---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- [Media Indonesia OnLine] Rabu, 24 Maret 1999 Pramoedya tidak Dendam Mengenang Masa Lalunya POLKAM ---------------------------------------------------------------------------- MATA itu berkaca-kaca. Dengan tangan mengepal ke atas, orang tua tersebut meneriakkan: "Hidup PRD!" Pramoedya Ananta Tour, orang tua itu, hari Minggu lalu (21 Maret) memang dilantik menjadi anggota Partai Rakyat Demokratik (PRD). Pelantikan simbolik pengarang yang salah satu karyanya tetralogi masa awal pergerakan nasional itu, berbarengan dengan pelantikan lima anggota lain, masing-masing Gimin (buruh), Ismail (mahasiswa), Suparlan (pelajar), Beni Sumadi (kakak Romo Sandyawan), dan Dr. Dede Oetomo (dosen FISIP Unair Surabaya). Acara itu berlangsung bersamaan dengan 'Bersama PRD Menuju Pemilu Multipartai Kerakyatan', sebuah acara yang dirancang anak-anak muda. Para aktivis partai tersebut sebelumnya diburu aparat keamanan dan bahkan ketua umum dan beberapa pengurusnya kini masih mendekam dalam penjara LP Cipinang Jakarta Timur. Pram, sapaan akrab Pramoedya tampak serius mengikuti seluruh rangkaian acara. Duduk di barisan paling depan, mantan tapol Pulau Buru tersebut cukup menyedot perhatian hadirin. Mengenakan T-shirt bergaris dipadukan celana cokelat, dia tampak agak lusuh meski tetap memancarkan kekerasan hidup yang dilaluinya. Saat menyampaikan pidato pelantikan, Pram yang pendengarannya sudah terganggu, membandingkan perjuangan anak-anak muda di PRD dengan angkatan-angkatan yang pernah mewarnai sejarah bangsa ini. Menurut dia, perjuangan PRD menyamai agungnya kiprah angkatan 1908, 1928, dan 1945. Bahkan, katanya, dalam beberapa hal PRD memiliki kelebihan, karena memiliki konsep perjuangan yang jelas, baik itu di bidang politik, sosial budaya, ataupun ekonomi. "Kalau angkatan 1966, tidak ada sesuatu yang mesti dinilai,'' tegasnya penuh semangat. Itulah sebabnya Pram mengaku sangat bangga berada di PRD. "Tak ada yang lebih baik dari teriakan 'Hidup PRD' karena partai ini telah menjalani pengalaman yang sangat pahit,'' kata peraih hadiah Magsaysay yang kemudian diprotes banyak pihak itu. Dia yakin perjuangan PRD akan berhasil. "Saya percaya kalian tidak akan menelantarkan jiwa manusia, memusuhi bangsa sendiri atau mengatasnamakan negara demi kepentingan pribadi, kelompok, atau golongan," katanya lagi. Mengenai alasan mengapa dirinya memilih PRD, Pram menegaskan hanya PRD yang tangannya tidak berlumuran darah dan kantongnya bukan berasal dari hasil korupsi. "Itu pun mereka masih diculik,'' katanya. Dengan tegas novelis Pulau Buru itu mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki kekuasaan dan tidak pernah bermimpi mempunyai kekuasaan. Sehingga, katanya, bergabung dengan PRD bukan untuk mengejar target politik. Semua diserahkan kepada angkatan muda di PRD. Terhadap partai lain, Pram mengatakan tidak satu pun yang mengangkat persoalan telah berapa juta jiwa yang dibantai dan dipenjara. "Ngomong saja tidak, hanya PRD yang melakukannya,'' tukas Pram. Kepada wartawan, Pram menyatakan dirinya tidak memiliki dendam kepada orang-orang yang telah menyengsarakan hidupnya di masa lalu. ''Saya justru kasihan, begitu rendahnya tingkat budaya mereka. Semua dijarah, bahkan popok bayi saya,'' katanya. Di penghabisan acara, Ibunda Ketua Umum PRD Budiman Sudjatmiko, Sri Sulastri membacakan doa: "Ya, Allah, berikanlah kekuatan kepada anak-anak kami di PRD...". Pram yang mengangkat kedua belah tangan, mengamininya.(Hasbunal Arief/P-1) bi ---------------------------------------------------------------------------- Hak cipta ) 1997-1998 Media Indonesia ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 24 Mar 1999 jam 10:21:03 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
