----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

From: aztec indian

Membaca beberapa komentar (dari para yang disebut"tokoh")
atas berita mengenai dimajukannya tahun baru Imlek dari semula
pertengahan bulan Februari menjadi sebelum Idul Fitri,
sekali lagi saya cuma bisa  tertawa2 getir sambil memiring2kan muka.

Untuk info awal, saya bukan orang Cina dan juga tidak punya hubungan
keluarga sama sekali dengan orang2 Cina.
Tapi membaca komentar2 tersebut, saya cuma bisa berpikir "susah juga
jadi orang Cina sekarang, mungkin jauh lebih susah daripada mencoba
menebak calon Presiden RI ke-4 yang katanya seorang Satria Piningit itu".

Mengapa ? Simple, posisinya nggak ada benarnya.Mau memajukan Imlek
dengan tujuan simple pula (nanti saya bahas) salah, dicap nanti harga2
akan naik sebelum Lebaran.
Lucu kan ? Bayi umur 1 hari pun tau, bahkan orang buta pun tau, kalau
harga2 pasti naik menjelang Idul Fitri atau puasa, nggak perlu menunggu
adanya hari Imlek, Haloween, Valentine, etc, etc. !

Terus kalau mereka (orang2 Cina) ngotot mempertahankan hari Imlek sesuai
perhitungan bulan yang berarti jatuh di bulan Feb, nanti mereka dicap
nggak mengerti keadaan Indonesia yang krisis, banyak orang susah, be
inconsiderate, etc., etc.
Susah kan ?

Sekali lagi, saya bukan orang Cina jadi nggak ada vested interest di
message.Saya cuma berdiri di sudut netral yang jauh.

Menurut beberapa sumber (orang Cina tentu), alasan mereka memajukan
Imlek bukan karena ingin menyaingi Idul Fitri atau apa, samasekali jauh dari
itu.
Tapi apa ? Simple lagi, kalau mereka pergi ke rumah2 sembahyang mereka
untuk merayakan Imlek di bulan Feb, apa dijamin nggak ada yang menjarah,
merampok mereka ? Nggak mungkin kan, nah penjarah mati waktu menjarah
besi bekas gudang tua saja mau diklaim oleh sang keluarga penjarah tsb,
apalagi ini.

Paling nanti alasannya, yah mereka kan orang miskin, berikan sedikit
pengertianlah dengan membiarkan mereka menjarah.Ha-ha.

Nah, harus diakui, pada bulan Ramadhan ini, "suhu" sosial sedikit
menurun, jadi pola pikir orang2 Cina ini sederhana, ancaman terhadap
mereka waktu Imlek (yang dimajukan) akan sedikit berkurang (most likely).
Bisakah kita menyalahkan mereka ? Kalau saya sih tidak.

Sang "tokoh" kita juga bilang kalau Imlek yang dimajukan itu mengikuti
RRC, ini semua big bullshit, karena apa ? di Hongkong dan di RRC
(menurut beberapa sumber lagi )Imlek tahun ini  justru jatuh di bulan
Feb dan tetap dirayakan bulan Feb.

Sekali lagi, jangan pandang message ini sebagai pembelaan untuk orang2 Cina.
Saya cuma ingin melihat semua permasalahan di Indonesia ini dari sisi
luar (helicopter view kata orang bule) dan saya kecewa karena tokoh yang
begitu disegani, dan dihormati, mempunyai pandangan yang (sorry) sangat
sempit dalam melihat suatu permasalahan kecil.
But then again, segala sesuatu yang besar selalu dimulai dari hal kecil kan
?

Salam, Aztec

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 14 Jan 1999 jam 11:38:11 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke