----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk


Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 10/II/18-24 Maret 99
------------------------------

RM Roy Suryo, ahli multi media Yogyakarta:
"ITU SUARA ASLI GHALIB DAN HABIBIE"

(DIALOG): Sebuah analisis ilmiah telah mampu membongkar kebenaran percakapan
Jaksa Agung Andi M Ghalib dengan Presiden Habibie. Pembongkarnya adalah RM
Roy Suryo, seorang staff pengajar di Fisipol Universitas Gajah Mada jurusan
Ilmu Komunikasi. Polisi atau Kejagung tak ambil peduli dengan masalah
tersebut, justru sebaliknya Badan Intelijen ABRI memanggilnya. Ada apa?
Berikut petikan wawancaranya dengan Xpos.

T: Bisa Anda ceritakan bagaimana Anda bisa dipanggil BIA?
J: Ya, terutama karena hari-hari belakangan ini, setelah saya me-release
hasil uji ilmiah rekaman pembicaraan telepon Andi Ghalib dengan Habibie, di
beberapa media massa, masalah ini jadi rame lagi. Kesimpulan uji ilmiah
saya, itu memang asli suara Habibie. Uji ilmiah saya itu juga menyimpulkan
bahwa rekaman itu bukan hasil penyadapan tapi direct line recording. Jadi
direkam langsung dari salah satu pesawat telepon. Mereka heran, kok ada yang
berani-berani ngomong begitu. Lalu mereka ini coba menghubungi saya dan
mengundang saya ke Jakarta. Saya dikasih tiket pesawat untuk pulang-pergi.

T: Anda tidak merasa terteror oleh pemanggilan itu?
J: Oh, saya nggak. Saya prepare, kok. Saya sudah menghubungi pers sebelum
saya berangkat. Dari hasil pertemuan tadi, saya jadi menganggapnya bukan
suatu pemanggilan tapi, undangan. Artinya begini. Ada suasana keakraban di
situ. Tidak seperti yang saya bayangkan sebelumnya, kalau nanti setelah saya
datang memenuhi panggilan mereka saya bakal diindoktrinasi, diintimidasi,
atau ditekan. Saya sama sekali tidak merasakan itu. Saya, terus-terang
mulanya juga menduga wah, saya bakal disalahkan nih. Eh, tapi benar-benar di
luar dugaan saya, mereka justru berterima kasih.

T: Siapa yang mengantar tiket pesawat untuk Anda?
J: Staf BIA di Yogja yang mengantar tiket itu ke rumah. Setelah itu saya
langsung diledekin teman-teman; tuh rumah kamu sudah diketahui BIA. Lho,
saya sih nggak masalah, wong nomor HP saya saja saya buka, saya kasih ke
mereka. Anda mengenal yang mengundang Anda sebelumnya?
Terus terang, saya sebenarnya sempat agak-agak takut. Undangannya itu
misterius, nggak ada kop-nya, tanda tangan juga nggak ada, nama
orang-orangnya saya juga belum kenal. Tapi, yang membuat saya berani,
sebelumnya sudah ada orang BIA yang telpon saya. Dia kasih nomor HP-nya.
Terus saya hubungi, dan ternyata memang benar-benar ada, bukan bohongan.
Komunikasi kami juga lancar. Ini yang membuat saya yakin.

T: Anda akhirnya bertemu dengan orang BIA yang menghubungi Anda sebelumnya?
J: Iya, mereka semua ada di sana. Mereka semua staf ahli BIA.

T: Apa yang anda lakukan di sana?
J: Kami saling memberi masukan. Kami saling memamparkan metode yang kami
gunakan. Dan yang mengejutkan saya, mereka menyetujui kesimpulan penelitian
saya.

T: Bagaimana menurut mereka?
J: Mereka manggut-manggut ketika saya memaparkan metode penyelidikan saya.
Saya sempat membawa notebook dengan penjelasan singkat metode penelitian
ilmiah saya. Sebenarnya, tapi Ka BIA tidak hadir dalam pertemuan itu, dia
ada kesibukan jadi tidak datang.

T: Berapa lama Anda bertemu mereka?
J: Mulai dari jam 11.30 sampai jam 16.04. Saya menikmati pertemuan tadi.

T: Jadi, yang sudah pasti suara yang ada di rekaman itu asli suara Habibie?
Bagaimana dengan suara Ghalib?
J: Yah, memang suara yang ada di rekaman itu identik dengan suara Habibie.
Suara Ghalib terus-terang saya belum meneliti. Tapi, saya punya asumsi,
dalam rekaman dialog itu ada dua kemungkinan, dua-duanya palsu atau
dua-duanya asli. Habibie levelnya lebih tinggi daripada Ghalib. Jadi, saya
ambil dulu level yang lebih tinggi. Jadi, kemungkinan suara Ghalibnya pasti
asli. Saya yakin kalau itu diteliti pasti identik dengan suara Ghalib.

T: Bagaimana metode pengujian rekaman Habibie-Ghalib yang Anda lakukan itu?
J: Jadi begini. Saya kumpulkan dulu beberapa rekaman yang beredar. Ada yang
dari teman-teman wartawan, ada yang saya download dari internet dan yang
terakhir dari SCTV. Setelah itu saya pilih yang paling clear and complete.
Yakni, yang paling sedikit humble-nya, scratch dan noise-nya (suara-suara
lain seperti kresek-kresek atau bising). Dan saya pilih yang dari SCTV. Lalu
saya juga mengambil sample rekaman pidato Habibie yang kebetulan saya punya,
yakni waktu "reformasi" dulu, ketika dia disumpah jadi presiden. Dari dua
rekaman ini saya bandingkan keduanya. Dari analisa frekwensi, amplitudo dan
bit-nya, kedua rekaman itu identik.

T: Anda memakai alat apa?
J: Saya menggunakan komputer dengan software yang disebut Audio Spectrum
Analizer. Yakni penganalisa spectrum audio.

T: Ada kemungkinan, orang bisa meniru suara orang dengan frekwensi,
amplitudo dan bit yang mirip?
J: Saya sebelumnya juga menguji banding suara Habibie ini dengan suara
Butet. Kan, isu yang digulirkan dulu suara dalam rekaman itu bukan asli
suara Habibie. Nah, ketika saya bandingkan, frekwensi suara Butet memang
hampir sama tapi amplitudonya beda. Nah, sebenarnya setiap orang punya ciri
khas ketiga variabel ini yang jika divisualisasikan membentuk kurva-kurva
oscilasi yang khas. Mungkin, ada yang bisa meniru suara orang dengan
frekwensi, amplitudo yang sama, tapi bitnya pasti beda. Atau sebaliknya.

T: Metode yang digunakan BIA bagaimana?
J: Yah, saya nggak bisa mengungkapnya di pers. Tapi, kurang lebih sama. Yang
penting, kami memperoleh kesimpulan yang sama, bahwa yang ada dalam rekaman
itu memang benar-benar asli suara Habibie.

T: Anda akan diundang lagi untuk berbincang-bincang dengan mereka?
J: Ya, dalam minggu-minggu ini saya akan sering ke Jakarta. Saya sedang
melakukan penyelidikan tahap selanjutnya.

T: Apa lagi yang perlu diselidiki, bukan kah point terpenting sudah
terungkap bahwa itu asli suara Habibie?
J: Yah, saya nggak bisa mengungkap ini di pers sekarang. Tapi, yang jelas
masih ada beberapa hal lagi yang perlu diselidiki. Ini berkaitan dengan
tahap-tahap penyelidikan lebih lanjut.

T: Pakai metode apa?
J: Saya terus terang menggunakan alat yang lain lagi. Sekarang alat itu
belum ada, tapi soft ware-nya saya yakin bisa saya dapatkan dalam waktu
dekat ini. Saya targetkan dalam 3 hari ini tahap penyelidikan saya
berikutnya sudah tercapai. Tapi bisa juga mundur sih. (*)

---------------------------------------------
Berlangganan mailing list XPOS secara teratur
Kirimkan alamat e-mail Anda
Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS
Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda
ke: [EMAIL PROTECTED]


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 24 Mar 1999 jam 17:50:26 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke