----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

From: amat prihatin

Rahardi Ramelan menganggap Rakyat Indonesia adalah bangsa kelas tiga, tidak
layak makan beras Jepang!

Rahardi Ramelan Menperindag/Kabulog menganggap rakyat Indonesia adalah
bangsa kelas tiga, yang tidak layak makan beras Jepang yang berkualitas I,
sekalipun beras Jepang itu dibeli dengan uang rakyat sendiri melalui
pinjaman jangka panjang selama 30 tahun tanpa bunga! Apakah Rahardi Ramelan
menganggap dirinya saja adalah bangsa Indonesia kelas I.dan hanya dia , para
menteri Kabinet RP dan para Elit politik/militer dan orang2 kaya dan orang
asing saja yang layak mengkonsumsi 500 ribu ton beras impor dari Jepang
tersebut ?

Dikatakannya bahwa Indonesia tidak tersedia mesin penggilingan beras yang
memadai untuk menggiling beras impor yang hanya 500 ribu ton! Suatu alasan
yang sangat jelas menunjukan betapa !0bodoh!1 dan tidak mempunyai akal sehat
yang waras bagi seorang menteri negara!  Apakah selama ini beras yang
dihasilkan oleh para petani Indonesia yang berjumlah puluhan Juta Ton itu
dihasilkan tanpa melalui proses penggilingan ? Nah, kalau PULUHAN JUTA TON
beras dapat diproses dalam waktu yang singkat oleh produsen beras, masak 500
ribu ton saja tidak sanggup mereka lakukan ??? Apakah beras Jepang itu
berkulit besi/baja sehingga penggilingan kita di Indonesia belum bisa
memprosesnya ? Yang benar sajalah alasannya! Jangan menganggap rakyat
Indonesia atau pemerintah Jepang itu bodoh seperti kerbau cocok hidung yang
dapat dipermainkan oleh seorang menteri goblok yang sarat KKN seperti
Rahardi Ramelan CS!!!

Rakyat Indonesia tidak layak memakan beras Jepang, tetapi Rahardi Ramelan
sangat layak menilep uang beras tersebut dengan menjualnya ke luar negari!?

Amat Prihatin

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 14 Jan 1999 jam 11:12:43 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke