---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom E-mail: [EMAIL PROTECTED] Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp Xpos, No 10/II/18-24 Maret 99 ------------------------------ HASHIM KESANDUNG KREDIT (EKONOMI): Saudara kandung mantan Danjen Kopassus Letjen Prabowo yaitu Hashim Djojohadikusumo diperiksa Kejaksaan Agung. Ia menggelapkan kredit Bank Bumi Daya sebesar Rp500 miliar. Kalau kelak Tommy Soeharto masuk penjara karena tuduhan korupsi yang dihadapinya terbukti, ia akan punya teman yang masih kerabatnya sendiri: Hashim Djojohadikusumo. Hashim, kalau ia terbukti menyalahgunakan kredit yang seharusnya untuk mendanai proyek petrokimianya untuk keperluan Bank Niaga dan Semen Gresik itu, hukumannya pasti berat. Tommy yang "hanya" disangka korupsi Rp50 miliar saja dalam kasus tukar guling tanah Pusat Perkulakan Goro, Kelapa Gading, terancam hukuman hingga 20 tahun. Kini, ia bahkan jadi tahanan kota. Hashim dalam pekan ini berurusan dengan tim jaksa di Gedung Bundar Kejakgung. Kenyataannya Bank Niaga memang menyedot banyak dana. Misalnya ketika bank itu membeli saham Indover Asia Ltd. senilai US$47 juta untuk memperkuat posisinya. Indover adalah bank yang berpusat di Hong Kong dengan status restricted license bank, beraset US$402,56 juta. Ketika itu, Hashim menjelaskan, rencana akuisisi tersebut sejalan dengan strategi perseroan untuk memperluas kegiatan usahanya di Asia-Pasifik, termasuk memberikan jasa keuangan bagi nasabah yag mempunyai basis usaha di Indonesia. Hingga kini, usaha Bank Niaga di Hong Kong dilakukan melalui salah satu anak perusahaan, Niaga Finance Company Ltd., pemegang izin deposit taking company. Di bisnis sekuritas, misalnya PT Merryl Lynch Indonesia, Hashim mempunyai 20 persen saham. Bank Niaga sendiri memiliki saham 40 persen di PT BZW Niaga Securities. Ini berupakan perusahaan gabungan dengan BZW Worldwide Holding Ltd. (60%). Bank Niaga sendiri mempunyai anak perusahaan seperti: PT Niaga Leasing Corp., Niaga Finance Co. Ltd., PT Saseka Gelora Finance, PT Niaga Factoring Corp.), PT Niaga Aset Manajemen, PT Asuransi Niaga Cigna Life dan PT Bank Sumitomo Niaga. Belum lagi di sektor asuransi. Selain menangani Bank Niaga, Hashim juga membeli Bank Papan Sejahtera (BPS) dan mengembangkan PT Semen Cibinong pada 1988. Memang, dengan luasnya usaha di bidang keuangan seperti itu, Hashim jelas harus memiliki dana lebih. Jadi kalau ada dugaan, Hashim menggunakan kredit BBD untuk membantu likuiditas perusahaan-perusahaan keuangannya, kemungkinan besar ada benarnya. Namun, di luar penyalahgunaan kredit itu, Hashim memang pengusaha yang amat ambisius di zaman Soeharto, mertua kakaknya, Prabowo Subianto, yang kini telah diberhentikan dari dinar militer. Dengan dana Rp 8,5 triliun, Hashim mulai menggarap proyek industri petrokimia terpadu di Tuban, Jawa Timur. Hashim dengan bendera PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), menggandeng Southern Pacific Petroleum, yang berkedudukan di Virgin Island, Hashim berencana membangun 6 pabrik kimia antara, yang akan memproduksi polypropylene, ethyl glycol, polyethylene, high density polypropylene, styrene monomer, ethyl vynil acetate dan alkyl benzene. Invetasi Hashim di mega proyek ini tak main-main: US$1,3 miliar dengan kurs dolar yang masih US$1 = Rp2.300. Jika diujung Timur Pulau Jawa pabrik petrokimia akan dikuasai Hashim, maka di ujung Barat, yakni di Serang, pabrik pertrokimia raksasa, PT Candra Asri Petrochemical Center dan PT Trypolita dimiliki oleh Bambang Triatmodjo dan Prayogo Pangestu. Mega proyek yang dijalankan Hashim di Jawa Timur ada dua, ya selain petrokimia di Gresik itu adalah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Paiton I. Proyek triliunan rupiah yang sudah beroperasi ini memang menghadapi kerugian karena PT PLN akan merundingkan lagi harga listrik yang terlalu mahal. Proyek Petrokimia Grup Tirtamas yang Disetujui BKPM 1996 ----------------------------------------------------------------------- No. Nama Proyek Produk Kapasitas Investasi (ton/tahun) (US$ juta) ----------------------------------------------------------------------- 1. Pacific MEG Ind. ethylene glycol 400.000 300 2. Pacific Styrene styrene monomer 400.000 300 3. Pacific LAB Ind. alkyl benzene 50.000 92,5 4. Pacific Polyethylene Ind. polyethylene 100.000 195 5. Pacific Polypropylene Ind. polypropylene 200.000 225 6. Pacific Polyethylindo high density polyethylene 250.000 275 Total rencana investasi 1.387,5 ----------------------------------------------------------------------- PLTU Paiton I adalah salah satu listrik swasta yang sudah beroperasi. Listrik-listrik swasta ini menjual listriknya ke PLN dan PLN menjualnya ke konsumen. Harga yang dibeli PLN karena dalam dolar jadi sangat mahal karena PLN menjualnya dalam rupiah. Nah, di proyek PLTU ini, Hashim pun terancam keuangannya. Hashim sendiri membantah ia menggunakan dana pinajaman itu yang seharusnya untuk mengembangkan pabrik petrokimia yang rencananya akan rampung akhir tahun ini untuk keperluan Bank Niaga dan Semen Gresik. Toh kendati begitu ia harus membuktikannya bahwa itu memang tak terjadi. Namun, kalau disimak lebih teliti megaproyek petrokimia Hashim menggunakan investasi asing untuk pembiayaannya. Kalau Hashim tak menghadapi kesulitan menarik investasi asing karena petrokimia merupakan industrri yang menjanjikan, maka bukan hal yang mustahil jika ia memutar dana pinjaman tadi ke Bank Niaga terlibih dulu. Tuduhan terhadap Hashim ini kurang lebih sama dengan tuduhan yang dikenakan pada Sofyan Wanandi. Pengusaha ini juga dinyatakan sebagai tersangka karena disangka menyalahgunakan kredit bank pemerintah sebesar Rp30 miliar. Sulit memang membuktikannya. Namun, kalau Kejakgung serius semuanya bisa diusut, termasuk kasus korupsi Soeharto, mantan Presiden RI itu. (*) --------------------------------------------- Berlangganan mailing list XPOS secara teratur Kirimkan alamat e-mail Anda Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda ke: [EMAIL PROTECTED] ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 24 Mar 1999 jam 16:09:13 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
