---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- Minal Aidin kata kita semua di lebaran nanti. Sebuah kalimat tulus yang selalu meringankan beban yang mengucapkan dan mendengarkan. seolah olah dosa dan hutang terhapus karena itu. Idul Fitri adalah pesta perayaan kemenangan manusia atas godaan setan dan kesenangan dunia. Manusia yang punya kecenderungan egois dan tamak, diajak untuk memahami hakekat hidup dan toleransi pada orang miskin dalam kewajiban berpuasa.Selama sebulan kita belajar untuk lebih mendekatkan diri pada the Great Creator. San Ego besar yang mendengarkan doa manusia dalam diamnya. Di Idul Fitri kita mendatangi tetangga. Dengan baju baru dan sepatu baru kita bersilaturahmi dan saling ber maaf maafan. Semua rumah membuka kan pintunya dan semua penghuninya akan selalu datang menyambut semua tamu dengan ramahnya. Seorang Presiden akan menyambut tamu tamu besar. Seorang Jendral akan didatangi ratusan keluarga bawahannya. Semua mentri mendapatkan buwket lebaran dari para pengusaha yg berusaha menjilat agar dimenangkan tender usahanya.Seorang gembel akan menjalani lebaran dibiliknya yg sempit, hari ini dia akan berusaha kelihatan bersih dan normal. Tidak kalah dengan para Mentri, mereka juga akan membuat ketupat dan kacang lebaran. Suasana bilik kumuhnya yang berdampingan dengan kali keruh dan pembuangan sampah akan disejukan oleh lagu lagu qasidahan yang berkumandang dari radio 2 band yang butut. Semua orang merasa suci setiap lebaran. Para serdadu yang beberapa bulan yang lalu membunuhi mahasiswa, hari ini akan berkopiah bersarung dan bergerombolan sholat Ied berjemaah. Semua koruptor merasa bersih setiap lebaran. Hari ini mereka menaburkan banyak zakat dan infak buat fakir miskin.Dengan menyalami para manusia papa yang hak haknya telah mereka rampok selama ini,. mereka merasa lega dan termaafkan dari dosa dosa. Benarkah? Terserah apa kata anda. Menurut saya lebaran itu hari raya spesial untuk orang orang yg benar benar beriman. Minal aidin adalah upacara saling memaaafkan dosa dosa kecil diantara mereka. Manusia yang patuh dan tunduk pada aturan Tuhan. Tidak menyakiti orang, tidak merampas harta orang. Manusia yang selalu berusaha untuk menjadi baik dan berbuat baik. Minal aidin valid diantara mereka. Tapi tidak diantara perampok dan juru bunuh. Kita boleh saling meminta maaf pada keluarga dan teman. Pada Ibu dan Bapak. Pada tetangga dan rekan kerja. Karena jelas selalu ada dosa dosa kecil yang selalu diperbuat diantara kita. Tapi bagi keluarga mahasiswa yang dibunuh tentara. Bagi keluarga orang hilang yang dilenyapkan KOPASSUS. pada keluarga aceh yang dibantai ABRI. Pada petani yang tanahnya dirampas Suharto. Pada keluarga miskin yang diperas keluarga cendana dan konglomerat kemaruk.Pada keluarga tanjung priuk korban Beny Murdani ( yang ber haleluyah sambil membantai mereka ) dan Tri Sutrisno ( seorang boneka bego penggemar peci ) Jangan pernah ada kalimat minal aidin buat orang orang biadab itu semua. Karena minal aidin buat para jagal tidaklah berlaku. Tidak ada maaf dan dosa dosa yang akan hilang. Yang ada adalah tuntutan keadilan. Nyawa hilang tidak bisa diganti dengan minal aidin. Terlalu besar dosa dosa mereka untuk dihapus dan dimaafkan. Lebaran akan tiba.Setelah menikmati suasana religi ini, hari baru akan berdatangan.segala acara ritual setelah itu akan segera berlalu. Sarung dan peci akan kembali disimpan dalam lemari. Irama Qasidahan dan Takbiran akan diganti musik pop dan cengeng lagi. Ketupat juga pasti membasi. Begitu juga semua kacang ditoples perlahan melenyap digantikan jerawat baru yg bertebaran diwajah wajah anak muda. Tapi dosa tetaplah dosa. Dosa membunuh dan menganiyaya orang kecil, merampas hak petani miskin. menggarong duit pegawai negeri harus diselesaikan melalui tuntutan. Suharto harus diadili, begitu juga Wiranto, Habibie dan Kroni. Begitu juga Murdani, Try, Para Bankir, Lim Sie Liong,Bakrie,Ponco dan konglomerat lainnya. Begitu juga Prabowo dan antek anteknya. Begitu juga para anggota DPR dan Harmokonya. No Minal Aidin buat mereka semua... Hasan Basri ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 16 Jan 1999 jam 22:42:37 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
