia sadar
bahwa yang dirugikan adalah raknyat negara ini, mempersulit memperoleh
bantuan lagi, pribadi marem bisa ngamuk.  Tindakan2 ini, pemerintah
mempersulit bantuan asing untuk kepentingan pribadi, adalah policy dari
saddam dan korea-utara yang layak disimak.
Terutama oleh manusia2 Kultur Kahyangan di pemerintahan kita ini.

ANALISA.
Mengapa sebenarnya, manusia2 yang tembre2 seperti wiranto, habibi,
ramelan, sasono, baramuli dan practically semua tokoh teras, bertindak
aneh dan jahat bagi rakyat, untuk alasan yang ringan2 seperti diatas ?
Oke... oke.. mereka goblog.  Benar.  Apa lagi ?  Mereka edan, oke boleh
untuk kasus baramuli.  Apa lagi ?  Tidak pancasilais ? Bukan bukan..
Ya, Kultur Kahyangan.  Mereka merasa lain.  Lihat saja dirjen2 baru nya
sasono, tanri, KLH, bagaimana perubahan mereka sebelum - sesudah ?
Bukan, bukan hanya mobilnya yang berubah mewah.  Oke ada juga yang
jasnya berubah.  Apa ?  Mereka merasa telah masuk executive club.
Membership of swargaloka.
Sebagai dewa, naik bmw 318 kaya jam2an itu masih enteng.  Dewa lain naik
seri S !

Jadi dewa kaya ini masih banyak yang dendem.  Kurang jeger.  Inilah
 selip  antara persepsi rakyat dan persepsi dewa.   Ke-dewa-an adalah
konsep kultur soeharto yang sangat kuat mencengkram karena enak
jatuhnya.  Yang dia berikan pada kroni2nya adalah status dewa, tidak
lebih.  Duit disuruh cari sendiri dengan korupsi kolusi, kekuasaan harus
diperoleh sendiri dengan berpolitik sikut menyikut.  Soeharto bahkan
pasang loop (lingkaran2 api) yang dia suruh kroni2nya jumpalitan bagi
hiburan dia.   Hiburan raja adalah melihat pendekar2 lelalang di sodomi
didepannya.  Melihat anak buahnya mengalami humiliation.
Ini akan berterus kebawah.  Sang dewa yang ter-mehek2 didepan capo akan
melakukan yang sama di tanah perdikannya, demi kesehatan jiwanya.   Dan
berbasis dendem, ini akan sangat dalem adanya.  Jalan terus sampe
sekarang, walau agak  terkekang .

Habibi memang tidak cukup male-hormon untuk bermain kejam seperti soe.
Bahkan biasanya dulu dia ada di receiving end, yang ngubek berusaha
menyenangkan boss capo sebagai court-jester versi teknologi.  Profil
psikologi nya jadi agak lain, dia adalah spoiled son berusaha jadi capo.
Yang tidak dipercaya.
Di anak2 buahnya lain lagi.  Kultur Kahyangan tetap berjalan mulus
sampai sekarang.  Di abri, yang memang selalu ada porsi buat ini, pasti
akan seterusnya.   Ini sebabnya kepemimpinan abri di sipil harus
dihentikan.  Selama bupati2 tetap abri, seperti Banyuwangi itu, dan
Karawang pula, pastilah kultur kahyangan edan ini akan tetap merembes ke
sipil (kalau di militer, diberakin atasan adalah kewajiban yang mereka
pilih sendiri, sipil tidak).

Kultur Khayangan ini bahkan sudah merembes ke partai2 baru.  Ada yang
merembesnya lewat pendanaan, ya jelas sangat berat.   Tetapi Kultur
Kahyangan dalam versi lain, juga hidup subur di kalangan Islam militan
(tentu saja, siapa yang paling mirip mafioso kalau bukan regim2 Islam
radikal).   Dengan segala cara, machiavelian.   Penyusupan, jual cewek,
tipuan, bantaian.  Pokoke menang.

Apakah ini salah ?  Tidak.  Manusia pada dasarnya memang demikian.
Politikus Jerman dan Amerika adalah samkok modern. Maling adalah cara
menang terbaik  Yang masalah adalah soal lapangan NBA itu lagi.   Disaat
belum ada hukum netral, free-for-all seperti samkok dulu, ya rakyat
paling amblas.   Di-obok kiri kanan, seperti di Aceh.  Ngikut Kandang
juga kaga, tetapi di owok2 kedua pihak.  Seperti bosni, kosovo, sudan
dan mblgedes lainnya.   Fairness bule hanya bisa diterapkan setelah
lapangan jadi.

Padahal di jaman Kedaulatan rakyat ini yang paling penting.
Pemerintahan sebenarnya boleh saja sosialis atau federalis atau
republikan, asal menghargai HAM dan Kedaulatan Rakyat.  Dan menjaminnya.
Tidak ada manusia lebih bernilai dari manusia lain sehingga boleh
memutuskan sepihak bahwa rakyat butuh ratih untuk mengadu domba antara
sesamanya (memang penginnya begitu koq ? logika indah dewa edan)

Jaminan pelaksanaan juga tidak bisa sekedar   gue janji nih  .  Apalagi
janji nya spesifik menguntungkan diri sendiri! Janji PNS netral kok !
Manusia Indonesia bertaqwa dan beriman, jadi kalau kerusuhan pastilah
mereka yang kurang iman ! Bukan gue.
Janji satpam adalah janji pengamanan,  Tidak aman berarti cedera janji.

KEPEMIMPINAN

Setiap periode membutuhkan jenis pemimpin yang berbeda.  Di kalangan
simpanse kita tidak bisa mengadakan  negara demokrasi .  Ndak nyampe.
Baikan model machiaveli saja, bunuh tokoh2 di depan umum, si pembunuh
seperti highlander macleod, menyerap  enerji  korbannya.   Sebenarnya
enerji itu dalam bentuk rasa giris pihak ketiga.  Soeharto dulu sukses
sekali soal ini.  Sasono sedang mulai, ngancam2 pake Islam.  Militer
dari dulu sampai kini.  Betapa ngegirisi berurusan dengan militer
dialami rakyat sampai kini.  Membuat tugas preman berseragam jadi
gampangan. Simpanse.

Pada periode kita saat ini, pergerakan menuju Kedaulatan Rakyat sejati.
Kesetaraan Manusia.  HAM.  Kita memang perlu pemimpin yang khas.
Negarawan.  Seorang Mandela.  Seorang dhuafa yang tidak minder, dan
tidak dendem.  Tetapi ber kharisma, jangan bodo2 amat, pantat kapalan
anti-jilat.  Mampu menahan sogokan kekayaan maupun sogokan politis,
mampu menolak dijadikan Staff Dewa.

Nyatanya jauh harapan, para mandela disikat, simpanse dijilat.  Biar
begitu tokh kita jangan ngotot, terutama yang tinggal di Indonesia,
bukan kaya jusfiq yang teriak2 toh tidak bakalan mati dan semakin keras
malah makin beken.  Juga jangan ndaftar jadi jihat2an model pamswakarsa,
kamikaze koplo balung kompor neroko. Kita harus mampu count our blessing
(mentalita jowo Pandita menyeruak, harap difahami).  Blessing memang in
short-supply recently. Ada lah dikit2.  Disini ada warning lagi, jangan
terbuai kampanye soeharto yang menyatakan bahwa dia masih tetap
berkuasa.  Jika mindset kita memang demikian, semakin mudah baginya
untuk benar2 berkuasa.

Habibi banyak pura2 sekarang, pura2 rakyat kecil, merendah.  Yang tidak
masalah baginya memang.  Tetapi yang kita butuhkan dari dia bukanlah
cebol-mendheleb.   Tetapi berani menggunakan kekuasaan yang sementara
ini dikuasainya untuk perbaikan.    Kebencian  Pandita pada  habibi
berbeda dari soeharto.  Soe, hartono, prabowo dan gang ginanjar adalah
manusia2 rakus kejam.  Habibi adalah manusia tidak capable.  Wrong man
in the wrong place.   Dengan situasi seperti sekarang, monyet bingung
seperti habibi ini bisa sangat berbahaya.  Karena dia kirim message
ke-sana sini secara sembarangan.  Mecat beberapa menteri secara
sembarangan saja mungkin lumayan buat gibi ini.  Paling safe adalah si
panangian dan durin.  Rada kendhel anggota gang ginanjar, atawa gie nya
sekalian.  Paling kendhel sasono apa wiranto.  Bak gerakan kungfu si
Buta, message nya bisa indah.   Yeh, ora wani. Apa bisa diharap dari
cebol.

PETA PARA SETAN LAGI.

Sebelum gus Dur bergerak ke dialog batalnya,  habibi memang drifted
kearah yang sangat berbahaya, yaitu negosiasi dengan soeharto.   Gerakan
gus yang kontroversial ini bak airing-operation, membedah abses (bengkak
bernanah) agar kena udara dan kering.  Sehingga memang tidak penting
apakah dialognya jalan, yang penting semua membicarakannya, sehingga
suatu koalisi  gelap2an habibi-soe jadi batal, kemaluan semua.   Koalisi
terbuka pun lebih baik daripada koalisi gelap.  Bagusan lagi
non-koalisi.

Sekarang ini dunia politik lebih menarik.  Karena para Dewa-setan itu
tidak segampang dulu untuk koalisi2 bedundhukan.  (bayangkan, dulu idiot
ekonomi kaya tomy bisa dapat apa saja tanpa impunity.  BPPC, lapangan
terbang , pelni, mobnas.  Sekarang ini kalau tariq mau minta lapangan
terbang bisa kita pelinteng pelirnya dengan katapel mahasiswa).     Peta
para setan yang Pandita tulis dulu, ex-soe, abri-hitam gila ABG, sasono
GPI dan thole bingung habibi.  Masih jalan.   Koalisi saling silang
antara mereka masih tetap  in-the-works .   Si thole mau koalisi soe
tapi dia mau didudukan kembali jadi thole-gembengan (mending sih
daripada tidak jadi presiden lagi, fikirnya).  Eh, digembosin si Buta.
Padahal sudah kadung negosiasi ABG-soe.   Rada kabut.  Apalagi si GPI
jadi sadar ada selingkuh ini.  Januari ini GPI tersinggung, mereka
nggembor bahwa janganlah kita kaum hitam terpecah-belah, lawan kita
sesungguhnya adalah rakyat banyak (ini implied message, bukan verbatim).

GPI cari stok isu, dapet juga si theo syafei, stok sebelum nopember.
Kebetulan syafei ini bukan malaikat punya, berbau soe.  Spin doctor
bergerak, wes-ewes.  Beri ruang buat para setan untuk nafas.  ABG yang
sudah mulai bercampur ke mainstream abri (nila seember di kolam susu)
tarik nafas.  Gimana nih isu abri-pestol-gombyok makar ?  Thole
menggencet dengan ancam2 soeharto : loe tra bisa tinggalin kita !  ABG
pasti akan meningkatkan tekanan dengan obok2 rakyat, kirim kamikaze2
edan ex-ninja banyuwangi ke Karawang.  Bikin bom. Bleduss.... hehe geger
sampeyan  (gampang yah ?).

Kita lihat gendang gendut para setan ini tetap saja.  Semua rahasia2an
dari rakyat, sumber kekuatan mereka.  Eh, partai kere ginanjar malah mau
main lagi, ancam2 ekonomi makro. Rekapitalisasi bendundhuk.  Gue masih
ada lho !!   Ujreg2an di kahyangan ini sebenarnya urusan tai.  Ginanjar
gank ini bikin ngelu setiap kali, kaya wudunen di pantat.  Makelar asli
saben ada sabetan gak peduli kerusuhan, nyolong terus.

Kekacoan tetap akan terjadi.  Mengapa ? Apa karena Gusti Allah ora adil
?  Bukan.  Tetapi karena memenuhi Hukum Kejadian.  Cukup alasan
terjadilah.  Dan Gusti Allah belum mau mencabut Hukum Kejadian.  Repot
nanti seluruh universe.
Dan sesungguhnya itulah yang akan terjadi.  Udreg2an para setan di
kahyangan, dan kerusuhan2 sosial pastilah terjadi.  Kecil2an di berbagai
kota kecil.  Latihan buat Tebas nya tutut belum full-scale nih.  Belum
ninja ABG,  Ratih kamra nya wiranto.  Lalu pasukan jihad-jahat nya GPI.
Semua pihak pake topeng partai politik baru.  Persona2 baru ini makin
rame, ada yang ngaku Islam fanatik sebenarnya ABG, ngaku thole-gibi
sebenarnya soe.  Dan pasti banyak oportunis yang ngikut kiri kanan,
supaya bayaran dobel2 sambil menggali data intel buat dijual.
Ning-nong-ning-gung. Ning-nong-ning !
Adanya PAN PKB PDI mega, merupakan kantong2 enerji yang bisa digunakan
para setan untuk bikin bom gedean dengan biaya purah.  Cukup dengan
ninggalin intel melayu didalem ngebom.
Abri dan pemerintah sebagai pemegang corong resmi akan bergencar
: jangan mengobok dong !   Sambil mengobok dan mencebok.   Wis wis.

Belajar dari sejarah, Amerika juga mengalami hal2 seperti ini selama
ber-tahun2 di 1850an.   Ya wis, Gusti Allah boten sare, cuman lagi main
video-game.  Wong jowo sedunia : jalani saja !  Aja melu2, wis pokoke
asal mangan, sadulur ana sing ngedan ditinggal, nengna bae ! Stay on
your own turf !

Terakhir, gila2an begini oleh penguasa bisa saja dituduhkan ke arah
setan soe dan ABG, tetapi asas manajemen menyatakan dalam terjadinya
kekacauan maka pemegang otoritas tempat bucks stop here, dirut ceo
presiden adalah yang paling bertanggung jawab, dan satpamnya untuk
urusan keamanan.  Bisa dimaafkan jika dia telah berusaha keras.  Tetapi
CEO cebol kita bukannya tidak berusaha keras, malahan tidak serius, dan
coba2 mengail di air keruh.   Jelas habibi tidak perlu kita dukung.
Jelas ?

Pesan Pandita ?
Jangka pendek, semuanya akan terjadi.  Kaco2an para kroco kacoak. Tapi
ndak usah ke ge-er an pastor modar spanyol segala.  Paling2 kerusuhan2
usaha2 jarah, serbu2 kantor polisi.  Meningkat pengeboman kantor2 dan
mal2.  Provokasi setan.  Dibedilin wiranto.  Yang mati ya bangsa sekitar
3 rebuan, nyawa murah.  Kalo masup betawi atawa suroboyo ya rada gedean,
sakgebrakan bisa modar serebu.  Takkan tercegah, skalanya aja naik
turun.  Kalo ini diujungnya ada pemerintahan yang lepas dari orbaniyah
(gang ginanjar minggat dari kabinet, abri santun pestol-gombyok style,
Islam menengah yang menang, bukan kere2 fanatik) maka kita akan balik
jadi negara mediocre.  Mencret2 ngelesot menuju milenium ketiga.  Taon
2002 kita kemplang semua utang luar negeri, mulai lagi kaco.   That s
life.  Jelas investasi asing yang mau masuk cuman dari para mafioso saja
yang telah terbiasa dengan rampog2an.

--
Oya, buat netters yang titip nanya2 trus soal CIA factor, tidak akan
dibahas karena itu cuma isu logro di kalangan militer, shit saja.
Semuanya adalah karya bangsa dewek, made in Indonesia.  Komponennya ada
yang ngimpor itu saja.  Ini bukannya Pandita pro-barat atawa antek CIA.
Kayata Pandita selalu ngomong, rakusnya bule lebih gede timbang cino,
dan akal pedagang2 mereka (MNC barat ala Freeport Arco etc) juga
bulus-jimbung.  Tapi efeknya sekarang kecuali pada bebrapa abri melayu
ter-kentut2 bule pengin ngenger londo, bisa dibilang nol besar.  Entah
apa maksude gus dur me-logro-kan diri soal unilever.  Pandita malah
pengin isu ini dijadikan  kambing hitam sama2 , biar marem kenapa kita
tidak sikat saja itu tambang Freeport, lalu dibagi2 sesama rahayat lewat
abri dan gibi ?  Moffetnya kita ikat di es balok seminggu lalu dilepas
di bagdad,  titip si wowok sebagai tugas negara.  Abri katimbang fitnah2
mahasiswa kangelan ora hasil, fitnah aja londo2 ini terus sikat
hartanya, malah hasil, tukokna sembako gawe bintara kere.  Wis wis..

Pandita sendiri akan meneruskan jadi pencatat chronicles of the damned.
Bureklah negeri ku. Asal ora diserbu sri rama lan wadyabala monyet, aku
tetep turu terus.

Pesan lesu

Kumbokarno.  Sang Pandita.  14/1/1999

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 14 Jan 1999 jam 11:05:39 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke