----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

-
Maranatha \o/
Ishak Natan
Rom 6:23 For the wages of sin is death; but the gift of God is eternal
life through Jesus Christ our Lord.
1 Cor 15:22 For as in Adam all die, even so in Christ shall all be made
alive.
=========================

MENERIMA karena PERCAYA berakibat SELAMAT

Yosua bin Nun dengan diam-diam melepas dari Sitim dua orang
pengintai, katanya: "Pergilah, amat-amatilah negeri itu dan kota
Yerikho."
Maka pergilah mereka dan sampailah mereka ke rumah seorang
perempuan sundal, yang bernama Rahab, lalu tidur di situ.
Kemudian diberitahukanlah kepada raja Yerikho, demikian: "Tadi malam
ada orang datang ke mari dari orang Israel untuk menyelidik negeri ini."
Maka raja Yerikho menyuruh orang kepada Rahab, mengatakan:
"Bawalah ke luar orang-orang yang datang kepadamu itu, yang telah masuk
ke dalam rumahmu, sebab mereka datang untuk menyelidik seluruh negeri
ini."
Tetapi perempuan itu telah membawa dan menyembunyikan kedua
orang itu. Berkatalah ia: "Memang, orang-orang itu telah datang
kepadaku,
tetapi aku tidak tahu dari mana mereka,
dan ketika pintu gerbang hendak ditutup menjelang malam, maka
keluarlah orang-orang itu; aku tidak tahu, ke mana orang-orang itu
pergi.
Segeralah kejar mereka, tentulah kamu dapat menyusul mereka."
Tetapi perempuan itu telah menyuruh keduanya naik ke sotoh rumah
dan menyembunyikan mereka di bawah timbunan batang rami, yang
ditebarkan di atas sotoh itu.
Maka pergilah orang-orang itu, mengejar mereka ke arah sungai
Yordan, ke tempat-tempat penyeberangan, dan ditutuplah pintu gerbang,
segera sesudah pengejar-pengejar itu keluar.

Tetapi sebelum kedua orang itu tidur, naiklah perempuan itu
mendapatkan mereka di atas sotoh
dan berkata kepada orang-orang itu: "Aku tahu, bahwa TUHAN telah
memberikan negeri ini kepada kamu dan bahwa kengerian terhadap kamu
telah menghinggapi kami dan segala penduduk negeri ini gemetar
menghadapi kamu.
Sebab kami mendengar, bahwa TUHAN telah mengeringkan air Laut
Teberau di depan kamu, ketika kamu berjalan keluar dari Mesir, dan apa
yang kamu lakukan kepada kedua raja orang Amori yang di seberang
sungai Yordan itu, yakni kepada Sihon dan Og, yang telah kamu tumpas.
Ketika kami mendengar itu, tawarlah hati kami dan jatuhlah semangat
setiap orang menghadapi kamu, sebab TUHAN, Allahmu, ialah Allah di
langit di atas dan di bumi di bawah.
Maka sekarang, bersumpahlah kiranya demi TUHAN, bahwa karena
aku telah berlaku ramah terhadapmu, kamu juga akan berlaku ramah
terhadap kaum keluargaku; dan berikanlah kepadaku suatu tanda yang
dapat dipercaya,
bahwa kamu akan membiarkan hidup ayah dan ibuku,
saudara-saudaraku yang laki-laki dan yang perempuan dan semua
orang-orang mereka dan bahwa kamu akan menyelamatkan nyawa kami
dari maut."
Lalu jawab kedua orang itu kepadanya: "Nyawa kamilah jaminan bagi
kamu, asal jangan kaukabarkan perkara kami ini; apabila TUHAN nanti
memberikan negeri ini kepada kami, maka kami akan menunjukkan terima
kasih dan setia kami kepadamu."
Kemudian perempuan itu menurunkan mereka dengan tali melalui
jendela, sebab rumahnya itu letaknya pada tembok kota, jadi pada tembok
itulah ia diam.
Berkatalah ia kepada mereka: "Pergilah ke pegunungan, supaya
pengejar-pengejar itu jangan menemui kamu, dan bersembunyilah di sana
tiga hari lamanya, sampai pengejar-pengejar itu pulang; kemudian
bolehlah
kamu melanjutkan perjalananmu."
Kedua orang itu berkata kepadanya: "Kami akan bebas dari sumpah
kami ini kepadamu, yang telah kausuruh kami ikrarkan--
sesungguhnya, apabila kami memasuki negeri ini, haruslah tali dari
benang kirmizi ini kauikatkan pada jendela tempat engkau menurunkan
kami, dan ayahmu serta ibumu, saudara-saudaramu serta seluruh kaum
keluargamu kaukumpulkan di rumahmu.
Setiap orang yang keluar nanti dari pintu rumahmu, harus sendiri
menanggung akibatnya, kalau darahnya tertumpah, dan kami tidak
bersalah; tetapi siapapun juga yang ada di dalam rumahmu, jika ada orang
yang menciderainya, kamilah yang menanggung akibat pertumpahan
darahnya.
Tetapi jika engkau mengabarkan perkara kami ini, maka bebaslah
kami dari sumpah kepadamu itu, yang telah kausuruh kami ikrarkan."
Perempuan itupun berkata: "Seperti yang telah kamu katakan,
demikianlah akan terjadi." Sesudah itu dilepasnyalah orang-orang itu
pergi,
maka berangkatlah mereka. Kemudian perempuan itu mengikatkan tali
kirmizi itu pada jendela.

Merekapun pergilah dan tiba di pegunungan. Mereka tinggal di sana
tiga hari lamanya, sampai pengejar-pengejar itu pulang.
Pengejar-pengejar
itu telah mencari di mana-mana sepanjang jalan tanpa menemukan mereka.

Maka pulanglah kedua orang itu, mereka turun dari pegunungan, lalu
menyeberang dan sampai kepada Yosua bin Nun, kemudian mereka
ceritakan segala pengalaman mereka.
Kata mereka kepada Yosua: "TUHAN telah menyerahkan seluruh
negeri ini ke dalam tangan kita, bahkan seluruh penduduk negeri itu
gemetar menghadapi kita."

Dalam pada itu Yerikho telah menutup pintu gerbangnya; telah tertutup
kota itu karena orang Israel; tidak ada orang keluar atau masuk.
Berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: "Ketahuilah, Aku serahkan ke
tanganmu Yerikho ini beserta rajanya dan pahlawan-pahlawannya yang
gagah perkasa.
Haruslah kamu mengelilingi kota itu, yakni semua prajurit harus
mengedari kota itu sekali saja; demikianlah harus engkau perbuat enam
hari lamanya,
dan tujuh orang imam harus membawa tujuh sangkakala tanduk domba
di depan tabut. Tetapi pada hari yang ketujuh, tujuh kali kamu harus
mengelilingi kota itu sedang para imam meniup sangkakala.
Apabila sangkakala tanduk domba itu panjang bunyinya dan kamu
mendengar bunyi sangkakala itu, maka haruslah seluruh bangsa bersorak
dengan sorak yang nyaring, maka tembok kota itu akan runtuh, lalu bangsa
itu harus memanjatnya, masing-masing langsung ke depan."

Kemudian Yosua bin Nun memanggil para imam dan berkata kepada
mereka: "Angkatlah tabut perjanjian itu dan tujuh orang imam harus
membawa tujuh sangkakala tanduk domba di depan tabut TUHAN."
Dan kepada bangsa itu dikatakannya: "Majulah, kelilingilah kota itu,
dan
orang-orang bersenjata harus berjalan di depan tabut TUHAN."
Segera sesudah Yosua berkata kepada bangsa itu, maka berjalanlah
maju ketujuh orang imam, yang membawa ketujuh sangkakala tanduk
domba itu di hadapan TUHAN, lalu mereka meniup sangkakala, sedang
tabut perjanjian TUHAN mengikut mereka.
Dan orang-orang bersenjata berjalan di depan para imam yang meniup
sangkakala dan barisan penutup mengikut tabut itu, sedang sangkakala
terus-menerus ditiup.
Tetapi Yosua telah memerintahkan kepada bangsa itu, demikian:
"Janganlah bersorak dan janganlah perdengarkan suaramu, sepatah
katapun janganlah keluar dari mulutmu sampai pada hari aku mengatakan
kepadamu: Bersoraklah! --maka kamu harus bersorak."
Demikianlah tabut TUHAN mengelilingi kota itu, mengedarinya sekali
saja. Kemudian kembalilah mereka ke tempat perkemahan dan bermalam di
tempat perkemahan itu.
Keesokan harinya Yosua bangun pagi-pagi, lalu para imam
mengangkat tabut TUHAN.
Maka berjalanlah juga ketujuh orang imam, yang membawa ketujuh
sangkakala tanduk domba itu di depan tabut TUHAN, sambil berjalan
mereka meniup sangkakala, sedang orang-orang bersenjata berjalan di
depan mereka dan barisan penutup mengikut tabut TUHAN, sementara
sangkakala terus-menerus ditiup.
Demikianlah pada hari kedua mereka mengelilingi kota itu sekali saja,
lalu pulang ke tempat perkemahan. Dan begitulah dilakukan mereka enam
hari lamanya.
Tetapi pada hari yang ketujuh mereka bangun pagi-pagi, ketika fajar
menyingsing, dan mengelilingi kota tujuh kali dengan cara yang sama;
hanya pada hari itu mereka mengelilingi kota itu tujuh kali.
Lalu pada ketujuh kalinya, ketika para imam meniup sangkakala,
berkatalah Yosua kepada bangsa itu: "Bersoraklah, sebab TUHAN telah
menyerahkan kota ini kepadamu!

Dan kota itu dengan segala isinya akan dikhususkan bagi TUHAN
untuk dimusnahkan; hanya Rahab, perempuan sundal itu, akan tetap hidup,
ia dengan semua orang yang bersama-sama dengan dia dalam rumah itu,
karena ia telah menyembunyikan orang suruhan yang kita suruh.
Tetapi kamu ini, jagalah dirimu terhadap barang-barang yang
dikhususkan untuk dimusnahkan, supaya jangan kamu mengambil sesuatu
dari barang-barang yang dikhususkan itu setelah mengkhususkannya dan
dengan demikian membawa kemusnahan atas perkemahan orang Israel
dan mencelakakannya.
Segala emas dan perak serta barang-barang tembaga dan besi
adalah kudus bagi TUHAN; semuanya itu akan dimasukkan ke dalam
perbendaharaan TUHAN."
Lalu bersoraklah bangsa itu, sedang sangkakala ditiup; segera
sesudah bangsa itu mendengar bunyi sangkakala, bersoraklah mereka
dengan sorak yang nyaring. Maka runtuhlah tembok itu, lalu mereka
memanjat masuk ke dalam kota, masing-masing langsung ke depan, dan
merebut kota itu.
Mereka menumpas dengan mata pedang segala sesuatu yang di
dalam kota itu, baik laki-laki maupun perempuan, baik tua maupun muda,
sampai kepada lembu, domba dan keledai.
Tetapi kepada kedua orang pengintai negeri itu Yosua berkata:
"Masuklah ke dalam rumah perempuan sundal itu dan bawalah ke luar
perempuan itu dan semua orang yang bersama-sama dengan dia, seperti
yang telah kamu janjikan dengan bersumpah kepadanya."
Lalu masuklah kedua pengintai muda itu dan membawa ke luar Rahab
dan ayahnya, ibunya, saudara-saudaranya dan semua orang yang
bersama-sama dengan dia, bahkan seluruh kaumnya dibawa mereka ke
luar, lalu mereka menunjukkan kepadanya tempat tinggal di luar
perkemahan orang Israel.
Tetapi kota itu dan segala sesuatu yang ada di dalamnya dibakar
mereka dengan api; hanya emas dan perak, barang-barang tembaga dan
besi ditaruh mereka di dalam perbendaharaan rumah TUHAN.
Demikianlah Rahab, perempuan sundal itu dan keluarganya serta
semua orang yang bersama-sama dengan dia dibiarkan hidup oleh Yosua.
Maka diamlah perempuan itu di tengah-tengah orang Israel sampai
sekarang, karena ia telah menyembunyikan orang suruhan yang disuruh
Yosua mengintai Yerikho.
----------------------------------------------
Karena iman maka Rahab, perempuan sundal itu, tidak turut binasa
bersama-sama dengan orang-orang durhaka, karena ia telah menyambut
pengintai-pengintai itu dengan baik.
Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya
menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya:Yeshua
-----------------------------------------------

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 27 Mar 1999 jam 04:01:52 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke